Malam Pertama Dengan Bos Papa

Malam Pertama Dengan Bos Papa
Bab 7


__ADS_3

Pagi hari...


Hoek....Hoek...Alia berlari ke kamar mandi memuntahkan seluruh isi perutnya.


Rasa lemas hinggap di tubuh Alia.


"Kenapa aku ...kenapa..." batin Alia ingin menangis.


Hoek...Hoek...Hoek...kali ini sampai ke kamar Hani.


"Yang. ..siapa yang muntah muntah yang..." tanya Hani menajamkan telinganya.


"yank dari kamar mbak Alia.,"


"Pake baju dulu yank ,"bisik Adit menggoda.


Dengan terburu buru Hani keluar kamar sampai dia tak sadar baju yang dia pakai milik Adit.


ya ..Hani hanya mengenakan kemeja Adit. persis orang orang sawah .


"Mbak...mbak ...ketuk Hani. bukan Alia yang keluar kamar tapi Herlan nonggol dari kamar sebelah . Herlan pun menjerit.


"Aaaaaa...teriak Herlan. tidak sopan tau." ketusnya.


"Apa ...apa hjhhh.' sahut Hani tak kalah garang dia belum menyadari pakaian yang dia pake semi.untung kemejanya sampai paha .


"Bodok amat ," balas Hani.


Sambil mengetok ketok dengan sewotnya. Dan sang pemilk kamar sebelah pun membanting pintu sambil mengumpat umpat tidak jelas.


"untung istri kakak kalo engga wes ta pithes pithes Kowe," maki Herlan yang merasa matanya dinodai kakak iparnya.


"Mbak ....buka pintu dong..." gedor Hani.


Dengan langkah gontai Alia pun membuka pintu kamarnya dengan muka pucat.


"Mbak tidak apa apa kan, mbak sakit,kita ke dokter ya," brondong Hani.


"Asam lambung mbak kambuh," lirih Alia mencoba menutupinya.


"Kita ke dokter ya mbak ..." balas Hani.


Hani pun memijit tubuh sang kakak ada rasa hangat .


"Enak Han...tolong pijit kepala mbak ya," pinta Alia.


"Kalo gini tuman namanya,"


"Ngomong ngomong tu baju ganti dulu,gih. tidak kasian ma mbak," goda Alia.


"Bau ..apa ini," tanya Alia menutup mulutnya.


Huukkk....Alia mulai membungkam mulutnya perutnya mulai di aduk aduk.


Alia pun tak sanggup menahan rasa mualnya dan buru buru ke kamar mandi.


Hoeeekk...Hoek....uuuhuuukk...uhhhuuk...airmata ya menetes keringat dingin berjatuhan lagi tangis yang dia tahan terlontar dari mulutnya.


"Hiks...hiks...hiks..." tangis Alia semakin menjadi jadi.


Hani pun menghampiri dengan raut wajah cemas di pijitnya tengkuk sang kakak.


'lepaskan ...jangan sentuh mbak ," Ali pun mengkibaskan tangan Hani.

__ADS_1


"Mbak..." Hani kaget setengah mati.


"Kita ke dokter ...ya ," pinta Hani mencoba bersabar.


"Engga...ya engga ..."


"Han ...siapa yang pagi pagi masak mie ," tanya Alia.


"Ga da yang masak mie mbak,mbok kan belum datang,"


"Ini mie Hani. suruh buang mie nya Han . mbak ga tahan baunya," oceh Alia marah marah.


Hani pun. keluar kamar Alia menuju dapur.


"Yank...yank...kamu masak mie ngga," tanya Hani berteriak teriak.


Herlan dan Adit yang sedari tadi di ruang makan melongo.


"Kak ipar mau bikinin kita. asyik dong bosen makan roti mulu.," sahut Herlan nyengir.


"Enak ajja, tu mbak Alia muntah muntah nyium bau mie," terang Hani.


"Ga da yang masak mie...o ya kak ipar mbak Alia semalaman minyak mulu," jelas Herlan tentu saja Herlan dengar kan kamar mereka bersebelahan.


"Kayak orang hamil ja"


"Hus...kamu tu kalo punya mulut di jaga ya kalo denger Alia bisa sakit hati Lo," timpal Adit.


"Satu lagi kak ipar itu baju ganti ...malu tau."


"Tutup mata kamu her," bentak Adit yang baru menyadari adiknya menatap intens baju yang dikenakan Hani.


"Wait...sejak tadi malem ...tapi mbak Alia makan malam kan ," tanya hani.


"Yang kamu kalo ke sekolah berangkat gih.aku mau temenin mbak Alia,' terang Hani dan Adit hanya mengangguk padahal di kebatinan nya pingin sekali memamerkan Hani yang memakai baju kemaren di hadapan para guru.


"O ya bisa telponin mas Sugeng ga," pinta Hani.


Aditpun menelpon Sugeng.


Tut...Tut...Tut...suara dering hape memanggil.


tak terjawab


Tut....Tut...Tut..


"Hallo ...geng," sapa Adit.


"Iya ...kenapa ...Dit." tanya Sugeng di sebrang.


"Bisa mampir ke rumah ga."


"heeemmmm.."


Tut...Tut...Tut....sambungan telpon di matikan sebelah.


"Sialan ...Sugeng di matiin," umpat Adit.


Adit dan Herlan pun berpamitan pada Hani. Hani pun berlari kecil menuju kamarnya berganti pakaian ia tidak ingin Sugeng melihat.


"Mas Sugeng lama amat sih." guman Hani yang sedari tadi bolak balik kayak setrikaan bentar ke kamar Alia bentar ke teras.


Tak selang berapa menit Sugeng datang dengan mobil Brionya. Sugeng pun tergesa gesa masuk ke dalam.

__ADS_1


Tok...tok...tok...


"Siapa," tanya Hani sedikit berteriak.


"Adit mana Han..." tanya Sugeng sambil menghempaskan tubuhnya di kursi ruang tamu.


"Dah berangkat ..."


"tu kan " omel Sugeng.


"Minta air putih dong "


"Ambil saja sendiri di dapur Hani sibuk ngurus mbak Alia.," ketua hani ingin tau bagaimana jika dia menyebut nama Alia dan ternyata raut wajah Sugeng berubah.


"Alia di sini ," tanya Sugeng.


"Iya kenapa ,"


"Dimana dia ," Sugeng pun berdiri mencari keberadaan Alia.


"Kalian kenapa sih.Ada masalah, kalian baik baik saja kan. ga da masalah kan." berondong Hani mulutnya tak henti hentinya bertanya seakan akan mengintrogasi sang tersangka.


"Ka...mi tidak apa apa," gugup Sugeng.


"Dari tadi malam mbak Alia muntah muntah terus," terang Hani yang sedari tadi mengikuti Sugeng dari belakang.


"Al...Al..." lirih Sugeng


Alia yang mendengar namanya di panggil membukakan pintu kamar dan betapa terkejutnya dia, tangis tak kuasa ditahannya .


"Hiks....hiks...akhirnya kamu datang," isak Alia membuat Hani melongo.


"Kalian bicara gih berdua, Hani mau siap siap.ke acara perpisahan,"


Hanipun meninggalkan Alia dan Sugeng berdua di kamarnya. Sugeng mendudukan Alia di tepi Ranjang dan dia bersimpuh di hadapan Alia.


"Maafin aku mengabaikan mu, tapi aku takut ," jujur Sugeng.


"Kenapa Geng. Apakah kamu takut,"


"Aku takut Al...aku takut ...aku takut orangtuamu marah besar." lirihnya.


flash back


2 bulan yang lalu ketika di malam Sabtu aku mengajak Alia ke cafe seperti biasa di sana ada adit,Herlan dan teman teman kantor lainnya. Karena pas waktu itu bertepatan dengan ulang tahun aku yang ke 28 tahun.


Aku tak mengira jika peristiwa itu membuat Alia hamil aku dan Alia tidak tahu menahu ketika kami tiba tiba sudah terbangun di hotel dengan pakaian yang berserakan.


Seseorang menaruh obat perangsang di minuman ku dan Alia . Kami pun melakukan hal yang tidak terpuji hingga benihku tumbuh dengan sehat di rahim Alia.


"Aku akan bertanggung jawab Al " kata Sugeng mantap.


Air mata Alia menetes perasaan haru bahagia menyesak di dada.


"Sehat...sehat ya dalam perut mama.," tangan Sugeng pun mengelus perut Alia.


"Aku ijin Adit.Aku akan melamarmu .,"


"Tapi geng ."


"Suuuuutttt," jari Sugeng menutup mulut Alia entah apa tiba tiba hasrat Sugeng mengelola di raihnya tengkuk Alia di ciumnya bibir Alia semakin mendalam tangan kanan Sugeng pun asyik bersarang di bawah rok Alia dan membuat Alia mendesah.


"Hentikan geng...hentikan. Ada Hani." ucap Alia sambil menarik tangan Sugeng

__ADS_1


__ADS_2