
jangan lupa tinggalkan jejak
like
koment
vote
atau sebangsanya lah
Keesokan harinya
Rumah Adit tampak ramai sekali tampak bunda dan asisten kesayangan baru saja tiba.
"Bunda...." teriak Hani rasa haru menyeruak ketika melihat bunda wajah polos kekanak Kanakan terlukis di wajahnya ketika melakukan melihat bunda.
"Jangan teriak." sambut bunda memeluk putri bungsu kesayangannya. Bunda ma siapa terus rumah tidak ada yang jagain terus .." cerocos Hani kalo ngomong kaya rel kereta api.
"Sssssttttt...bunda capek nanyanya satu satu sayang ..." potong Adit.
Koper bunda pun kini beralih ke tangan Adit dibimbingnya bunda ke kamar tamu dan simbok di antar mbok sabar ke kamar belakang.
"Bunda,Hani kangen," rajuknya sambil mengelendot bunda.Dan Adit hanya geleng geleng kepala melihatnya.
Seminggu kemudian saat ini peresmian restoran Adit yang baru di Jogja tepatnya.Segala sesuatu kelihatan sempurna dari dekor sampai katering makanan Prayudi dan Dara yang menghendel.
"Capek, " keluh Dara sambil menyibakkan rambutnya.Begitu pula Prayudi menyugarkan rambutnya sehingga keduanya melempar senyum yang manis.
"Kamu senyum sama siapa,sih? tanya Keira yang sejak tadi memperhatikan suaminya. Prayudi kaget mendengar pertanyaan Keira,dia langsung pura pura tak memperhatikan Dara.
"Sayang," lirih Keira memanggil Prayudi. Entah cemburu atau tidak mata Dara menatap sinis Keira yang bergelayut manja di lengan kekasih Dara.
"Mereka suami istri, kenapa aku harus cemburu," batin Dara mencoba menetralisir suasana hatinya. Aku tidak boleh menunjukan kalau aku cemburu,kontrol emosi Dara ...kontrol." Mata Prayudi nanar menatap Dara" lepasin...malu,Key,dilihat orang,"bisik Prayudi. Keira terperanjat mendengar penolakan Prayudi tumben tumbenan ia mengelak untuk di genggam tangannya padahal dulu ia tak segan segan memamerkan betapa cantiknya sang istri,ia pun tak segan untuk mencium Keira di depan umum.
"Kenapa,? tanya Keira. Ia mendongak menatap Prayudi.
__ADS_1
"Malu di lihat orang," imbuh Prayudi yang sebenarnya menjaga perasaan Dara. Hati Keira mencelos ketika melihat pandangan swaminya ke arah lain ya ke arah Daramitha.
"Ada hubungan apa mereka, batin Keira. Untuk sementara biarlah aku tak ingin merusak acara ini," imbuhnya pula.
"Selamat ya ,Dit,semoga restorannya sukses seperti yang di Bandung dan Sulawesi," ucap Keira yang menghampiri Adit dan Hani tapi mata Keira tetap tertuju pada saingannya, membuat Dara tertunduk tidak enak hati. Hani tahu keadaan sahabatnya mencoba menetralisir keadaan.
"Tante... kapan datang," tanya Hani menyapa Keira.
"Kemaren cantik." jawab Keyra.
"Tante hari ini cantik banget semakin muda ajja ," puji Hani membuat Keyra melambung tinggi.
" Ach ...kamu bisa saja, udah berapa bulan?" tanya Keira mengelus perut Hani yang sedikit menonjol.
"Jalan 2 bulan tante," ucap Hani tersipu malu.
"O iya,tante kenalkan bunda Hani," Hani mengenalkan bunda ke Keyra.
"Wah ...mbak Keyra cantik banget,cantik aslinya ya ketimbang yang di tipi," puji bunda senyum merekah di bibir bunda saat melihat artis pujaannya ada di hadapannya.
"Tante ngobrol ma bundaku ya, Hani tinggal dulu menyapa yang lainnya," ucap Hani di anggukan kepala Keyra. Hani berjalan mendekati sahabat yang galau merana.
"Makasih,ya," ucap Hani mengkagetkan Dara yang melamun.
"Kenapa? ...kenapa?" jawab Dara.
"Ke toilet yuk," Hani mengapit tangan Dara untuk meninggalkan keramaian sementara waktu,yang Hani tau saat ini hati Dara sungguh terluka.
"Menangis lah," lirih Hani. Mata Dara berkaca kaca dipeluknya tubuh bumil itu.
"Mengapa aku terjebak dalam situasi begini? isak Dara.
"Cobalah move on Dar,lupakan om Prayudi aku takut kamu terluka lebih Dalam," jelas Hani menasehati Dara.
"Tak semudah itu Han saat ini aku begitu mencintai mas Prayudi," isaknya.
__ADS_1
"Lupakan Prayudi Dar,...."
"Apa apaan ini," potong Prayudi yang sedari tadi mengikuti Hani dan Dara ada perasaan tidak enak saat menatap Dirinya dan Keira.
"Kau...! " bentak Prayudi. memeluk tubuh Dara.
"Om ...apa om tega dengan Dara ," sahut Hani yang semakin tak tega dengan Dara.
"Biar mas selesaikan semuanya aku akan menikahimu Dara."
Hati Hani semakin mencelos ada rasa marah yang sulit di kendalikan karena ia tak ingin sahabatnya terlalu berharap pada swami orang.
"Sayang beri aku waktu," ucap Prayudi mengelus rambut Dara. Aku akan menceraikan Keyra dan menikahimu," ujar laki laki yang berumur 35 tahun itu.
"Mas..." lirih Dara.
"Tenangkan dirimu...kamu tau hatiku hanya untukmu," bisik Prayudi yang di dengar langsung Hani.
"Gombal mulio," sinis Hani
"Apaan gombal mukio? tanya Prayudi geli sedikit tersenyum melihat bumil yang manyun manyun itu.
"Awas kalo om bikin Dara nangis ," ancam Hani.
"Liat bumil kalo marah jelek ya Dar," goda Prayudi mencoba mencairkan suasana.
"Apaan sih harusnya aku liat adegan kalian putus" maki maki Hani.
"Yeee..doain kami putus enggalh! ,seru Prayudi dengan mantap.
Prayudi terus menggoda Hani supaya Dara tersenyum kembali.
"Terimakasih sayang.." kecupnya di dahi Dara.
Hai bali ke cerita ku maaf aku telat up
__ADS_1