Malam Pertama Dengan Bos Papa

Malam Pertama Dengan Bos Papa
Bab 5


__ADS_3

Di rumah sakit


"buk ....bangun ..." mbok Romlah mencoba membangunkan juragannya.


Maaf anda siapanya pasien," tanya laki laki yang berpakaian putih.


"Saya Artnya pak dokter,orangtua juragan saya ada di Medan." terang mbok Romlah.


"pasien sudah melewati masa kritis,jika ada apa apa ibu bisa panggil kami," jelas pak dokter.


"Terimakasih...pak...terima kasih," ucap mbok Romlah.


*


Di dunia berbeda.


"Sayang maukah kamu jadi Istriku," sela laki laki yang memakai baju tuxedo lengkap dengan penutup mukanya.


"Yah ...aku mau jawab," wanita itu.


Bak bidadara dan bidadari mereka mengikat janji suci di depan penghulu sang wanita memakai baju putih lengkap dengan kaos tangan dan penutup kepala mereyap sampai di punggungnya. Tampak dari depan bajunya yang terbuka membelah dadanya hingga terpampang buah yang menyembul begitu indah.


"Tuhan memang menciptakan wanita begitu sempurna" puji author.


"Kamu cantik sekali sayang,"


Terimakasih akhirnya kami memilih aku ," terukir senyum.manis dibibir wanita itu.


Acara demi acara mereka lewati dengan sakral.


"Yang ..." bisik wanita itu agresif.


Pria itu menatap dengan lembut di wanita hingga berhasil membuat kacau balo pikiran wanita.


Sang pria membopong tubuh wanita menuju peraduan berhias angsa putih bertabur mawar merah yang begitu mempesona wangi sepanjang hari.


Direbahkan tubuh sang wanita ditindihnya tubuh sang wanita tapi tiba tiba pintu di gedor gedor.


"Buka brengsek ..." maki Hani ya Hani istri Pria yang tak lain adalah Adit.


"Jangan di buka sayang ...biarkan ****** kecil itu berteriak," bisik Adit ketelinga wanita itu.


Hani berteriak teriak hampir satu jam isakan dan deraian airmata menjadi satu dengan makian. Satu jam Hani berdiri lunglai lemas tak berdaya hati penuh gemuruh rasa sesak di dada.


"Tega kamu yang.,"


"Pelakor keluar kamu," maki Hani.


lain dengan yang ada di dalam kamar mereka tak peduli Hani mengumpat melolong bak serigala, nafas dan keringat menjadi satu sang wanita tersenyum.puas melihat Adit terkapar di sampingnya.


"Aaaachhh..." jerit sang wanita ketika tangan nya tiba tiba dihempaskan ke udara sebuah infus jatuh mengenai wajahnya.


"Buk...buk ..." mbok Romlah mengguncangkan tubuh Bu Sumiyati.


Matanya mengerjap erjap pupilnya ke kiri dan ke kanan melihat sekeliling.


"Mas Adit...gumamnya.


"Ibu sudah sadar ," tanya mbok Romlah was was.


"Mas Adit ...kamarku..."


"Ibu dirumah sakit ..." jelas mbok Romlah pelan.


Tiba tiba air mata Sumiyati berjatuhan.


"Ternyata aku cuma bermimpi," batinnya sambil terisak isak.


"Sabar bu...mungkin pak Adit bukan jodoh ibu."

__ADS_1


"mbok kenapa nasibku begini mbok..." isak Sumiyati.


Namanya Bu Lusia Sumiyati guru bahasa Indonesia pengagum pak Adit sejak pertama kali masuk sekolah itu. Debar asmara menggelora.


Kita tinggalkan Lusia Sumiyati beralih lagi pada Adit dan Hani.


"Besok perpisahan sekolah yang," rrajuk Hani .


"Beliin baju ya," rengek nya .


Mata Adit beralih dari yang tadinya menatap tumpukan berkas kini beralih pada Hani.


Senyum tipis menghiasi bibir Adit.


"Acchh...kalo gini pingin lagi" goda Adit.Aditpun melangkah mendekati Hani yang terduduk di sofa.


Di belainya tubuh mungil itu.


"Eh....apaan sich ... ingat ini kantor yang,"


"Acchh..." goda Adit sambil menyergap bibir Hani yang membuat ketagihan. lagi dan lagi.


Hani pun tak tinggal diam tangan nya mulai mengalung ke leher Adit.


"Aaaachhh...teriak Herlan saat membuka pintu.


Adit dan Hani pun kaget buru buru didorongnya Tubuh Adit.


"Huuuhh...tidak dirumah tidak di kantor sama saja," gerutu Herlan sambil menaroh berkas di meja.


"Tuh ...tanda tangan aku tungguin.,"sewot Herlan.pantas dari tadi Sugeng ga ngijin in aku masuk ternyata,"


Herlan mendudukan tubuhnya di dekat Hani membuat Adit mendelik.


"Apa ....buruan tanda tangan ga level ya cuma segini.," tangan herlan pun mengepal.


Seperti tanggap akan perkataan Herlan Aditpun menimpuk kepala sang adik dengan tisyu.


"Nich..."


"Pulang noh.kalo mau mesra mesraan.," usir Herlan.


"Yang CEo di sini siapa," jawab Adit.


"Bikin kepingin saja," gerutu Herlan disambut tawa Hani dan Adit.


"Lanjut yuk yang "


"Engga ..." sahut Hani sambil mengambil tas Selempang ya. di ambilnya hape terus dibukanya logo biru.


"Yang...yang ini kan Bu Lusia Sumiyati ," seru Hani saat membaca berita di sosmed.


"Seorang wanita mencoba bunuh diri , gegara sang pujaan hati nikah ," Hani pun membaca keras keras.


"Masa "


"eh...ga percaya ,"


"Nich...Hani pun menyodorkan hapenya."


Di sahutnya hp Hani.


"Gila ...Bu Lusia " guman Adit.


"Cie...cie..." goda Hani.


"Yuk ...ach.cari baju ya," ajak Hani.


"Hallo Sugeng...kalo ada apa apa biar Herlan yang menangani seminggu ini aku jangan di ganggu,"jelas Adit di telepon.

__ADS_1


"Siap bos,"


Hani dan Adit menuju butik langganan.Mata Hani tertuju pada gaun merah muda berbelahan dada agak rendah dengan ujung nyeprok mirip koreah gitu.


"Ga...."


"Mau itu.."


"Tidak sopan atu yang,"


"Tapi Hani mau itu ," renggek hani.


Dengan terpaksa Adit menyetujuinya.


"cantik kan ," kata Hani dengan pedenya memutar mematut di cermin.


Tanpa Hani sadari Adit sudah di belakang Hani dikecupnya punggung Hani di jelajahnya leher jenjang hani. Hani pun merasa risih disorongkan tubuh Adit ke belakang.


"Tenang sayang ga da orang ,"


Hani pun melongo menyibak korden ruang ganti pantes sepi ternyata ulah Adit.


"Gilak suami gue tajir banget ," batin Hani mesam mesem tinggal hidup ongkang ongkang duit jalan sendiri.


"Ha...ha...aku tau yang kamu pikirkan gadis nakal," sentil Adit ke jidat hani.


Ehhhj...sakit tau , keluh Hani tapi dari mana dia tahu aku kan ga .ngomong,"


"Aku punya Indra ke enam sayang,' ledek Adit.


"Mbak...mbak bungkus ini ya sekalian itu gaun yang kurang bahan satu lusin"


Tanpa ba...bi..Bu..pelayan toko pun menghitung nominal pembelian.


"10 juta ya pak..,"


Adit menyodorkan kartu hitam miliknya kartu tanpa batas.


"Isinya duit Thor/ Hani


"Siapa bilang isinya daun Han/ othor.


"Terus kenapa pas ijab khobul nangis nangis/ ledek othor.


"Kirain Adit nya tua perutnya buncit/ Hani


"Sekarang Tuman kan / othor


Hani melirik othor was was ingin rasanya mencincang mulut othor yang lemes


"Ha...ha..." tawa othor menggema seakan akan ingin membangkitkan seluruh warga kubur.


"Habis ini kita jenguk Lusia ya yang,"


"Jenguk apa jenguk," seloroh Hani.


"Jenguk sayang ...kamu tau kan dari dulu aku ga suka Bu Lusia ," jelas Adit berhati hati.


"Jenguk saja sendiri.'sungut Hani.


Sebenarnya ga ada di hati Hani cemburu cuma habis belanja Hani mau ngajak Adit ngedate terus nonton bioskop terus makan malam terus ngerencanain haneymoon ke Jogja.


Vote


Bunga


Atau apalah yang bikin othor suka


Maaf telat updetnya sang mertua jatuh tangannya memar jadi bolak balik.ke rumah mama mertua

__ADS_1


Salam emmmuiuacch


Terimakasih


__ADS_2