Malam Pertama Dengan Bos Papa

Malam Pertama Dengan Bos Papa
Bab 22


__ADS_3

Selamat menjalankan ibadah puasa


berkah buat kita semua


"Mas...sudah..lerai Hani, maafkan aku, Deddy pulanglah aku sudah bersama suamiku." lirih Hani. Deddy berpamitan di lubuknya paling dalam ia berharap Hani memilihnya tapi kenyataan pahit berpihak padanya dan dia harus menelan kekecewaan yang begitu berat.


Sepeninggal Deddy, Adit tak kuasa menahan tangisnya ucapan syukur keluar beberapa kali saat tahu anak yang di kandung Hani selamat.


"Maafkan aku kemaren aku tidak menginginkan bayi ini" ucap Hani dengan nada lemah.


"Tidak apa sayang kamu masih terlalu muda, maafkan aku menjebak untuk menikah denganku," ucap Adit mengusap airmata Hani yang jatuh ke pipi.


"Untuk sementara kita tinggal di Jogja aku akan mengontrak rumah sampai kandungan kamu kuat," ujar Adit.


"Bagaimana dengan sekolah kamu dan resto kamu?" tanya Hani.


"Jangan kawatir Herlan telah pulang dari Sulawesi dia yang akan menghandle resto sedangkan sekolah aku bisa mengajukan cuti," jelas Adit.


"Trimakasih mas...maafkan kelakuanku,"


"Tak apa sayang ..." jawab Adit sambil menegang tangan Hani. I love you sayang." bisik Adit ke telinga istrinya membuat sang empu merah merona.


"Aku kabari bunda ya takut bunda kepikiran,"


"Jangan mas ...kasian bunda," tolak Hani.


"Ya udah aku akan bilang ke Aris dan Sania supaya mengantar pakaian kita"


"Uops ...siapa Sania." tanya Hani


"Pengganti Sugeng," jawab Adit lembut.


"Mas Adit boleh aku minta sesuatu."


"Apa itu sayang..."


"Pingin belalang goreng."


"what...belalang goreng! sayang di mana mas carinya?" tanya Adit kebingungan.


"searcing geogle..hape canggih ko ga di gunain" cerocos Hani.


Adit kemudian mencari keberadaan belalang goreng.


"Yank...dari rumah sakit ini sama kota nya mayan jauh yank" keluh Adit tapi dia juga tak ingin mengecewakan istrinya.


"Mas coba dech tanya tukang parkir telpon Deddy," kilah Hani.


"Engga..ngapain tanya Deddy."ketus Adit.


"Tapi aku mau sekarang belalangnya mas," rengek Hani mulai tak sabar dengan Adit.


"Iya...mas keluar dulu tapi kamu ga pa pa kan di tinggal sendirian ato jangan jangan Deddy mau nemenin kamu," selidik Adit dengan memicingkan mata.


"Apaan sich mas aku dari tadi juga tidak pegang handphone," sangkal Hani.


"Kamu tidak bohongi mas kan," selidiknya lagi.


"Ya ampun mas ...hape Hani tertinggal di kamar losmen tau,"


"Ya udah..aku ambil tas kamu sekalian mau ambil koper dan mau lihat rumah yang mau kita tinggalin, pamit Adit.Awas jangan macam macam," pamit Adit seraya mengecup kening Hani.


Adit meninggalkan Hani yang tersenyum smirk.


"Keluarlah..."ucap Hani kepada seseorang yang tak lain Deddy bukannya pergi pulang tapi Deddy bersembunyi di kamar mandi.

__ADS_1


"Kamu ga pa pa kan," tanya Deddy kawatir.


"Trimakasih perhatian sama aku," ucap Hani.


"Ngidam belalang," tanya Deddy sekali lagi.Boleh aku carikan ." Hanipun mengangguk setuju.


Deddy memainkan ponselnya tak sampai setengah jam pesanan Hani datang.


"Hiiii...ternyata begini bentuknya buat mas Deddy aja dech." Hani bergidik saat menatap belalang dalam toples.


"Enak lo kamu pasti ketagihan" pamer Deddy seraya mencomot satu belalang yang telah ia buka toplesnya.


"Enak ngga," tanya Hani jijik.


"Huek...


"Huek...singkirkan Ded mau muntah aku," Hani membekap mulutnya dengan tangan kirinya.


"Ga jadi nich...enak lo" pamer Deddy yang telah habis setengah toples.


Hani hanya tertawa melihat kelakuan Deddy.


"Maaf ya Han atas kelakuan Sandra."


"Pacar kamu"


"Mantan"


"Owh ..dia masih sayang lo ma kamu kenapa ga balikan," ucap Hani.


"Dia selingkuh karena aku tidak bisa penuhi keinginan dia," sesal Deddy


"Pulanglah ...aku takut mas Adit tau kamu di sini;"


"Tapi Han..."


"Tapi aku masih bisa mengunjungi kamu kan," tanya Deddy dan diangguki kepala Hani.


Roman romannya ada yang mau ngrangkep nich/ othor


Apaan sih thor datang tak di undang sana pulang duluan/ hani dengan senyum smirknya.


Tengah malam Adit baru pulang menemui Hani dengan sekantung kresek berisi 10 toples belalang.


"Ya ampun mas..." Hani terkejut melihat apa yang di bawa Adit. Mas yang habisin" kata Hani.


"Yank ..." rajuk Adit.


"Kenapa ...ini anak kamu lo yang minta,"


"Iya..iya.."


satu gigit


dua gigit tiba tiba badan Adit gatal gatal.


"Kok habis maem gatal gatal ya yank" ucap Adit menggaruk kulit tubuhnya.


Hani mau turun melihat kondisi Adit tapi Adit melarang buru buru Adit melangkah mencari dokter.


"Permisi dok." sapa Adit. ko badan saya bentol bentol ya pak."


"Mas nya alergi ini kayak habis maem belalang;kata dokter sok tau.


"Kok dokter tau,"

__ADS_1


"Saya kasih resepnya," Dokter memberikan obat kepada Adit.


"Trimakasih dok." ucap Adit meninggalkan Dokter dan suster.


Di rumah Dara


"Om...kita jadi ke Jogja engga." seru Dara yang berada di kamar mandi.


"Jadi dung.."


"Om ga pulang ke rumah tante Keira" tanya Dara yang memeluk punggung Prayudi.


"Kamu tidak mau ketemu temen kamu yang sedeng itu" tanya Prayudi.


"Maksud om..Hani..Hani juga di Jogja. Terimakasih om" ucap Dara semakin mempererat pelukannya.


"Aris menitipkan koper baju kepada kita. sekalian Sania itu asisten baru Adit juga mau ikut takut nyasar kalee" terang Prayudi diikuti tawa Dara


"Makin sayang dech." rayu Dara.


"Hiya om kan punya uang banyak coba kalo om bangkrut" kekeh Dara di sambut dengan cubitan Prayudi.


"Hist...jangan gitu ucapan adalah Doa. Dara tetap setia sama om."


"Terima kasih Dara manisku" ucap om yudi sambil nengulum bibir tipisDara.


"Haaahhhashhh..." nafas Dara tersengal takala ciuman Yudi yang berubah menjadi sebuah tuntutan.


"Lepas...Dara ga bisa nafas" Dara mendorong Dada yudi tapi tak berhasil malah sekarang tubuh Dara dikuasainya.


Skip


Skip


Skip


Kasian yang baca thor...


Satu jam mereka bergelung dalam selimut tiba tiba ponsel yudi berbunyi.


"Hallo.."


"Maaf pak mbak Sania dan koper ibu Hani dan pak Adit sedang meluncur ke situ." ucap Aris di telpon.


"Okey saya tunggu"


Malam beranjak pergi sang pagi menggantikan perannya sinar putih kemilau menerobos jendela Dara. Sepasang anak manusia beda umur tapi tinggal seatap telah bersiap siap untuk melakukan perjalanan.


"Kamu suka" tanya Prayudi.


"Sukalah"


"Terimakasih om selalu buat Dara bahagia."


flachback


Kala itu aku bertemu dengan om prayudi yang menjadi atasan mamaku. mamaku seorang single parents, beliau bekerja di perusahasn Wirawan groups.


Waktu itu aku menangis tersedu sedu saat mama di tagih DC.akibat ulah papa rumah mewah warisan nenek di jual untuk menutupi hutang papa hingga suatu hari mama pun menggadaikan aku kepada majikannya.


Vote..


koment


Atau apalah

__ADS_1


selamat membaca


__ADS_2