
Mobil memderu deru dengan kencangnya.
"Mas Adit jahat Hani mau tidur berisik tau," maki Hani di atas balkon tak.lupa sebuah pot meluncur kearah mobil itu. Sang pemilik keluar dari mobil dan mendongak ke arahnya.
"Yah....penyok" seru pria itu dengan kesalnya.
"Bumil ..!!!! teriak laki laki yang tak lain adalah Deddy. Mobilku...kamu tanggung jawab" Deddy pura pura marah.
"Deddy ...ya ampun maaf...maaf ...balas Hani. Dia pun cepat cepat menuruni tangga.
"Mbah..mbah sabar teriak Hani dan wanita itu tergopoh gopoh mendekati Hani. Buatin minum buat tamuku," perintah Hani yang berlari kecil menuruni tangga.
"Hooaamm..." Hani menguap terlihat rambutnya yang acak acakan.
"Iihhh...bumil cantik banget" goda Deddy tak berkedip menatap wajahnya.
"Hello ..."sapanya dengan mengayun ayunkan telapak tangannya.
"Ehhh...."
"Nglamun ajja jangan bilang aku cantik ya," ucap Hani kepedean.
"Ayo masuk...ngobrol di dalam" ajak Hani menggandeng tangan Deddy.
cie...cie ...deg ...deg ..an ga Ded/ othor
apaan sich thor...pingin sini ku gandeng
gua timpul jadi batu lu
"Neng...minumannya.." mbah Sabar menyodorkan minuman dengan sopannya.
"Trimakasih mbah" ucap.Deddy.
Mbah Sabar meninggalkan Deddy dan Hani yang asyik ngobrol.
"Bumilku hari ini pingin apa," tawar Deddy yang kini beralih duduk di samping Hani.
"Ko deg...deg...gan gini ya" batin Hani.
"Jalan -jalan yuk "Ajak Deddy.
"Gimana ya..Hani ngantuk takut ketauan juga ma mas Adit."lanjut Hani. Deddy melancarkan segala rayuan untuk mengajak bumil yang satu ini.
"Engga ach.." tolak Hani bimbang, disisi lain ia ingin bersama Deddy tapi hati kecilnya selalu teringat Adit.
"Please..." rayu Deddy dan Hani menggelengkan kepalanya. Ya udah dech ...lain kali harus mau ya."ucap Deddy sedikit memaksa.
"O, ya Ded. kamu pulang ya," usir Hani dengan nada lembut.
__ADS_1
"Yah...aku ingin bersama mu tau.." kata Deddy dengan raut kecewa.
"Takut mas Adit pulang, aku tidak ingin kali berantem" terang Hani.
"Tapi Han..."
"Sudah sana pulang ...ga enak juga sama mbah Sabariah besok kalo mau ketemu, kita janjian di luar," lirih Hani tapi tegas.
"Okey ...tapi janji tidak ingkar "
"I..ya jawab Hani tentu saja dengan menekul jari di belakang punggungnya yang berarti pembatalan perkataannya.
"Iya aku pulang ..tapi bolehkah aku memelukmu" pamit Deddy.
"Engga ..." tolak Hani cepat terkadang otaknya juga bisa untuk berfikir bahwa dia punya swami.
Deddy meninggalkan Hani tapi di depan teras muncul Adit dan Sania.
"Kamu ...." ucap Adit penuh penekanan. Kenapa kamu di sini hhhhh" tanya Adit dengan penuh kemarahan. Matanya begitu nyalang menatap Deddy.
"Ya Tuhan ..." batin Hani saat mendengar suara Adit.
"Mas Adit , pekik Hani. Lepaskan Deddy" seru Hani setelah melihat Adit hampir saja menghajar Deddy. sudah lepaskan dia yank" rayu Hani membuat kuping Deddy kepanasan lirikan tajam ditujukan ke arah Hani.
"Sania...kamu urus laki laki ini " ucap Adit mencoba meredam kemarahannya. Semarah marahnya Adit jika ia sudah melihat Hani maka ia pun akan luluh walaupun Hani berbuat kesalahan dia akan memaafkan.
"Maaf ...mas Deddy anda bisa pulang sekarang" usir Sania dengan sopan tapi tegas.
"Tunggu aku di ujung kompleks" lirih Sania memecah keheningan.
"Apa mau mu"tanya Deddy penasaran .
"Tunggu aku di ujung kompleks " tegas Sania.
Deddy pun menurut ia pun masuk mobilnya sedangkan Sania pura pura minta ijin ke Adit untuk ke apotek.Tak berapa lamapun terjadi perbincangan .
"Bagaimana deal ?" tanya Sania. Kita jalankan rencana kita"
"Maksud kamu,"
"I..ya...kamu dapat Hani dan aku mendapatkan Adit"jelas Sania.
"Kita jalankan sesuai rencana, seminggu lagi akan diadakan pembukaan resto baru segala sesuatu aku yang urus kamu dan band kamu bisa mengisi acara itu, terang Sania dan aku akan menjalankan misi kita." Deddy mengangguk tanda setuju.
"Okey...deal" Deddy mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Sania.
"Sebentar lagi ...Han kamu akan menjadi milikku" batin Deddy. Seakan tau yang di pikirkan partnernya Sania menyungging senyum.
"Semoga misi kita sukses memisahkan mereka." ucap Sania.
__ADS_1
"Sepupuku akhirnya dendammu akan terbalaskan." batin Sania.
Deddy pergi setelah pamit dengan Sania begitu pula Sania.
Lain halnya dengan Hani dan Adit yang saling merajuk.
"Kangen yank" bisik Adit.
"Ngantuk ...gendong.." lirih Hani
"Kamu tu ya.."
"Manja banget.." goda Adit menoel pipi Hani yang bertambah chubby.
Adit membopong tubuh sang istri memasuki kamarnya.
"Boleh ya" ijinnya dengan memelas menatap wajah istrinya dengan intens.
"Hiya tapi pelan pelan" lirih Hani.
Tanpa aba aba Aditpun menyerang bibir Hani dengan lembut dan tangannya menyusup ke dalam kemeja Hani. ******* demi ******* keluar dari mulut pasutri itu.
"Heeemmm...Adit meloloskan kemeja Hani yang kegedean sedangkan tangan Hani membuka kancing baju Adit satu persatu.
"Aku mulai ya" bisik Adit.
"Iyah...jawab Hani manja.
"Inget Dit baru pulang dari rumah sakit/ teriak othor.
"Apaan sich thor kalo mou ikut sini/ Adit.
"Gua timpuk lu dit/ othor.
Skip
skip
skip
Bulan puasa bulan penuh berkah skipnya di buat penasaran ya..
vote
koment
like
jangan lupa ya
__ADS_1
insa alloh nanti updet lagi