Malam Pertama Dengan Bos Papa

Malam Pertama Dengan Bos Papa
Bab 8


__ADS_3

Masih di kamar Alia


"Al..boleh,ya," rayu Sugeng.


Sugeng pun mengeluarkan jurus mautnya membuat Alia luluh.


"Pintu di kunci dulu mas ," suruh Alia malu malu rona merah menghias pipinya yang tembem.


Sugeng mulai menjalankan aksinya tangannya menari nari di atas tubuh Alia dari pipi menuju kancing baju Alia di bukanya satu persatu dan tanpa perlawanan Alia pasrah dengan keadaannya.


"Eeegghhh..." desah Alia ketika tangan Sugeng mulai merayap menyentuh dua gunung kembar yang terpampang begitu besar. Maklum Alia hamil muda.


Hasrat tak dapat dibendung tatkala penutup gunung Semeru di buka nya terpampang pemandangan yang sulit di artikan bagi Sugeng dan ini yang ke dua kalinya.


Rasa candu ingin lagi dan lagi . Sugeng pun memberi tanda di dada Alia membuat Alia melenguh kecil. bibirnya pun naik ke leher kemudian bersemayam di bibir Alia di lumatnya bibir mungil itu sehingga masuk ke dalam mulut Sugeng . Di saat mereka menikmati tiba tiba Hani berteriak.


"Mbak ...aku berangkat ke sekolah dulu ya .," ucap Hani tanpa curiga Sugeng telah menggagahi sang kakak.


"emmmm...lepas," Alia yang tersadar langsung mendorong tubuh Sugeng.


"Iyyya...dek ..iya...hati hati," pesan Alia.


"Jangan lupa rumah di kunci ya kak." seru Hani sambil berlalu meninggalkan rumah.


"Hani sekarang pergi, aku mau Al.," pinta Sugeng memelas sedang dia sudah tidak bisa menahan hasrat. Didorongnya tubuh Alia di spring bed itu. Dilanjutkan nya adegan per adegan laksana sedang shooting badai lautan asmara yang mengoncang seisi kamar. Peperangan antara Alia dan Sugeng pun terjadi,Alia sebagai wanita pun tak bisa menjadi kiper yang handal dua jam kebobolan membuat dia menjerit keenakan.


hosh...hosh...hosh...nafas keduanya terenggah enggalh di tengah pertempuran yang begitu sengit tak selang berapa lama keduanya terkapar.


Sugeng mengambil selimut dan menutupi tubuh Alia yang begitu lelah,keringat pun bercucuran.


"All...mau lagi ya," bisik Sugeng tubuh Alia seakan menjadi candu baginya.


"Capek," renggek Alia.


"Biar aku yang bekerja kamu tinggal menikmatinya," rayunya lagi sambil membelai rambut Alia dan Alia pun mengangguk.


,"Aku akan hati hati," ucap Sugeng sambil mengecup perut Alia. Dan Alia pun tersenyum.Tiba tiba Alia mengerang saat sebuah benda masuk lagi ke daerah titik rawannya. Rasa berkedut kedut.


Sugeng pun mendesah hebat.


"Ternyata menyetubuhi wanita hamil memang nikmat." seringai Sugeng membuat Alia menatap aneh.


Di gelengkan kepalanya..


"Aacchh...desah Sugeng ketika sampai pelepasan pertama di ronde yang kesekian kalinya.


Di semburkan mayones ke dalam roti milik Alia.Dan Alia pun tak kalah digigitnya wadah mayones membuat sang pemilik melengking hebat.


"Terimakasih sayang," kecup Sugeng.


Tak terasa hampir jam 12 siang.Perut Alia mulai keroncongan.


"Adek lapar ya," tanya Sugeng sambil mengelus perut Alia.


"Aku mau mandi tapi badanku lemas,"

__ADS_1


Tanpa komando Sugeng membopong tubuh Alia ke kamar mandi. Di dudukan tubuh Alia di kloset membuat Alia bersemu merah.


"Malu .., kan kamu dah liat semuanya,"


"Apaan sich,"


"Lagi boleh ngga," goda Sugeng .


Alia menghela nafas panjang sekali dan lama itulah choky choky coklat yang lumer di mulut ( iklan Thor itu iklan). Dan author cuma tersenyum simpul ingin sekali melempar sendal ke kepala Sugeng.


"Isi apaan sic otak Sugeng ..." batin othor.


Lanjut di sekolah Hani.


"Makasih ya bang, o iya Gober wallet ya," ucap Hani sambil.turun dan memperlihatkan hp nya.


"Okey ...jangan lupa kasih bintang ya ," jawab kang ojeg tersenyum memamerkan giginya yang putih.


"Wow...silau men," goda Hani dilanjutkan tawa kang ojeg.


Kang ojeg pun berlalu begitu juga Hani masuk ke lapangan sekolah yang sudah di pasang tenda.


"Siang sayangku," sapa pak Adit tak memperdulikan kanan kiri.


"Malu tau,"


"Cie...cie yang penganten baru," goda salah satu staff guru.


Muka Hani bak kepiting rebus .


"Dich ...marah ..marah ...ngajak perang nich/ othor.


"Ampun Thor nasip aku ma pak Adit kan di tangan kamu" cemberut Hani.


"Tu tau...suka suka othorlah ...ha...ha.../ othor


"Pak,Hani ke kelas dulu ya," pamit Hani sambil nyium tangan pak Adit.


"Cie...cie yang di cium mau dong ," ledek pak Wawan guru olahraga.


"Makanya buruan nikah jangan kelamaan jomblo inget tu umur." balas pak Adit di sambut tawa para guru.


"Ha...ha..ha..." sorak para guru. Pak Adit pun meninggalkan para guru menuju panggung tempat acara .


Tangan pak Adit pun mencolek pundak Hani. Kemudian dia pura pura sembunyi di belakang para siswa tentu saja dengan mengkode siswa agar mereka seolah olah bingung.


"Siapa sih ...colek colek " gerutu Hani.


"Jangan jail dech," Hani pun setengah berteriak membalikan badan .


"Sssssttttt....tuh," Daramitha salah satu cs Hani memberi kode dengan mengelengkan kepalanya.


"Ouuuhh..." ucap Hani sambil menutup mulut.


"Selagi dia lengah kita tinggalin dia ," bisik Dara dianggukin kepala.

__ADS_1


Hani dan csny meninggalkan panggung dan pak Adit membiarkan pak Adit celingukan kelabakan mencari cari Hani.


"Bagaimana malam pertamaku," Dara membuka pembicaraan


"Mau tau apa mau banget," sahut Hani membuat penasaran mereka.


"kita ke rooftoop .." usul Sasi.


"Nggibahin pak Adit yuk," ajak Dara.


Sambil tertawa mereka menuju rooftoop.


"3 tahun gaes kita di sini, tempat ini markas kita," kilah Sasi.


"Papi mami ingin aku nglanjutin ke Jepang," imbuh sasi.


Hani dan Dara shock mendengar salah satu sahabatnya akan pergi jauh. Airmata mulai menitik.


"Hai ...Jepang itu tak jauh tau," sembur Sasi geli melihat 2 sahabatmya.


"Siapa yang bayarin aku bakso," seru Dara.


"Hoo...kan kamu yang paling tajir." sambung hani.


"lu..sekarang ga akan kekurangan ada pak Adit Han. Dan lu Darimitha om Prayudi siap jadi sugardady mu," jelas Sasi di sambut tawa keduanya.


"Ogah ...gue ma ms Yudi," ceplos Dara sambil menutup mulut saat ingat keceplosan.


"Cie...cie yang manggil mas ," goda Sasi dan Hani bersamaan.


"Apaan sih kalian ," Rajuk Dara memohon supaya berhenti mengolok oloknya.


Alunan musik mengalun dari panggung.Rangkaian demi rangkaian acara berlangsung hidmat.


4 jam telah berlalu tentu saja pak Adit yang sedari tadi kelimpungan mencari sang istri tiba tiba dikagetkan suara yang amat dia rindukan.


"Sayang nyari aku ho.o," colek Hani.


"Cie...cie yang kangen baru 4 jam di culik ...sudah kelimpungan ," timpal Dara


"Awas kamu dara nilai kamu 5,"sungut pak Adit posesif memeluk Hani.


"Ingat ya sudah lulus....lulus," seringai Dara di sambut tawa ke empatnya.


"Kalian mau tenggok ngga Bu Lusia Sumiyati tu pacar pak Adit."


"Kenapa dengan Bu guru sexy," tanya Sasi.


"Percobaan bunuh diri gegara nich." terang Hani sambil memamerkan cincin kembar yang dipakenya.


"Oh...patah hati tu obatnya disamping kamu tu ," tambah Sasi cengengesan.


"hussss... kalian masih anak anak," tegas Adit.


"Tapi pak Adit suka kan walaupun kecil lincahkan pinter lagi god dara melirik Hani yang mendelik matanya.

__ADS_1


__ADS_2