
Maaf ...terupdet 2 kali ya. Berhubung hape ku batunya mlembung jadi istirahat dulu tapi bukan istirahat buat bikin cerita
Please like
please koment
please vote
Biar dapat level terus biar bisa beli hape baru
cccaaayoooo
"Uhuuuukkk..." Dara tersedak di letakkan kotak susu itu di meja, mukanya ia tekuk.
"Makanya lihat -lihat jangan asal comot," kata Hani terbahak bahak.
"Kamu tu ya,awas lo" seru Dara mengelitiki sahabatnya.
"Ampun...ampun" ucap Hani .
"Aduh...perutku," lirih Hani terbungkuk bungkuk menahan nyeri perutnya. Dara kaget bukan kepalang.
"Mbok...mbok...seru Dara memanggil mbah Sabariyah. Nenek tua itupun tergopoh gopoh mendekati majikan kecilnya.
"Duch neng ...ini kenapa neng Hani" tanya mbah Sabar was was.
"Bantu Dara bawa Hani ke kamar" ketus Dara.
"Baaaiik...neng."
Dara dan simbah membawa Hani ke kamar di sandarkan tubuh Hani di tempat tidur .
"Jangan bilang bapak," ucap Dara ketus.
"Ssssttt...aku hanya butuh istirahat ..." sela Hani lirih. Mbah ...tinggalkan kami berdua." simbah itupun dengan cekatan pamit meninggalkan mereka berdua.
"Kita ke dokter ya" dan Hani menolak dengan menggelengkan kepalanya.
"Jangan lebai dech.aku tu hamil ga sakit apapun" terang Hani.
"Tapi..kan.."
"Ssstttt...potong Hani menunjuk mulut Dara supaya diam sedangkan tangan kirinya memainkan hapenya entah siapa yang sedang chat dengannya.
__ADS_1
"Nanti kukenalin ma cwo ganteng" lirih Hani.dan bibirnya selalu tersenyum melihat layar hapenya.
"Jangan bikin masalah" nasehat Dara.
"Dont worry ...aku ga suka dia tapi dia ngejar ngejar aku," elak Hani mencoba menjelaskan kepada sahabatnya.
"Ajak dia vc" pinta Dara yang penasaran dengan pria itu. Dimana yang membuat Hani tersenyum tapi bukan untuk jatuh cinta karena rasa yang ada sudah di miliki Adit sepenuhnya.
Deerrttt...
deerrtt...
derrrrt..
Anggap suara ponsel Hani. Di lihatnya dengan jelas nama yang terpampang di gawainya.
"Nach ini dia ..." batin Hani membuat Dara ssmakin penasaran. Di tariknya tombol berwarna hijau panggilan telepon berubah menjadi panggilan vidio.
"Hai bumilku..." sapa yang di sebrang siap lagi kalo bukan Deddy.
"Hai..." jawab Hani berseri -seri melupakan rasa sakit yang mendera perutnya
"Gi apa," tanya Deddy.
"Hoo thor tapi lebih berat beban hidupmu " pertanyaan yang di jawab Hani sungguh ingin menengelamkan Hani ke dalam kolam.
"Hai...aku Dara " sapa Dara melambaikan tangan tak lupa senyum yang di tarik menghiasi bibirnya.
"Hai aku Deddy ...bumil temennya cantik." puji Deddy membuat Dara melayang terbang tapi takut terjun bebas.
"Nanti sore kita jalan yuk" ajak Deddy.
"Kenapa ga sekarang, aku ingin ke pantai Parangtritis" celoteh Hani. Dara mengapit lengannya seolah olah memberi tanda kalo Adit akan pulang.
"Tenang mas Adit pulangnya malem" bisik Hani di anggukin Dara tapi sebenarnya was was juga ya karena tuan bucin biasanya tidak bisa lama meninggalkan cintanya apalagi istrinya saat ini sedang hamil.
"Okey siap siaplah..aku jemput."
"Ga...jawab Hani cepat.Aku dan Dara naik grab jemput kami di terminal" ucap Hani di acungi jempol Dara.
"Okey" sahut Deddy.
Hani pun mematikan ponselnya secara sepihak.
__ADS_1
"Kamu udah ga sakit lagi?" tanya Dara menatap intens Sahabatnya.
"Dara aku tu Hamil bukan penyakitan," jawab Hani kemudian turun dari tempat tidur tak lupa mengganti pakaiannya dengan rok selutut dan kaos tak.lupa ia pakai jaketnya.
"Kamu tidak ganti baju" lirik Hani.
"Engga..pakai ini aja tinggal di pakein jaket" jawab Dara. Dara berlari kecil menuju kamarnya mengambil tas selempang beserta ponselnya, di tatapnya layar hapenya kosong tidak ada notif dari Prayudi di benaknya sekarang ingin tau apakah Prayudi dan Kiara bercinta. Hawa cemburu bergelayut di relung hatinya.
"Ayo.." seru Hani yang sudah ada di depan pintu kamar Dara yang terbuka.
"Hhhhaaiya..." toleh Dara tergagap saking terkejutnya.
"Nglamun aja sekarang kita fun lupain om Prayudi" hibur Hani. Untuk berapa saat Dara terdiam.
"Benar juga yang di bilang Hani gue juga harus fun dong"batin Dara sumringah.
"Sudah pesan taksi online" tanya Dara.
"Sudah sepuluh menit juga sampai. oiya aku pamit mbah Sabar dulu dia ada di belakang."
Hani meninggalkan Dara yang berada di teras menunggu taxinya.
"Mbah aku pergi dulu ntar kalo mas Adit pulang aku perginya sama Dara"pamit Hani.
"Tapi neng ...neng sedang sakit..." ucap mbah Sabar dengan nada kawatir.
"Aku hamil mbah bukan sakit." sahut Hani pelan. Da...mbah taksinya sudah datang " seru Dara meninggalkan simbah.
"Neng hati hati jangan berlari."
Hani melambaikan tangan kepada mbah Sabariah.
Tak berapa lama sepeninggal Hani dan Dara,Adit pulang.
Apa yang terjadi dengan Adit ...marah marah kah ...atau malah menyusul Hani ke Parangtritis..
like
vote
komentar
Maaf dapat kunjungan dari bapak president
__ADS_1