Malam Pertama Dengan Bos Papa

Malam Pertama Dengan Bos Papa
Bab 9


__ADS_3

Sore menjelang sang Surya mulai mundur kembali keperaduan.


"Kita mampir ke hotel dulu ya," ajak pak Adit sambil merangkul pundak Hani.


"Cie...cie..mau berapa kali nic..." goda Sasi.


"Hust...anak kecil tidak boleh tau ya," sambut Hani diiringi senyum kecut pak Adit dia tak menyangka jawaban sang istri.


"Dar...ga di jemput Om Prayudi kamu." tanya Hani membuat pak Adit melotot mendengar nama Prayudi .


jl


"Apa...kalian kenal dengan Prayudi," tanya Adit was..was.


"Tentu saja kenal ...dia kan pacar Dara," jelas Hani lagi tentu saja Dara bersungut-sungut .


"Apa sih..." sungut Dara.


"Bukan pacar ...kok"


"Iya tapi temen bobok ," goda Sasi membuat Adit semakin penasaran yang dia tahu prayudia sudah mempunyai Kiara karena dia dan Prayudi mempunyai hubungan om dan keponakan.


"Prayudi?..." tanya Adit.


"Pak Adit kenal," tanya Dara menelisik.


"Engga..." jawab cepat pak Adit. Nama Prayudi banyak ..." pikir nya cepat cepat seolah olah menghilangkan keraguannya.


"Yuk ...ach. " ajak pak Adit sambil mengapit tangan Hani mengajak pulang.


"Kita jadi ke Jogja"


Pak Adit mengganggukan kepala mereka tidak tau apa yang terjadi dirumah mereka.


Sasi Hani dan Dara pun saling berpelukan . Mereka berpisah di parkiran .Tiba tiba mata Adit tertuju sebuah sedan hitam dengan plat nomer xxx.


"Om Yudi," batin Adit. Matanya terbelalak dadanya berdegup kencang saat Dara sahabat Hani masuk ke dalam mobil itu sekilas dilihatnya seorang pria berkacamata hitam mengecup kening Dara.


"liat apaan sih.." ucap Hani mengagetkan Adit


"Bengong aja. nanti Kesambet tau," Rajuk Hani manja.


Aditpun mengelus dada kemudian tersenyum kecut ditatapnya mantan muridnya ingin bertanya mengenai dara dan Yudi.


"Biarkan saja ..ach." Adit membatin.


Di dalam mobil pun Adit memegang tangan Hani dengan mesra ingin menghilangkan rasa penasarannya pada sosok pria yang ada di mobil bersama Dara.


"Kasian Dara ya yang " Hani mulai membuka obrolan.


"Kenapa ," tanya Adit sambil fokus dengan setirnya.


"Dara adalah brand ambassador di perusahaanya terus pacaran dengan om Yudi. padahal jarak om Yudi dan dara 2 kali lipat umurnya."


Pak Adit manggut-manggut .


kruk...kruk...anggap suara perut laper. Hani memegangi perutnya.


"Sakit perut," toleh pak Adit dengan tangannya pegang kemudi.


"Suami ga peka ," batin Hani memasang muka masam menahan lapar.


"lapaaar..tau ngga.." Hani berteriak kecil sambil memukul pundak Adit.Dan Adit pun hanya cengengesan.


"Laper....depan rumah ada warung tenda beli di situ yuk ," ajak Adit.


Hani pun manyun " kirain mau diajak di KFC apa makan mie koreah itu yang lagi nge-hits."


"Besok ya ...mas capek ...besok kita sudah terbang ke Jogja," kata Adit membuat Hani berbinar senang .

__ADS_1


"Makasic sayang," ucap Hani sambil memeluk lengan Adit.


"Cium ...cium..."Sorai Adit disambut tertawa Hani.


"Buruan ach ...Hani lapar."


Mobil Adit pun berhenti di trotoar persis ujung rumah Hani.Hani pun turun diikuti Adit. Duduk ngleseh di warung tenda.


"Ayam apa lele.." tanya ku.


Hanipun memesan ayam 2 goreng dan 2 ayam bakar untuk dibungkus.


Hani pun memakan dengan lahap tak terasa belepotan ke mana mana.


"Tu kan ..." lirih pak Adit sambil mengusap bibir Hani. dan ia pun tersipu malu.


"Ichhh...malu kan ," batin hani.


Hani pun makan dengan cepat begitu pula pak Adit.


"O iya aku belum ngasih uang ke kamu ya.," kilah pak Adit.


Pak Adit pun merogoh uang di dompetnya di ambilnya 5 lembar berwarna merah.


"Banyak amat mas,"


"Buat pegangan kamu ...entar mas kasih sesuatu kalau sampai di rumah,"


Hani pun melampaikan tangan kepada bapak penjaga tenda.


"Gratis aja neng .bapak sudah diijinkan jualan di sini saja sudah terimakasih." tolak pedagang lele. Karena yang ia tahu dari ujung gang Utara Ampe ujung yang ditempati bapak pedagang ini adalah milik Adit. dan Adit mengijinkan untuk berjualan tanpa membayar sewa .


"Sungguh mulia hatimu ,dit. Semoga Tuhan membalas kebaikanmu," doa othor


"Terimakasih Thor" balas Adit kaku.


"Terima saja pak ," ucap Adit.


Aditpun merogoh kembali dompetnya diambilnya 5 lembar uang berwarna biru ditaruhnya ke tangan bapak itu.


"Buat bapak ini rejeki jangan di tolak ,"


"Terimakasih mas,"


Di do'akan mas sama mbak segera punya momongan,"


"aamiin " jawab Hani dan Adit bersamaan .


Adit dan Hani pun masuk ke mobil menuju rumah.


Tok...tok...tok...mbak..mbak ,panggil Hani dari luar.


"Ya...sebentar ," jawab Alia.


"Ko...mas Sugeng masih di sini," tanya Hani penasaran di tambah pintu di kunci dari belakang.


"Anu....Anu...tadi nemenin mbak ke dokter," Alia terkejut dengan pertanyaan Hani.


"Hani dan pak Adit pun masuk ke dalam sambil menenteng ayam bakar kesukaan Alia.


"Herlan sudah pulang Al.," tanya Adit kemudian menjatuhkan tubuhnya persis di samping Sugeng.


"Seger amat," goda Adit melirik Sugeng,yang di goda pun cengengesan.


"Masak sih, aku kan dari dulu seger," jawab Sugeng sambil menyesap kopi buatan Alia.


"Adit mau kopi." tawar Alia.


"Mau dong," seru Adit.

__ADS_1


Alia pun berjalan ke dapur meninggalkan Adit dan Sugeng.


"Temani gue nglamar Alia," ucap Sugeng .Suasana menjadi hening sekejap.


"Tunda dulu bulan madu kalian ke Jogja," punya Sugeng penuh dengan wajah memelas ya.


"Hhhhhhh..." Adit mendesah.Tak lama kemudian Hani sudah berganti pakaian pun duduk di ruang tamu menyusul mengobrol.


"Kok pada diem sih," tanya Hani.


Adit menghela nafas tentu saja ia tak ingin membuat kecewa Hani.


"Sayang...kita bicara dulu yuk di kamar,"Aditpun beranjak dari tempat duduknya meraih tangan Hani.


"Apaan sic ...mas. Hani kan mau ngobrol ma mas Sugeng," tolak hani seraya mengkibaskan tangannya.


"Sayang kita bicara dulu sebentar ,"jelas Adit mencoba tenang padahal jika Hani tau akan tertundanya bulan madu mereka Hani pasti kecewa.


Hani pun menuruti perintah Adit dan mengikuti Adit ke kamar mereka.


"loh ...kopinya ,dit," seru Alia


"Taruh di meja ajja Al.,"


"Mau ngamar lagi ," goda Alia disambut kerlingan mata Adit.


"Iddiich genit," balas Alia sambil tersenyum.


Di kamar Adit


"Sayang..." Rajuk Adit.


"Ada apa sih ,yang " tanya Hani dan Aditpun menutup pintu kamar mengiring Hani ke pinggir ranjang di dudukan gadis kecil yang sudah menjadi seorang wanita itu.


"Kita tunda ke Jogjanya ya."


Deg....jleb....betapa kecewanya Hani saat mendengar perkataan Adit. Bulir bulir airmata mulai menetes dari pelupuk matanya.


"Mas jelasin dulu ya.,"


Hani pun beringsut ke atas ranjang di raihnya selimutnya ditutupi wajahnya dengan bantal .


"Sayang maafkan aku..," jelas Adit .


"Mau apa lagi hhhhh, 3 hari yang lalu kamu paksa aku untuk menikah kamu beri aku kasih sayang kamu iming iming iming aku Jogja tapi apa," cerocos Hani terisak isak.


"Aku juga kecewa sayang , tapi ..."Aditpun menyandarkan tubuhnya di samping Hani.


"Alia hamil ..."


Duuueer....seperti gunung meletus detak jantung Hani terasa terhenti perlahan lahan di bukanya bantalnya.


"Haaaamiiil...."pekik Hani seakan akan tidak percaya.


"Kamu tidak mengarang cerita kan mas," tekan Hani. Panas hati Hani .


Adit mengganggukan kepala .


"Siapa ayah anak yang di kandung mbak Alia." tanya Hani penasaran .


"Papa bunda...lirih Hani jika mereka tahu anak kesayangan mereka hamil di luar nikah gimana," lirih Hani sendu.


"Jangan kawatir ...Sugeng mau melamar Alia ," sahut Adit.


"Aku akan bicara dengan mas Sugeng," Hani pun menyibak selimutnya mau turun dari ranjang tapi tangan Adit kalah cepat di kungkungnya tubuh kecil itu.


Seakan akan kena daya magnet yang luar biasa tubuh Hani pun menerima ciuman bertubi tubi dari Adit.


Dan akhirnya olah raga tanpa pemanasan pun. terjadi dan berakhir dengan dua sosok anak manusia yang tidur dengan berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2