
"Om prayudi." peluk Hani. Aku masuk ya" imbuh Hani, di tangannya menenteng 20 roti kapas. Diliriknya Adit yang menahan cemburu mati matian.
"Heeeemm," sinis Prayudi yang melirik ke arah Adit. Adit mengepalkan tangan tanda tak suka.
"Brengsek," maki Adit membatin.
"Sayang ...Hani datang," seru Prayudi. Dara pun keluar kamar menyalami dua tamunya.
"Aku kangen ...boleh ya tidur di sini," pinta Hani merengek rengek.
"Engga..." sahut Prayudi dan Adit bersamaan.
"Apaan, sih kompak amat," sahut Dara menelan saliva saat menatap mata Prayudi dan Dara cuma menunduk .
"Pokoknya Hani tetap bobok di sini," sela Hani.
"Iya...iya Hani boleh ko tidur disini,'" jawab Adit menahan kecewa bagaimana tidak 2 hari tidak bisa gituan sekarang malah tidur di rumah orang.
"Dah ...dah ga usah ribut Hani tidur di kamar sama Dara ya" ajak Dara.
"Engga...engga mau Hani mau sama om Yudi," jawaban Hani membuat tiga orang terkejut bukan main.
"Tapi ...sayang.." tak terelakan lagi benar benar gencatan senjata masak iya di kelonin ma pacar orang.
"Sabar ....sabar ibu hamil maha benar," batin adit mengelus dada.
Bukan hanya Adit tapi Dara juga merah padam.
"No...no....ga boleh," balas Dara seraya memeluk lengan kekasihnya
Satu malam please... " pinta Hani memelas.Cuma minta di pok pok...
"Hani...teriak Adit dan Dara bersamaan.
Dan si om cuma nyengir. "Dara ikut,"liriknya takut Dara ngambeg.
"ENGGA..! ..Engga ya engga..."histeris Hani ga tau semenjak hamil itu bocah seneng banget teriak teriak .
"Suuuttt...cup...cup..."Yudi mengusap rambut Hani. Sesaat di tatapnya mata Adit yang keluar seperti petir pertanda aura permusuhan di mulai lagi.
"Sayang....tolong dong ambilkan baju santai buat Adit bau asep," sindir Yudi. Ya iyah om dari pulang kerja ngga boleh istirahat ga boleh mandi itu majikan jahat amat, yak.
Thor ..jangan berisik mau ngeloni dulu ...jatah othor nanti malam, yak.
Prayudi edan ( othor)
"Sekalian bikinin kopi ...bilang ke Adit cuma nepok pantat," bisik Dara kemudian menghadiahi sebuah cubitan di perut.
"Au...sakit.."
"Dara...kamu apain omku,"tanya Hani.
"Dah...dah ..hayo bobok ga baik wanita hamil bergadang,"
"Tapi boleh ya om telpon sashy sebentar saja, please..." Hanipun memohon tapi Prayudi melirik Adit dan mendapati Adit yang geleng geleng kepala tanda tidak menyetujuinya.
__ADS_1
"Sayang...besok lagi,y ucapin slamat malam ma tante dara dan papa Adit. Seperti kerbau yang di cocok hidungnya Hani pun menurut mengikuti perkataan Prayudi.
"Sini ...bobok.." Prayudi pun menepok bantal diikuti Hani.
satu detik
lima detik
10 menit tiba tiba Hani terbangun membuat Prayudi terjingkat.
"O, ya om ..Hani pingin om Prayudi pake daster."
"What....!" mata yudi terbelalak mulutnya menggangga ingin rasanya mencaplok habis wanita di sampingnya.
"Bisa di gantiin ngga."
"Engga..mau...Hani teriak, nich." tukas Hani mengucek matanya.
Hani pun turun dari tempat tidurnya diambilnya make up dan daster lusuh milik art bundanya.
"Pake ini ...terus Hani dandanin." Mata Yudi melotot tajam.
"Mau ya om," rajuk hani. Prayudi pun pasrah saat dirinya di jadikan objek ibu yang sedang ngidam.
"SESELAI...yuk ..keluar biar papa Adit dan tante dara liat." ucap ibu hamil mengelus perutnya yang masih rata.
"Allahu akbar...batin Prayudi saat menatap dirinya di cermin. Gini-gini amat,yak." Dengan langkah ragu Prayudi keluar kamar menuju Dara dan Adit yang asyik mengobrol.
"Tarraaaa..." seru Hani. Keduanya terperanjat saat menatap Prayudi sesaat mereka terdiam tapi kemudian meledaklah tawa keduanya yang di ketawain cuma meringgis keki.
"Perutku sakit." Dara berlari ke kamar mandi dengan terpingkal pingkal. Begitu pula dengan Adit tangannya memukul mukul meja sambil menggetok jidatnya.
"Ya enggalah...ngga mirip mas Adit juga." celos Hani di barengi tawa Prayudi.
"Rasain terus anak siapa,"
"lee minh ho dong" jawab hani sekenanya.
"Ayo pulang ga jadi aku tidur di sini..mas Adit kamu mandi ya tadi, seru Hani yang melihat Adit sudah rapi dengan rambut yang masih basah. "Aku kan sudah bilang aku suka mas Adit belom mandi...huaa...huaaa...pokoknya aku ga mau tau mas Adit ga usah mandi."
"Ya ampun gini-gini amat yak ngidam ibu hamil bener bener penyiksaan." guman Dara yang dari tadi di lirik Prayudi.
"Sayang....habis mas gatel, tu kulit mas iritasi karena keringat,"
"Pokoknya aku ga mau tau mas Adit kudu berkeringat," hentak Hani berlalu keluar rumah menuju motor Adit.
"Rasain lo..." bisik Prayudi penuh kemenangan.
"Awas kamu om..." geram Adit.
Motor di setater Hani dan Adit berlari lari kecil demi keringat yang kecut.
"Mau punya anak siksaannya ya thor."/Adit
"Sabar atuh bang, biasanya itu belum seberapa," Othor menggoda dan meringai di balik lampu merah perempatan.
__ADS_1
❤❤❤
Di rumah Dara
"Uluh...uluh.." goda Dara.
"Apa lihat lihat, awas ya sampai ga bisa jalan," seringai Prayudi.
"Sini aku bersihin," Dara pun mengambil pembersih muka dan kapas di usapnya pelan pelan make up yang bersarang akibat ulah Hani.
"Belajar ntar kalau tante Kiara hamil, om." lirih Dara.
"Amit amit, ra ," balas Prayudi menyungging senyum smirk.
"Kiara tak mau hamil,Ra." ucap Prayudi sendu.
"Eh...ko sedih ya ....aku tambah bedak nich," Dara pun mencoba menghibur kekasihnya.
"Tapi...sampai kapan kita begini om.Aku takut dosa ku numpuk numpuk," celoteh Dara.
"Kamu menyesal"
"Tentu saja tidak," jawab Dara singkat.Aku harap suatu saat kamu nikahi aku om," batin Dara.
"Om kalau dandan cantik juga," goda Dara
"Ha...ha...ha..."
Tanpa persetujuan Dara prayudi langsung menyikat bibir Dara sampai glagapan.
"Heeeemmm..." desah Dara.
"Dua kali lagi ya." bisik Prayudi dan mendorong tubuh dara di sofa.
"Emoh..." Dara pun menghindar dari prayudi,aksi kejar kejaranpun terjadi.
"Yeee...ngga kena...ga kena.." ledek Dara. Prayudi pun mengapai gapai tubuh Dara yang di halangi sofa besar.
"Kalo kena awas ya."
"Ha...ha...ha..." Dara terus meledek Prayudi sampai akhirnya nafasnya ngos ngosan.
"Setop om..setop Dara capek,"
Di saat Dara lenggah tiba tiba Prayudi menyekap tubuh Dara dan membopongnya ke dalam kamar.
" Curang.." gerutu Dara tak berkutik saat kekasihnya itu menghujani ciuman bertubi tubi.
"Geli ...om ...geli.." Nafas Dara tersengal sengal tapi rasa bahagia tersungging di bibir Dara.
"I love you Daramithaku."sempat tercengang, jantung berdetak semakin kencang.
"Aku akan menikahimu Dara" bisik Prayudi, tangan kanannya menyusup di balik kaos merah Dara.
"Oe...puasa ..puasa...skip...skip/ othor
__ADS_1
"Ach lo thor yang puasa kan elu .../ Prayudi
Selamat menunaikan ibadah puasa