Malam Pertama Dengan Bos Papa

Malam Pertama Dengan Bos Papa
bab 3.


__ADS_3

Hello...hello....kembali bersama Saiya...


Maafkan daku mencintaimu ..eh salah..maafkan aku kelamaan di dunia real


Mohon doanya buat kesembuhan mamah aku.


...............Happy reading.....jangan lupa vote bunga love dan apa ajj... ya..mmmuuuaaacch...mmmuuuaaacch..


.................…...


"Sayang...hari ini kita ke rumah pak Adit jelas bunda.


"Terus Hani tinggal di sana. Engga mau ...Hani mau nya sama bunda...hiks...hiks," isak Hani.


"uluh....uluh...putri bunda ," goda bunda.


"Kalau Hani tinggal di sana Hani ga akan dijadikan pembantu kan pa,"


"Iya ...kujadikan pelayan di kamarku," bisik Adit.


"icch...pak Adit ..." bibir Hani pun maju manyun.


"Enak dong...main gituan Mulu," balasku genit.


Bunda dan papa hanya melongo.


Hari ini keluargaku mengantarkan aku ke rumah pak Adit. Pak Adit hanya tinggal bersama adik nya Herlan namanya sebelas dua belas sama gantengnya dengan pak.Adit. Orangtua pak Adit meninggal waktu pak Adit masih SMu dan sang adik masih menginjak kelas enam.


Pak Adit membawa koperku ke kamarnya.


Ku edarkan mataku di sekeliling kamar. satu kata mewah. mewah banget. Aku meraba kasur spring bed itu.


Aku melompat lompat di kasur king size bisa itu. "Norak.." teriak pak Adit.


"Pak Adit ...sini perang bantal," aku meraih bantal ku lempar ke pak Adit gayung pun bersambut pak Adit gantian melemparku.


"Hosss...hos ...nafas pak Adit naik turun membuatku merinding tidak karuan.


Tiba tiba tangan pak Adit menarik tubuhku kamipun terjatuh di kasur.


"Mau ya ," bisik pak Adit dan otomatis aku pun menunduk malu.


(malu malu mau tu kucing di kasih ikan asin ya di caplok lah)


Pak Adit mulai mengrayangi tubuh Hani tali belakang bajunya ia lepaskan,resleting kemudian diturunkan begitupula bagian lengan sudah turun di bagian perut pak Adit menahan nafas matanya tak henti menatap 2 buah apel merah ranum yang siap di kres. Dan Hani hanya menunduk malu.


Ayolah Han ...ini sudah yang ketiga kali masak malu sama suami sendiri," batin Hani berperang.


"Lagi ya.." rayu pak Adit dengan lembut.


"Acchhh...desah Hani.


"Eh...belum di apa apain loh,"


Hani hanya nyengir kuda dan pak Adit pun tertawa nyaring.


"Pak ..."


"Iya ...kita ga jatuh lagi kan," lirih Hani .


Pak Adit menahan tawa. kesal


"Ayolah han,".

__ADS_1


"Pintu sudah dikunci belom,"


"Ga dan yang berani masuk area kamar atas Han," bisik pak Adit.


"Okelah kalo gitu hayuk," angguk Hani.


Bibir pak Adit pun membungkam bibir Hani. clap clup dicelup ....seperti teh hijau yang ditarik keluar masuk dalam gelas.


Satu jam mereka bergelung dalam kenikmatan surga dunia yang tiada tara.


"Acchhh..."erang Hani disambut pak Adit. Keduanya terengah-engah laksana dikejar singa di Padang pasir keringat pun bercucuran ke mana mana.


"Terimakasih sayang," bisik pak Adit .


"Yank boleh ngga Hani minta sesuatu," tanya Hani malu malu.


"Apa itu." tanya penasaran.


"Hani mau lagi, tapi kali ini Hani ya yang mimpin."


Mata pak Adit pun berbinar hatinya berbunga bunga laksana disiram hujan bunga bunga pun mekrok dengan cantiknya.


Hani mulai merayap ke dada pak Adit tangan nya yang lincah mulai mengelitik tubuh itu.


Bagai cacing kepanasan pak Adit mulai bereaksi.


"Ouhhhhsssstt...siiittt...enak Han.." dan Hani pun tersenyum saat pinggulnya mulai naik turun tak lupa tangan pak Adit memainkan 2 buah apel merah ranum.


"Ouuuughhh...yes....yes..." Hani memeluk tubuh Adit tatkala mencapai puncak dan tak sengaja pak Adit juga menyemburkan bibit kecebong ya ke rahim Hani.


"pak...tiba tiba Hani mencabutnya dan berdiri di atas pak Adit.


"Telat ...yang kemaren di rumahmu masuk semua Han," ejek pak Adit seakan akan tau isi hati Hani.


"Tapi kan Hani belum ingin hamil,"


"Pak adit..hani kan masih pingin kuliah,"


"kalo tidak ku ijinkan kuliah gimana,"


"Norak DECH pak Adit ,"


Hani pun meninggalkan pak Adit menuju kamar mandi.


"Eh....sudah tidak layak bebek ya,' ledek pak Adit.


"Terus ...ledek terus ,"


Hani pun mandi dengan cepat tak peduli pak Adit yang mengedor gedor pintu kamar mandi.


"Buka sayang ...mas mau mandi juga " rengek pak Adit.


"waduh...mana handuknya," dumel Hani. Hani membuka kamar mandi kepalanya melongo sedikit diedarkan mata nya ke sekeliling kamar tapi tiba tiba.


"Kena kamu.."teriak pak Adit.


Aksi dorong mendorong pintu kamar pun terjadi tenaga Hani jelaslah kalah dengan pak Adit.


"Mandi bareng..." bisik pak Adit yang memeluk tubuh Hani yang telanjang bulat.


"lama ..." dumel ya lagi.


"Dosa kalau nolak," lirih pak Adit cecengiran.

__ADS_1


2 jam dikamar mandi bukan cuma mandi wajib tapi mandi tak biasa ( hayo ga boleh kemana mana loh ...).


"Pemulihan biar tidak jalan kayak bebek ya dipake terus," ucap pak Adit asal. Sambil mengeringkan rambutku pak Adit juga menggodaku.


"Kenapa aku memilih kamu ,"


"Kenapa,"


"Kamu cantik"


"Tentu dong siapa yang tak kenal Hani ," ucapku menyombongkan diri.


"Janji ke Jogja loh." tagihku persis menagih utang pada emak emak yang ngaret bayar mindring.


"Habis kelulusan kita honeymoon ke parang Tritis ,"


"Asyik....Hani mau ajak mbak Alia sama mas Sugeng boleh ya ,"


"Enak saja bawa mereka berdua , restoran siapa yang ngurus kalo Sugeng ikut."


"Pak Adit ga seru." rajukku.


"honeymoon ya kita berdualah Han. masak iya kita diganggu mereka,"


"Tapi Hani mau ke pantai Gunungkidul."


"Iya asal Hani nurut ma aku apapun aku turuti.,"


Pak Adit menaruh hairdryer dimeja rias memeluk tubuh Hani posesif. Tiba tiba handphone pak Adit berbunyi tertera sebuah nama Bu Sumiyati.


"Siapa ." tanya Hani penasaran.


"cie....cie dari si Kasandra ya Bu Sumiati yang gelangnya dari siku itu" ledek Hani.


"Ssstttt...berisik...awas jangan cemburu ya,"


"Ga level ya cemburu sama Bu Sumiyati," seru sambil.mengkibaskan tanganku.


( hallo)/ Bu Sumiyati


( Iya Bu ada yang bisa saya bantu)/Adit


( Cuma mau ngucapin selamat buat pak Adit)/kikuk.bu Sumiyati.


"hai bu sum...makasih ya ucapannya .," seru Hani sengaja memanas manasi Bu sum.


"Brengsek." guman Bu sum diikuti tertawa cekikikan Hani.


"Mampus kamu yah...layu sebelum.berkembang Nic," goda Hani lagi.


Tut...Tut...Tut...dimatikan secara sepihak.


"Nakal ya istriku," cubit pak Adit.


"Sakit tau,"


"Awas tak ku kasih jatah,"


"Minta Bu sum" jawab Adit sekenanya disambut tawa Hani yang nyaring .


"lepasin ..Hani lapar ..." teriak hani.


Hani pun berjalan meninggalkan Adit yang tersenyum.kecil menuju dapur di bukanya kulkas dan tempat penyimpanan makanan.

__ADS_1


"Yah tinggal sarimi, tak apalah buat ganjal perut nanti minta pak Adit buat belanja."


Terima kasih semoga kalian suka berikan vote dan bunga kalian ya salam emmmuuaach.


__ADS_2