
"Mas?" Tanya Riana.
"Iya?, Maaf ya mas ketiduran sambil peluk kamu" gumam Raesha.
"Tidak apa-apa, mas tidak sibuk?" Tanya Riana.
"Sebelum mas peluk kamu, mas sudah selesaikan duluan perkerjaan mas." Gumam Raesha.
"Oke mas, sebentar dasi mas berantakan. Aku rapihkan ya?" Tanya Riana.
"Oke." Ucap Raesha.
Raesha membiarkan Riana merapihkan dasinya, mata Raesha hanya terfokus pada bibir manis Riana yang membuatnya gemas.
"Sudah selesai mas." Ucap Riana.
Dengan sengaja Raesha menarik tubuh Riana kedalam pelukannya dan mencium lembut bibir Riana. Riana pun tersentak kaget dan meresponnya dengan memukul - mukul kecil pundak Raesha. Raesha pun mengabaikan pukulan tesebut dan mengubah posisi tubuhnya berada di atas tubuh Riana.
"Mas!" Ucap Riana.
"Maaf, mas kelewat rindu." Gumam Raesha.
"Rindu terus mas." Gumam Riana dengan kesal.
"Sebentar, badan kamu kenapa panas lagi?. Kita kerumah sakit ya" ucap Raesha.
"Tidak usah mas, aku sudah baik-baik saja." Ucap Riana.
"Tidak, kamu harus ke rumah sakit." Gumam Raesha sembari mengendong Riana.
Raesha kemudian mengendong Riana ke mobilnya dan membawanya menuju rumah sakit.
"Gue ga paham , bagaimana pak Raesha sama wanita itu bisa deket?" Gumam pegawai wanita di kantor Raesha.
"Mungkin mereka kenal dari SMA atau kenal sebelum pak Raesha bisa seperti, kita kan tidak tahu. Sudah lah jangan mengurusi apa yang pak Raesha lakukan." Gumam pegawai lelaki kantor Raesha.
"Tapi kenapa , tipe pak Raesha itu jelek banget. Padahal pak Raeshanya sendiri ganteng." Ucap pegawai wanita tersebut.
"Jangan kaya gitu, dirimu sendiri sudah cantik belum?" Tanya pegawai lelaki tersebut sembari mengeprint berkas - berkas.
Raesha dan Riana pun telah sampai di rumah sakit , kemudian dia pun langsung membawa Riana keruangan pemeriksaan.
__ADS_1
"Riana menurut hasil pemeriksaan, kamu tidak menunjukan tanda gejala sakit. Untuk kaki kamu yang terluka sudah saya obati, dalam 2 hari kaki kamu akan cepat membaik." Ucap dokter tersebut kepada Riana.
"Terima kasih dokter." Ucap Raesha.
"Iya sama - sama." Gumam dokter tersebut.
Raesha dan Riana pun meninggalkan ruangan dokter tersebut.
"Aku sudah bilang kalau aku tidak sakit mas." gumam Riana.
"Iya deh , mas percaya. Terus obat yang jatuh waktu itu apa?" Ucap Raesha.
"Iya itu obat sakit kepala ku , tapi aku sudah mendingan." Ucap Riana.
"Terus kenapa tadi kepala mu panas?" Tanya Raesha.
"Tadi aku malu mas." Ucap Riana sembari tertawa kecil.
"Dasar." Ucap Raesha.
"Mas kalau setelah 2 hari kaki ku tidak sembuh , bagaimana?" Tanya Riana.
"Minta waktu libur saja , lalu istirahat." Ucap Raesha.
"Mas tahu kamu sangat ingin kesana , tapi perhatikan dulu kesehatan mu." Ucap Raesha.
"Tapi mas." Gumam Riana.
"Lagi pula kalau kamu paksakan, pasti kepala Pramugari mu juga tidak akan mengizinkan." Jawab Raesha.
"Baiklah mas." Ucap Riana.
"Dengarkan omongan mas ya." Titah Raesha.
"Iya mas." Ucap Riana.
"Baiklah, ayo pulang ke kantor." Gumam Raesha.
"Mas, apa kedatangan ku di kantor mas itu tidak diinginkan?" Ucap Riana.
"Maksudnya?" Jawab Raesha.
__ADS_1
"Aku merasa aneh ketika berada di kantor mas, setiap aku keluar atau turun ke lobby pasti pegawai wanita di kantor mas selalu bilang "kenapa tipe pak Raesha itu rendah banget?" , "Pipi lo gendut kaya gitu" , "jangan bohong!" Dan lainnya mas. Aku tidak ingin mengganggu kantor mas, bisakah mas turunkan aku di cafe itu?" Pinta Riana.
"Di cafe?, Tidak" jawab Raesha.
"Kenapa?, Aku takut mengganggu suasana di kantor mas" jawab Riana.
"Tujuan mu itu kan bertemu dengan mas, bukan dengan pegawai mas." Jawab Raesha.
"Tapi aku takut mas, aku pikir mereka bisa menerima ku." Ucap Riana.
"Tidak apa-apa sayang, kamu tetap di kantor mas saja. Mas tidak mau kamu pergi sendiri tanpa mas." Ucap Raesha.
"Baiklah mas." Jawab Riana.
"Mas mau tanya , boleh?" Pinta Raesha.
"Mau tidak kalau kamu berhenti jadi pramugari dan jadi sekertaris mas?." Tanya Raesha.
"Sekertaris?, Aku tidak ingin mengambil perkerjaan Vanessa mas" jawab Riana.
"Tapi kamu dan mas bisa kemana saja berdua." Jawab Raesha.
"Tidak mas, aku akan tetap jadi pramugari. Aku tak ingin Vanessa dan pegawai lainnya berkecil hati karena ku." Jawab Riana.
"Baiklah, mas hanya takut." Ucap Raesha.
"Takut kenapa mas?" Gumam Riana.
"Mas hanya takut saat kamu menjalankan tugas, pesawat mu mengalami kecelakaan." gumam Raesha.
"Mas dengar aku, mati dan hidup itu sudah ada yang mengatur. Mas jangan takut ya." Ucap Riana.
"Baiklah sayang." Gumam Raesha.
"Iya mas." Ucap Riana.
"Sayang besok kita ke kebun binatang ya." Ucap Raesha.
"Iya mas, mas kan sudah janji." Titah Riana.
"Oke sayang, sekarang kita ke kantor mas ya?" Gumam Raesha.
__ADS_1
"Iya mas." Jawab Riana sembari tersenyum.