
"Tinggi ya jerapahnya Kaya mas." Ucap Riana.
"Iya dong." Ucap Raesha.
"Mas Ayo liat zebra." Gumam Riana.
"Iya - iya sayang." Ucap Raesha.
"Asik, berkemah - berkemah." Ucap Riana.
"Perasaan gue mulai ga enak nih , apa jangan - jangan dia" Ucap Raesha di dalam hatinya.
"Berkemah sama si nopal - si nopal anaknya bahenol , bahenol bahenol yeayyy~~" gumam Riana sembari menyangi Lagu berkemah dari si nopal.
"Tuh kan , bener. Memang ga tau tempat Riana ini." Ucap Raesha di dalam hatinya.
"Sayang Kamu lapar kan?, Ayo makan dulu sebentar" gumam Raesha.
"Aku belum lapar mas." Gumam Riana.
"Yakin?" Tanya Raesha.
"Iya mas." Ucap Riana.
"Yaudah , kita lanjut jalan lagi." Gumam Raesha.
"Iya mas, hehe." Gumam Riana.
Raesha dan Riana pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menyelusuri Kebun Binatang.
"Hi..kiyowonya!" Gumam Riana.
"Pasti mas kan yang kiyowo?" Tanya Raesha.
"Pede banget masnya." Gumam Riana.
"Terus kalau bukan mas, siapa?" Ucap Raesha.
"Anak harimau itu mas." Gumam Riana sembari menunjuk ke arah anak harimau.
"Lucunya." Gumam Raesha.
"Tuh kan , aku bilang juga apa mas." Gumam Riana.
"Iya - iya." Gumam Raesha.
__ADS_1
Raesha pun kembali menuntun Riana untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat zebra.
"Kamu tidak lapar?" Gumam Raesha.
"Tidak, kenapa memang mas lapar?" Tanya Riana.
"Eum, iya. Sedikit tapi." Ucap Raesha.
"Yaudah, Kita makan saja dulu." Ucap Riana.
"Baiklah." Ucap Raesha.
Riana pun mengajak Raesha untuk duduk di sekitar tempat duduk kecil di Kebun Binatang tersebut.
"Bagaimana makanan buatan ku?, Maaf ya kalau bentuknya sedikit berantakan mas" ucap Riana.
"Ini enak kok, pas di lidah mas. Jelas buatan Kamu kan paling enak , calon istri mas dong." Celoteh Raesha.
"Dasar, bisa aja mas ya." Gumam Riana.
"Hehehe, Riana coba liat ke arah sana. Pohonnya bagus kan?" Tanya Raesha.
"Pohon Mana mas?" Tanya Riana dengan reflek sembari melihat ke arah yang di tunjuk oleh Raesha.
Raesha pun diam - diam mencium pipi Riana di Kebun Binatang. Riana pun gugup dan kemudian menutup mukanya dengan kedua tangannya.
"Kenapa?" Gumam Raesha.
"Kebiasaan !" Ucap Riana.
"Kan mas bilang itu hukuman." Gumam Raesha.
"Sebenernya gue modus si, biar bisa colong pipi embul lo Riana. Maafkan mas jahat wkwkwk." Gumam Raesha didalam hatinya.
"Tapi aku malu." Ucap Riana.
"Kenapa malu? , Nanti kalau sudah halal mas bakal sering colong pipi mu itu" gumam Raesha.
"Dasar." Ucap Riana.
"Yaudah, Ayo Kita lihat zebra." Ucap Raesha.
"Baiklah mas." Gumam Riana.
Raesha pun mengandeng tangan mungil Riana menuju tempat Zebra.
"Kamu mau lihat zebranya secara dekat tidak?" Gumam Raesha.
__ADS_1
Riana pun menjawab pertanyaan Raesha dengan menganggukan kepalanya tanda dia setuju.
"Okei, hati - hati tapi." Ucap Raesha.
"Iya mas." Gumam Riana.
"Giginya besar." Ucap Riana.
"Iya sayang." Gumam Raesha.
"Lucu." Ucap Riana.
"Namanya jug hewan sayang." Gumam Raesha.
Setelah seharian mereka berkunjung di Kebun Binatang , mereka pun kemudian kembali ke Mobil untuk pergi pulang.
"Sayang Kamu sudah lelah kan?, Ayo Kita pulang." Ucap Raesha.
Riana pun kemudian mendekati Raesha dan memeluk tubuh Raesha, Raesha pun spontan memeluk kembali Riana.
"Ergh.." gumam Riana.
"Sayang , Kamu kenapa?" Tanya Raesha.
Riana pun menangis di pelukan Raesha, kemudian Raesha pun mengendong Riana di punggungnya.
"Riana kamu tidak kenapa - kenapa kan?" Tanya Raesha yang tidak sengaja melihat jemari Riana terjatuh di saat mengalungkannya ke leher Raesha.
"Badan mu panas sekali, Kamu sakit?" Ucap Raesha.
Riana hanya mengerang kesakitan , Raesha pun langsung membawa Riana menuju rumah sakit tanpa basa - basi.
"Bagaimana dokter?, Riana baik - baik saja kan?" Tanya Raesha.
"Di kakinya Ada sedikit Luka dan itu menyebabkan sedikit infeksi. Badan Riana panas karena antibodinya berkerja untuk melawan kuman yang Ada di Luka tersebut. Panasnya akan segera menurun, dan dia akan segera pulih." Ucap dokter tersebut.
"Terima kasih dok." Gumam Raesha.
"Iya sama - sama." Ucap dokter tersebut.
Raesha pun membawa Riana pulang , menuju Kantor miliknya.
"Seharusnya aku lebih cekatan , maaf ya aku gagal menjaga mu. Seharusnya aku saja yang Luka." Ucap Raesha.
"Nanti sampai Kantor ku , Kamu istirahat ya." Gumam Raesha.
__ADS_1