
"ini sudah jam 10.15 am ayo kembali ke kantor , Waktu istirahat sudah selesai. Pasti kamu nanti di cari pak Raesha." Ucap Steve.
"Benar, ya sudah ayo kembali ke kantor." Gumam Riana.
Riana dan Steve pun kemudian berjalan pulang menuju kantor Raesha.
*Phone call*
"Sebentar ya Steve, mas menelepon ku." Ucap Riana.
"Iya , angkat saja. Lagi pula kita sudah dekat kantor." Jawab Steve.
Riana kemudian mengangkat telepon dari calon suaminya tersebut.
"Riana , kamu dimana?. Ingat kamu sedang sakit, jangan banyak berjalan dulu. Tadi mas tanya Vanessa katanya kamu sedang bersama Steve"
"Aku di jalan dekat kantor mas. Iya aku bersama dengan Steve mas"
"Cepat kembali ke kantor ya sayang, kamu harus istirahat. Cuaca di luar cukup panas, mas takut pusing mu kambuh."
"Baiklah mas, ini aku sudah di kantor kok mas."
"Oke , mas turun ke lobby ya. Tunggu disana."
"Baiklah mas."
Riana pun mematikan teleponnya tersebut dan menunggu Raesha di lobby.
"Riana , aku kembali berkerja dulu ya. Aku tinggal ya." Ucap Steve.
"Iya , semangat kerjanya." Gumam Riana.
"Oke!" Teriak Steve.
Riana pun menunggu sembari duduk di ruang lobby kerja perusahaan Raesha. Kemudian tanpa sengaja Riana pun mendengar suatu obrolan.
"Siapa pun yang jadi calon istri pak Raesha, hidupnya enak ya. Pak Raesha itu sudah mapan , ganteng , keren terus merupakan salah satu CEO ternama pula" ucap salah satu pegawai wanita di perusahaan Raesha.
"Iya enak banget." Gumam teman wanita tersebut.
Kemudian wanita tersebut pun keluar dari kamar mandi , dan terkejut melihat Riana.
__ADS_1
"Kamu siapa?, Pegawai baru disini?" Tanya wanita tersebut.
"Saya Riana, saya calon istri pak Raesha" gumam Riana sembari tersenyum.
"Calon istri?, Kamu bohong ya. Jangan mengarang cerita" ucap wanita tersebut.
"Saya tidak bohong." Titah Riana.
"Tidak mungkin selera pak Raesha itu rendah sekali, dia pasti suka dengan wanita yang berparas cantik, Bukan seperti mu. jangan - jangan kamu hanya mengaku sebagai calon istrinya kan?" Pungkas wanita tersebut.
"Aku tidak mengarang cerita." Celoteh Riana.
"Bohong!" Titah kedua wanita tersebut sembari mendorong Riana dengan kencang dan membuat high heels sepatunya patah. Vanessa yang tidak sengaja melihat kejadian tersebut pun tersenyum senang saat melihat Riana terjatuh.
"Argh.." rintih Riana sembari menahan sakit di bagian pergelangan kakinya.
"Bukan berarti pak Raesha mapan, terus dengan seenaknya diri lo mengaku calon istri dia. Kalau gue jadi lo pasti ngaca dulu sama muka" gumam wanita tersebut.
"Atau mau gue beliin kaca?" Titah wanita tersebut.
Raesha yang sedari tadi sudah berada di lobby , melihat dan mendengar semua yang di lakukan kedua wanita tersebut kemudian emosi dan membentak kedua wanita tersebut.
"Mas gendong ya, nanti sampai di ruangan kerja mas. Mas obati lukanya." ucap Raesha.
"Argh.., sakit mas." rintih Riana.
"Tahan ya sayang, nanti mas obati." ucap Raesha.
Raesha pun mengendong Riana dan membawa high heelsnya yang patah tersebut ke ruangan kerjanya.
"Tiduran dulu ya, mas Carikan obatnya dulu." Gumam Raesha.
Riana pun mengangguk sembari menahan rasa sakit di pergelangan kakinya tersebut.
"Sudah ketemu, tahan ya mas obati dulu." guman Raesha.
"Argh.. sakit mas." Ucap Riana sembari menangis.
"Iya sebentar lagi selesai, ini sudah hampir selesai." Ucap Raesha.
"I-iya mas." Titah Riana.
__ADS_1
"Sudah selesai, sayang ucapan kedua pegawai tadi jangan di masuki ke hati ya." Ucap Raesha.
"Iya mas." Celoteh Riana.
"Kamu istirahat dulu sana." Gumam Raesha sembari memegang kening Riana.
"Iya mas." Ucap Riana.
"Kamu demam?, Suhu tubuh mu panas. Ya sudah kamu istirahat saja dulu, nanti mas peluk kamu ketika kamu tidur" gumam Raesha.
"Baiklah mas, aku istirahat sebentar ya" titah Riana.
"Iya sayang, jangan menangis lagi. Omongan mereka tentang kamu itu tidak benar, mas yang lebih tahu kamu." Ucap Raesha.
"Iya mas." Jawab Riana sembari tersenyum manis dan kemudian memejamkan matanya.
Kemudian Raesha pun kembali fokus pada layar komputernya sebentar dan kemudian memeluk Riana di dalam tidurnya. Raesha meminta kepada seluruh pegawainya untuk tidak mengganggunya dalam beberapa jam kedepan.
"Ok, sudah selesai akhirnya." Ucap Raesha sembari membersihkan meja kerjanya yang di penuhi oleh semua berkas - berkas ide dan silsilah perusahaan. Raesha pun menelepon Vanessa dan meminta untuk jangan mengganggunya dalam beberapa jam kedepan lewat telepon perusahaan.
*Phone call*
"Vanessa, saya minta tolong."
"Iya pak?"
"Bilang kepada seluruh pegawai untuk jangan mengganggu saya selama beberapa jam kedepan. Saya masih sibuk."
"Iya pak, saya akan memberitahu para pegawai."
"Terima kasih."
"Sama - sama pak."
Raesha pun kemudian mematikan teleponnya dan berjalan memeluk Riana di dalam tidurnya.
"Lekas sembuh sayang." Ucap Raesha sembari mencium kening Riana dan kemudian memeluk Riana.
__ADS_1