Married with CEO : Happiness

Married with CEO : Happiness
32. Rekaman suara?


__ADS_3

Raesha kembali menuju apartemennya, sesampainya Raesha disana. Ia mendapatkan secarik kertas dengan tulisan yang sangat aneh dan didalam secarik kertas tersebut terdapat flashdisk yang sangat aneh.


"Ini apa!?" gumam Raesha heran.


"UNTUK SIAPAPUN YANG MENEMUKANNYA"


Raesha pun kemudian membuka laptopnya dan mengecek file dari flashdisk tersebut. Ketika dia membuka file tersebut dia terkejut mendapati rekaman suara.


Player on.


"Bagaimana dengan Riana? Apakah selama ini dia tidak baik-baik saja?"


"Dia selama ini baik-baik saja, dia hidup baik dengan teman-temannya."


"Tolong jaga Riana, saya selaku ayahnya hanya bisa menjaganya dari kejauhan. Jika saya bersamanya hidup Riana akan hancur."


"Kenapa?"


"Karena banyak yang ingin merebut harta perusahaan saya dengan cara menyerang anak saya yang sangat saya sayangi."


"Menyerang?"


"Iya, ada sepasang suami-istri yang ingin menyerang anak saya."


"Lalu berapa lama ini terjadi?"


"Saya tidak mengerti kenapa mereka melakukan hal itu kepada saya dan untuk apa? Tapi yang saya tahu mereka adalah pemeretas bayaran. Mereka tidak tanggung untuk menyingkirkan siapa pun yang menghalangi usaha mereka."


"Hal apa yang ingin mereka lalukan sebetulnya kepada Riana?"


"Membunuhnya!"


Raesha yang mendengar rekaman suara tersebut terkejut dan tidak habis pikir dengan maksud isi rekaman suara itu. Di dalam pikirannya apakah rekaman suara itu mengarah kepada Vanessa dan lelaki misterius atau justru sebetulnya ada dalang lain. Kemudian selembar foto jatuh dari secarik kertas yang di dalamnya terdapat rekaman suara tadi.



"Ini kan Riana dengan siapa!" ucap Raesha heran. Raesha pun membalikan foto tersebut dan menemukan sebuah tulisan.


"Putri kecil ku Riana Aurora dan mendiang putra ku Jackson." - Ayah.

__ADS_1


"Apa-apaan ini! Riana mempunyai seorang saudara pria? lalu siapa yang membunuhnya? apakah sepasang suami istri tersebut?" gumam Raesha.


Raesha pun langsung menelepon Steve dan menanyakan perihal maksud rekaman suara dan foto tersebut.


phone call


"Steve?"


"Apa?"


"Boleh minta waktu sebentar?"


"Ya, kerumah saja."


Raesha pun langsung mematikan teleponnya dan pergi menuju rumah steve sembari membawa foto, rekaman dan secarik surat.


"Steve!" gumam Raesha.


Steve yang baru saja membuka pintu rumahnya tersentak kejut mendapati Raesha yang langsung masuk kedalam rumahnya.


"Ada apa pak Raesha?" jeletuk Steve.


"Kamu kenal Jackson?" tanya Raesha.


Raesha pun mengeluarkan foto Jackson bersama Riana kemudian menunjukannya kepada Steve dengan harapan Steve mungkin tahu. Sementara itu kondisi Riana sangat memprihatikan. Pasalnya Riana di ikat dalam sebuah ruangan yang terpisah walaupun ruangan tersebut nyaman tetapi bahaya tetap bisa menghantam Riana kapan saja.


"Ini." gumam Raesha sembari menunjukkan foto Riana.


"Wah, kalau ini saya kurang tahu pak. Setahu saya Riana itu tidak punya saudara laki-laki." jawab Steve.


"Apakah ada keterangan alamat disana?" tanya Mina.


"Sebentar aku cek." gumam Steve.


"Mungkin orang ini mengirimkan foto dan juga rekaman suara untuk memberitahu bahwa Riana itu dalam bahaya." gumam Mina.


"Ada, alamatnya lumayan jauh dari kota." gumam Steve.


"Aku harus kesana." ucap Raesha.

__ADS_1


"Baiklah hati-hati, maaf aku tidak bisa membantu. Istri ku akan melahirkan, jika ada apa-apa hubungi saja aku pak." jawab Steve.


Raesha pun mengangguk kemudian pergi dari rumah Steve menuju, alamat yang terdapat di belakang surat tersebut. Dengan harapan ia akan tahu apa maksud di balik rekaman dan foto ini.


Jauh dari tempat dimana Raesha dan Riana berada, Jackson yang selama ini memalsukan kematiannya. Kembali hadir untuk menemui kakaknya, ia memalsukan kematiannya untuk menghindar dari tangan jahat Vanessa. Selama ini Jackson tengah lama pergi meninggalkan Riana sendiri.


Jackson kembali karena ia mengetahui bahwa Riana yang merupakan kakaknya sedang dalam bahaya.


Jackson yang selama ini pergi untuk bekerja menjadi CEO menyesali segala perbuatannya karena meninggalkan kakaknya. Ia tahu bahwa keluarganya merupakan keluarga yang sangat di incar Vanessa karena dendam keluarga.


Delapan tahun yang lalu, tepat saat Jackson menginjak bangku sekolah menengah atas. Untuk pertama kalinya ia melihat ayahnya terbunuh oleh Vanessa. Vanessa dendam karena ayah membongkar seluruh kejahatan yang Vanessa perbuat terhadap salah satu sekertaris ayah.


Kala itu Riana yang melihat semuanya pergi melaporkan Vanessa kepada pihak kepolisian, Vanessa yang kehabisan akal akhirnya pergi meninggalkan jenazah ayah Riana dan juga Jackson. Hingga akhirnya Jackson menulis surat dan memasukan fotonya bersama Riana kemudian pergi untuk memalsukan kematiannya.


Riana yang menemukan baju dan juga surat tersebut merasa sangat terpukul pasalnya Riana akhirnya hidup berdua dengan ibunya. Mulai saat itu Vanessa semakin berani untuk menyelakai Riana.


Akan tetapi karena dendam tersebut surat itu menghilang ditelan waktu dan tidak pernah ada yang tahu kemana surat itu berada.



Vanessa tidak segan-segan untuk menyelakai Riana dalam berbagai cara. Dia mengirimkan pria untuk melecehkan Riana, menabrakan mobilnya kepada Riana, menyiksa batin Riana dan juga bersembunyi dalam kebohongan.


Jackson yang tak tahan atas perlakuan kasarnya kepada kakaknya akhirnya memutuskan untuk muncul dan membeli Riana kepada Vanessa dengan harapan ia bisa menjebak tikus dalam permainannya.


Jackson yang kala itu kembali kerumah masa kecilnya bersama keluarga utuhnya mengumpulkan semua informasi mengenai perusahaan ayahnya, sekretaris ayahnya dan juga Vanessa.


"Kak, aku akan menyelamatkan mu. Ingat dendam kakak akan aku wujudkan. Vanessa sebentar lagi akan masuk kedalam perangkap ku." gumam Jackson sembari memandang foto Riana dan kemudian pergi dari rumah tersebut.


"Riana! ini makan siang untuk mu!" bentak Vanessa.


Riana acuh kepada suara Vanessa dan pergi ke pojok ruangan. "Dasar wanita gila! di beri makanan tidak ada terima kasihnya. Lihat wanita yang sama seperti mu di kurung di suatu tempat, tidak aku beri makanan selezat ini." ketus Vanessa.


"Vanessa, wanita dari ruangan ini akan kamu apakan?" tanya suaminya tersebut.


"Ada pria yang menginginkannya, akan aku beri kepadanya." jawab Vanessa.


"Lalu Riana?" tanya suaminya.


"Aku akan mengirimkannya keluar negeri, ada bos besar yang ingin dengan Riana." gumam Vanessa.

__ADS_1


"Baiklah." jawab suaminya kemudian pergi.


"Riana bersiap lah, kamu akan aku kirim ke luar negeri. Raesha mu tidak akan menolongi mu." ketus Vanessa.


__ADS_2