Married with CEO : Happiness

Married with CEO : Happiness
19. Bagaimana jika tidak melihat ku?


__ADS_3

"***I will love you


As long as the sun


Burns in the sky,


As long as the moon


Shines its light into


The dark night,


Until the raging


Blue oceans become


Calm and run dry,


I will love you until


The end of time .


When I first met you. I didn't know you were going to be this important to me. meeting you was fate, becoming your friend was a choice, but falling in love with you, I had no control over. I love you mas." - Riana***.


....


Di pagi hari yang cerah seperti biasa Riana memulai harinya dengan senyum di wajahnya. Dia memulai segala pekerjaannya dengan senyuman dan berharap akan membuahkan hasil suatu saat.


Message ..


"Hi mas, hari ini aku akan ada rute penerbangan ke Lombok, boeing pesawatnya 727. Mas semangat ya dalam bekerja jangan sampai sakit ingat waktu juga. Aku tidak tahu kedepannya bisa memberi mu kabar atau tidak. Maafkan aku mas, love you."



Riana send a picture - one minute ago.


"Hi juga sayang, iya mas pasti selalu semangat. Maksudnya kamu tidak bisa memberi kabar itu apa sayang, kalau berbicara jangan yang aneh - aneh!"


"Maksudnya aku, aku kedepan sibuk mas. Aku takut tidak bisa memberi mu kabar."


"Ah mas kira ada apa, yaudah deh semangat sayang. Jangan lupa untuk makan ya, biasakan yang wajib dibandingkan yang sunnah."


"Iya mas, aku akan memperhatikan diri ku."


"Oke, hari ini kamu cantik. Mas suka!"


"Terima kasih mas."


__ADS_1


Raesha send a picture - One minute ago.


"Ini foto mas wkwk."


"Mas jelek"


"Dasar, semangat sayang"


"Mas juga, dadah!"


"Dadah!"


Riana pun kemudian mulai bersiap untuk mengawali paginya dengan bekerja "sedikit lagi kerja keras, setelah itu aku bisa memulai kehidupan ku." Ucap Riana sembari merapihkan rambutnya di depan kaca.


"Riana, hari ini kita harus semangat ya!. Aku tidak tahu setelah ini akan bisa terus bersama mu dalam bertugas atau tidak." Ucap Mina.


"Ah iya, kamu tahu kalau akhir - akhir ini aku tidak bersemangat." Titah Riana.


"Iya aku tahu, karena kamu terus menerus memikirkan untuk segera selesai dalam tugas mu." Ucap Mina.


"Iya benar, beberapa hari lagi kita bukan jadi pramugari lagi. Maksud ku kontrak kita sudah selesai." Ucap Riana.


"Ah iya benar, padahal aku ingin terus menjadi pramugari." Ucap Mina.


"Hahaha, dasar." Ketus Riana.


"Kalau kamu kan habis kontrak jadi Pramugari, langsung di lamar oleh seorang CEO. Kalau aku kan masih meniti perasaan." Ucap Mina.


"Ya maaf, ya sudah ayo kita bekerja." Ucap Mina.


"Ayo." Ucap Riana.


Riana dan Mina pun kemudian kembali bekerja sesuai dengan tugas mereka masing - masing.


Langit yang awalnya terlihat begitu bahagia kemudian sedikit demi sedikit meneteskan air matanya ke bumi. Suasana dengan hiasan warna kuning di langit berubah menghitam dengan deguman badai dan petir sebagai pelengkap.


"Perasaan ku tidak enak, semoga tidak terjadi apa - apa pada Riana." Ketus Raesha sembari melihat layar handphone miliknya dengan wallpaper foto Riana yang terlihat begitu cantik.


Suasana di dalam pesawat yang begitu tenang berubah menjadi teriakan panik meminta tolong. Riana yang membantu menenangkan penumpang kemudian di buat panik karena pesawatnya mulai menukik terlalu tajam dan kemudian akhirnya terjatuh.


"Argh kepalaku." Ucap Riana sembari memegang kepalanya yang di penuhi oleh darah.


"Riana tolong aku, kaki ku tersangkut." Gumam Mina.


"Baiklah." Ucap Riana.


Riana kemudian menyelam dan membantu melepaskan kaki Mina dari serpihan puing - puing pesawat. "Aku sudah menyingkirkan puing itu." Gumam Riana yang berenang kembali.


"Riana darah di kepala mu terus menerus keluar, ayo kita ketepian." Ucap mina.

__ADS_1


"Tidak bisa, kita harus selamat kan penumpang. Ada bayi disana kamu selamatkan ya. Aku harus berenang kembali, ada anak kecil yang terjebak." Ucap Riana.


"Tapi kepalamu Riana, itu berbahaya." Ucap Mina.


"Nyawa penumpang lebih penting." Gumam Riana.


"Baiklah, aku akan menyelamatkan bayi itu." Ucap Mina.


Riana pun kembali kedalam lautan dan menyelamatkan anak lelaki yang kakinya tersangkut diantara puing - puing yang mulai terjatuh menuju dasar lautan. Saat memulai penyelamatan kepala Riana terbentur puing yang besar sehingga menimbulkan luka hebat di kepalanya.


"Argh!" Gumam Riana.


Akan tetapi Riana berusaha agar dirinya tetap sadar dan berusaha sekuat tenaga menolong anak lelaki tersebut hingga akhirnya ia berhasil menyelamatkan anak tersebut dan membawanya ketepian.


"Riana kepala mu." Ucap Mina yang tekejut karena darah terlalu banyak mengalir dari kepala Riana.


"Mina.." ucap Riana yang jatuh pingsan karena luka di kepalanya.


Breaking news..


Pesawat dengan boeing 727 dengan penerbangan menuju Lombok hilang kontak dan ditemukan terjatuh di selat Lombok. Di duga pesawat jatuh karena turbulensi saat cuaca buruk. Belum di ketahui secara pasti berapa korban yang dinyatakan meninggal , hilang dan selamat.


Sejauh ini hanya baru tedapat 2 pramugari dan 15 penumpang selamat, sementara itu untuk korban lainnya tim SAR masih terus mencari.


"Itukan pesawat yang di tumpangi Riana!" Ucap Raesha yang tersentak terkejut dan bergegas untuk mencari Riana.


Vanessa yang merasa senang akan berita tersebut, kemudian menyusun rencana agar Raesha tidak pergi mencari Riana dan membuat Raesha lupa akan Riana. Sementara itu Steve yang merupakan sahabat Riana sekaligus pacar dari Mina bergegas pergi menuju Tim SAR untuk membantu mencari mereka berdua.


"Bapak tunggu." Gumam Vanessa.


"Ada apa?" Tanya Raesha.


"Bapak pasti ingin mencari Riana kan?, Ini pak tadi pagi Riana menitipkan minuman ini kepada saya. Katanya agar bapak sehat selalu." Ucap Vanessa.


"Baiklah saya akan meminumnya." Gumam Raesha sembari meminum air tersebut yang tanpa ia sadari di dalamnya terdapat obat yang akan membuat orang kehilangan ingatannya.


"Kepala saya kenapa pusing ya?" Ucap Raesha yang akhirnya tidak sadarkan diri.


Sementara itu Mina yang dari tadi berusaha untuk mencari pertolongan tidak kunjung dapat, Riana dengan kondisinya yang kritis membuat Mina semakin panik.


"Riana bertahan lah, jangan pergi meninggalkan aku dulu. Ingat dirimu akan menikah!" Teriak Mina sembari mengobati luka di kepala Riana.


"Tolong!" Teriak Mina sembari mencari pertolongan.


Tampak dari kejauhan datang Tim SAR dengan bala bantuan yang memadai, Steve yang disana bersama tim SAR tersentak terkejut karena kondisi Riana yang kritis.


"Steve syukurlah kau datang, Riana kritis." Ucap Mina panik.


"Baiklah kau duluan saja naik, aku dan tim SAR akan membawa Riana ke rumah sakit. Setelah di rumah sakit aku akan mengabari mu." Ucap Steve.

__ADS_1


"Baiklah Steve." Ucap Mina.


__ADS_2