
"Permisi , pak Raesha ada kepala direktur dari perusahaan TFC yang ingin bertemu dengan anda dan ini silsilah perusahaan TFC." Ucap Vanessa sembari memberikan berkas silsilah perusahaan TFC.
Raesha pun mengambil berkas tersebut dan mulai membaca halaman tersebut satu persatu. Dari lembaran tersebut mata Raesha kemudian tertarik dengan salah satu kalimat yang berbunyi "TFC adalah perusahaan pengembangan teknologi untuk masa depan yang lebih baik."
"Baiklah , siapkan tempat untuk saya bertemu dengan kepala direktur tersebut." titah Raesha kepada Vanessa.
Vanessa pun menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti apa yang harus dia lakukan dan kemudian pergi meninggalkan ruangan CEO Raesha. Kemudian Raesha pun mulai bergeming dari tempat duduknya dan siap - siap untuk bertemu dengan kepala direktur perusahaan TFC.
"Sepertinya Riana masih sibuk dengan pekerjaannya, baiklah semangat calon istri ku." ucap Raesha sembari melihat notifikasi handphonenya, kemudian Raesha pun bergegas meninggalkan ruangannya dan meninggalkan handphonenya di meja kerjanya.
__ADS_1
"Halo selamat siang , saya kepala direktur Kim dari perusahaan TFC. Kedatangan kami disini ingin membangun kerja sama dengan perusahaan anda." ucap kepala direktur tersebut sembari berjabat tangan dengan Raesha. Raesha sama sekali tidak bergeming mendengar perkataan dari kepala direktur tersebut.
"Saya disini ingin mengembangkan teknologi yang sudah ada di masa sekarang untuk dapat diolah lagi menjadi teknologi inovatif yang dapat di gunakan untuk keperluan di masa depan. Visi perusahaan kami adalah mengembangkan energi menjadi teknologi yang siap pakai dan misi perusahaan kami adalah mengimprovisasi energi tersebut menjadi barang rumah tangga , keperluan perusahaan dan sistem pembelajaran dengan daya yang hemat." gumam kepala direktur tersebut kepada Raesha.
Raesha pun terdiam sebentar sembari membaca silsilah perusahaan tersebut dan mulai sedikit berbicara "baiklah , kerja sama antara perusahaan saya dengan kalian akan saya konfirmasi lewat E-mail perusahaan saya." Titah Raesha kepada kepala direktur tersebut.
Kepala direktur tersebut pun kemudian menganggukan kepalanya dan berterima kasih kepada Raesha. Setelah kepala direktur tersebut pergi , Raesha pun memanggil Steve.
"Baiklah pak , saya permisi dulu." Jawab Vanessa dengan nada sopan kemudian pergi meninggalkan Raesha. Raesha pun bergegas pergi meninggalkan ruang pertemuannya dan menuju ke ruangannya untuk kembali berkerja seperti semula.
__ADS_1
"Riana sudah mengabari ku belum ya ?, Kalau belum biar aku saja yang mengabarinya" Titah Raesha sembari mengecek handphonenya tersebut. Pipi Raesha pun mendadak merah dan hatinya kembali ceria karena orang yang dia sayang pun mengabarinya.
*Phone message read*
"Hai mas , bagaimana kabarnya hari ini ?. Maaf atas keterlambatan ku memberi kabar kepada mu. Hari ini aku sangat lelah , karena satu hari ini aku full kerja , pagi tadi ada dua rute penerbangan dan nanti sore hingga malam ada 4 rute penerbangan. Dan sekarang aku baru makan siang. Mas bagaimana sudah makan? , Jangan terlalu stres ya dan jangan lupa istirahat yang cukup mas."
" Itu foto ku wkwkwk , aku baru saja sampai di ruang istirahat. Bagaiman jelek ya? Hehe. Aku sangat lelah , tapi tenang aku membawa vitamin ku kok. Mas semangat ya untuk hari ini, aku menyayangi mu❣️." 5 menit yang lalu.
__ADS_1
Raesha yang membaca pesan dari calon istri nya tersebut pun tersenyum senang bisa melihat muka wanita yang sangat dia rindukan.