Married with CEO : Happiness

Married with CEO : Happiness
17. Bencana telah di mulai


__ADS_3

Sudah sampai, hati - hati ya selama bekerja. Jangan telat makan." Ucap Raesha.


"Iya mas, siap!" Gumam Riana.


"Riana, mas mau berbicara kepada mu." Gumam Raesha.


"Bicara apa mas?" Tanya Riana.


"Nanti setelah kontrak mu berakhir, kamu ikut mas ya kemana pun mas pergi." Ucap Raesha.


"Maksudnya mas?" Tanya Riana bingung.


"Maksudnya mas, kamu mau jadi sekertaris mas?" Pinta Raesha.


"Sekertaris? Tapi mas punya Vanessa kan?" Gumam Riana.


"Iya." Gumam Raesha.


"Aku tidak mau membuat Vanessa kehilangan pekerjaannya, aku menunggu mas saja di rumah dan menyambut mas pulang setelah bekerja." Ucap Riana.


"Hmm, baiklah." Gumam Raesha.


"Mas ngga marah kan?" Tanya Riana.


"Ngga kok, kalau memang itu keputusan kamu. Mas ikut saja." Ucap Raesha.


"Terima kasih mas." ucap Riana.


"Mas, minta maaf waktu kamu menolong anak teman mu. Mas hanya tidak tahu keadaan sehingga menyalahkan mu. Nanti setelah selesai bekerja sebagai permintaan maaf mas kita jalan-jalan." gumam Raesha.


"Tidak apa-apa mas, baiklah kalau seperti itu. aku pergi bekerja dulu ya mas." Ucap Riana.


"Iya sayang, hati - hati ya. Mas sayang kamu." Ucap Raesha.


"Iya, aku sayang mas juga. Dadah." Gumam Riana sembari meninggalkan Raesha.


"Oh iya, kamu naik pesawat Boeing apa?" Tanya Raesha.


"Boeing 786 mas." Ucap Riana.


"Oke, hati-hati!" Teriak Raesha.


"Iya mas!" Jawab Riana.


Riana pun mulai kembali bekerja setelah cuti selama 3 hari, seperti biasa Riana akan memulai perjalanan LDRnya bersama Raesha.


"Hi, Riana!" Ucap pilot Steven.



"Hi too pilot Steven!" Gumam Riana.


"How are you?" Tanya pilot Steven.


"I'm good." Pungkas Riana.


"How about your vacation, did you enjoy it?" Tanya pilot Steven sembari membawa kopernya.


"Yes, i'm enjoy it. My vacation was awesome!" Ucap Riana.


"I brought a wedding invitation for you, i hope you come to my wedding." Pinta pilot Steven.


"Okay,i will come to your wedding pilot." Gumam Riana.

__ADS_1


"Thanks Riana, glad to see you on my wedding party." Ucap pilot Steven sembari memasuki ruangan pesawat.


"Okay, pilot." Ucap Riana.


Riana pun meninggalkan pilot steven menuju kepala pramugari untuk briefing sebelum memulai bekerja. Setelah mereka briefing Riana pun mulai bekerja dengan rute penerbangan menuju Tokyo, Jepang. Hari ini Riana bekerja dibagian menawarkan makanan kepada penumpang dan membantu penumpang jika memerlukan suatu bantuan.


"Excuse me sir, your phone has to be turned off for the duration of the flight." Ucap Riana kepada salah satu penumpang luar negeri di dalam pesawat tersebut.


"Oh okay, i'm sorry." Ucap penumpang tersebut kepada Riana sembari mematikan teleponnya.


"It's okay." Titah Riana.


Riana pun kemudian jalan, pergi meninggalkan penumpang tersebut dan menawarkan makanan kepada penumpang lain. Salah satu penumpang di dalam pesawat tersebut sedang melihat daftar makanan yang di siapkan oleh maskapai penerbangan yang Riana jalani "Did you request a special meal Mrs?" Tanya Riana.


Penumpang tersebut mengeluarkan bahasa isyarat yang menandakan bahwa dia masih dalam tahap memilih menu makanan.


"Yeah, i request it." Ucap penumpang tersebut sembari menunjuk salah satu menu yang berada di daftar buku menu makanan.


"We are going to begin our meal service shortly." Jawab Riana kepada penumpang wanita tersebut.


"Ok, thank you." Gumam penumpang tersebut.


Riana pun kemudian meninggalkan wanita tersebut, dan pergi menyiapkan makanan untuk penumpang tersebut.


"Riana!" Ucap Mina.


"Iya ada apa Mina?" Tanya Riana.


"Sini gua bantuin ya, biar ga berat juga di lo." Ucap Mina sembari membantu Riana menyiapkan makanan.


"Terima kasih Mina." Ucap Riana.


Sementara itu kegiatan Raesha di kantornya kembali berkutik dengan laptop yang menjadi makanan setiap harinya.


"Iya silahkan tinggalkan di atas meja." Gumam Raesha tegas.


"Baiklah pak." Ucap Vanessa.


"Iya." Titah Raesha.


"Permisi pak, calon istri bapak yang namanya Riana sudah kembali bekerja sebagai pramugari?" Tanya Vanessa.


"Iya, kenapa?" Ucap Raesha.


"Baguslah sudah kembali bekerja, semoga dia kecelakaan." Gumam Vanessa dengan nada pelan sembari keluar ruangan.


Raesha yang tidak sengaja mendengar celotehan Vanessa kemudian menarik tangan Vanessa dan memojokannya ke sudut ruangan kerja Raesha.


"Maksud mu apa berbicara seperti itu?" Tanya Raesha.


"Ah tidak pak, saya minta maaf." Ucap Vanessa.


"Dengar ya, kamu bisa kehilangan pekerjaan karena cara bicara mu itu." Ucap Raesha sembari memegang pipi Vanessa kencang dan geram.


"I.. iya maaf pak." Ucap Vanessa sembari meninggalkan ruangan kerja Raesha.



"Sekeras apapun pak Raesha, lihat saja gue bakal ngedapatin pak Raesha apapun itu caranya bakal gua lakuin." Ucap Vanessa angkuh sembari berjalan.


"Van Lo kenapa?" Ucap Steve.


"Gak kenapa-kenapa." Gumam Vanessa.

__ADS_1


"Apa Lo masih cari cara buat ngedeketin pak Raesha?" Tanya Steve.


"Bukan urusan lo, sana lo kerja. Udah miskin malas lagi." Ketus Vanessa sembari meninggalkan Steve.


Steve pun hanya terdiam melihat tingkah laku Vanessa dan kembali pergi bekerja.


Sementara itu Riana telah sampai ke tujuan rute penerbangan dengan selamat.


"Lelah juga ya." Ucap Mina.


"Iya, rasanya ingat kasur." Ucap Riana.


Gue harus buat Riana ketakutan, gue harus beri dia pelajaran! wanita kurang ajar itu. Baiklah gue bakal kirim pesan pakai nomor tidak dikenal, setelah itu baru gue jalan kan aksi gue dalam merebut pak Raesha.


Notification on..


"Hi Riana, bagaimana hari lo? Pasti seru kan. Kalau Raesha gue rebut bagaimana?.


Kayaknya seru deh." - unknown


Notifikasi tersebut masuk kedalam handphone Riana dan membuat Riana jengkel. "Ini siapa?, Annoying sekali!" Ketus Riana di dalam hatinya.


"Ada apa Riana?" Tanya Mina.


"Ini Mina, Lo tahu nomor ini ngga?" Tanya Riana.


"Boleh gua lihat?" Gumam Mina.


"Iya." Jeletuk Riana sembari memberikan handphonenya.


"Sebentar kayaknya gue kenal sama nomor ini." Ucap Mina.


"Siapa dia?" Ketus Riana.


"D..dia temen sebangku gua waktu SMA tapi kurang tahu juga, soalnya gue sama temen sebangku gue kurang akrab dulu. Kita sebangku karena suatu masalah." Ucap Mina.


"Bisa dapat nomor gua darimana?, Kita kan beda sekolah." Ucap Riana.


"Coba nanti gua tanyain." Ucap Mina.


"Oke, gua pegang omongan lo." Gumam Riana.


"Iya, tenang saja. Mode pesawat dulu handphone lo, pasti lupa kan?" Jawab Mina.


"Ah, iya benar." gumam Riana sembari memode pesawatkan teleponnya.


Sementara itu di tempat lain, seseorang sedang merencanakan sesuatu untuk mencelakai Riana dengan alasan balas dendam, kebencian karena kalah saing perusahaan dan amarah karena suksesnya perusahaan Raesha.


"2 hari dari sekarang Riana akan menjalankan rute penerbangan menuju Lombok pak." Ucap klien misterius.


"Bagus, saya minta dua orang dari kalian berpura - pura menjadi petugas dari maskapai tersebut. Setelah itu rusak salah satu mesin pesawat tersebut. Masih ingat kan yang waktu itu saya bilang?" Tanya seorang laki - laki.


"Siap, saya ingat pak!" Jawab klien misterius.


"Saya akan beri bayaran lebih jika pesawat itu kecelakaan." Pungkas Lelaki tersebut.


"Tenang, pesawat itu akan mengalami kecelakaan yang hebat. Bisa saya pastikan Riana akan dinyatakan meninggal dalam kecelakaan tersebut." Jawab klien misterius.


"Bagus - bagus, saya ingin beri pelajaran untuk Raesha karena dia membuat perusahaan saya bangkrut. Dia mengetahui kalau taktik yang saya pakai adalah untuk menipu orang - orang." Pungkas Lelaki tersebut.


Semoga Riana bisa baik-baik saja dan selalu dilindungi Tuhan kemanapun dia pergi. Tanpanya sehari sudah membuat hari ku semakin sepi.


__ADS_1


__ADS_2