Married with CEO : Happiness

Married with CEO : Happiness
11. Ke kebun binatang


__ADS_3

"Mas bangun!" Teriak Riana yang memenuhi seisi ruang kerja Raesha.


"A..apa sayang?, Mas masih mengantuk" gumam Raesha.


"Mas ayo ke kebun binatang." Celoteh Riana.


"Nanti saja ya, mas masih mengantuk." Gumam Raesha.


"Mas ayo bangun, ayo bangun, ayo bangun." Celoteh Riana sembari menggoyang pundak Raesha.


"Iya - iya sayang, mas bangun nih." Ujar Raesha sembari menahan matanya yang lelah.


"Asikkkkkkk." Teriak Riana.


"Mas mandi dulu ya, kamu siap - siap saja dulu." Ucap Raesha.


"Okei mas." Gumam Riana.


Raesha pun pergi untuk mandi sementara itu Riana pergi untuk bersiap - siap. Setelah beberapa menit mereka bersiap , akhirnya mereka berangkat menuju kebun binatang.


"Asikkk, jalan - jalan sama mas." Gumam Riana.


"Iya Sayang." Ucap Raesha


"Mas sepertinya kaki ku sudah sedikit membaik." Celoteh Riana.


"Bagus lah ,nanti kalau lelah Naik saja ke punggung mas. Biar mas yang gendong." Ucap Raesha.


"Okey...okey... " Ucap Riana.


"Dengar omongan mas kan?" Tanya Raesha.


"I'm shake it shake it like it was my birthday." celoteh Riana sembari menggerakan tangannya.


"Kamu lagi apa Riana?" Ucap Raesha sembari menahan rasa tawanya.


"Hah? , Apa mas?" Tanya Riana.


"Tidak." Ucap Raesha.


Sepanjang jalan menuju kebun binatang Riana selalu bertingkah aneh saat mendengar Lagu kesukaannya dan membuat Raesha menahan tawanya di sepanjang jalan.

__ADS_1


"Sudah sampai, turunnya hati - hati." Ucap Raesha.


"Okai mas." Titah Riana.


Raesha pun menyodorkan tangannya kepada Riana, sebagai kode supaya tangan mungil Riana memegang tangan Raesha.


"Apa itu mas?" Tanya Riana.


"Eish.., maksud ku genggam tangan ku." Ucap Raesha.


"Ah, dasar. Sekarang main kode - kodean ya." Tanya Riana sembari tertawa.


"Memang wanita doang yang bisa main kode - kodean Kaya gitu?" Tanya Raesha.


"Dasar." Ucap Riana.


"Ingat jangan tiba - tiba suka pergi kesuatu tempat sendirian, kalau terpisah nanti mas susah Cari Kamu. Habis badan Kamu kan pendek." Gumam Raesha.


"Iya - iya mas bawel." Gumam Riana.


"Nanti kalau Kamu di culik bagaimana?" Tanya Raesha.


"Memang Ada yang ingin menculik ku?" Tanya Riana.


"Ya maaf, muka ku kan imut Kaya amoeba." Gumam Riana.


"Ok sip, amoeba." Celoteh Raesha sembari tertawa.


"Dari pada mas, Kaya jerapah." Gumam Riana.


"Jerapah kan tinggi , tidak kaya amoeba sudah kecil tak terlihat pula." Gumam Raesha.


"Oh ya?, Mas kan sudah jerapah terus mirip zebra pula belang - belang" Gumam Riana.


"Heh, tapi benar juga. Ada beberapa warna kulit mas yang tidak sama." Gumam Raesha.


"Mas kan jerapah Dan zebra tuh kalau di singkat jadi Parah man." Gumam Riana.


"Parah man?" Gumam Raesha.


"Jerapah dan Zebra man, yang artinya sudah tinggi terus belang." Gumam Riana sembari tertawa terbahak - bahak.

__ADS_1


"Yak!, Awas ya nanti mas hukum kamu" gumam Raesha.


"Hukum aja." Ucap Riana.


"Mau tahu hukuman mas apa?" Ucap Raesha.


"Apa?" Tanya Riana.


"Ku unyel - unyel nanti pipi mu yang embul itu." Ucap Raesha.


"Tidakkk, aku takut." Ucap Riana sembari tertawa.


"Dasar." Gumam Raesha sembari mengelus - elus kepala Riana.


Raesha hanya tersenyum melihat candaan sang calon istrinya tersebut , sembari meratapi nasibnya.


"Demi apa , gue dapat calon istri kaya gini. Sudah humornya jelek kadang laknat pengen gue tenggelamin di laut tapi sayang. Memang cinta itu buta." Gumam Raesha didalam hatinya.


"Mas sepertinya kaki aku kan sudah mulai membaik, kayaknya aku mungkin bisa mulai berkerja jadi pramugari. Hari ke-4 setelah libur 3 Hari ini aku bisa mulai berkerja, jadi kayaknya tidak usah izin sakit." Ucap Riana.


"Kamu yakin?" Gumam Raesha.


"Iya mas." Ucap Riana.


"Yaudah, kalau itu keputusan Kamu. Mas selalu dukung, tapi kalau Ada apa-apa kabarin mas ya." Ucap Raesha.


"Iya mas." Gumam Riana.


"Ya sudah, Kita liburan saja dulu. Kamu mau lihat jerapah kan?" Gumam Raesha.


"Iya, ayo." Ucap Riana.


Mereka pun menghabiskan waktu seharian berkeliling kebun binatang, dan mereka pun saling mengabadikan  moment bersama.


"Mas jerapah!" Teriak Riana.



Raesha pun mengabadikan momen Riana bersama hewan jerapah tersebut.


"Iya, itu jerapah." Ucap Raesha.

__ADS_1


"Lucu." Gumam Riana.


"Iya." Jawab Raesha sembari tersenyum.


__ADS_2