Married with CEO : Happiness

Married with CEO : Happiness
6. Raesha


__ADS_3

*Phone call*


"Riana , kamu sudah sampai di bandara internasional Soekarno Hatta Jakarta?"


"Sudah mas, aku sedang mencari taxi online tetapi tidak dapat." jawab Riana dengan nada sedikit mengantuk.


"Mas jemput ya, ini sudah malam. Bahaya kalau kamu pesan taxi online jam segini."


"Iya mas siap, aku tunggu ya."


"Oke, posisi kamu ada dimana?"


"Di terminal 2D kedatangan depan KFC mas."


"Oke, tunggu 10 menit ya."


"Iya mas aku tunggu."


"Sip , jangan kemana - mana."


"Iya mas."


Raesha pun mematikan teleponnya dan pergi menjemput Riana ke bandara , jarak antara kantor Raesha dan bandara pun lumayan dekat sehingga sangat mudah untuk Raesha menjemput Riana dengan cepat. Karena Riana terlalu mengantuk dia pun tidak sadar jika ketiduran di bangku tunggu bandara.

__ADS_1


"Kau lihat gadis berpakaian Pramugari itu?, Seperti nya dia menunggu seseorang bagaimana kalau kita ganggu?" Ucap salah satu OB bandara kepada temannya.


"Boleh juga, ayo kita ganggu." jawab salah satu OB tersebut.


Sementara itu Raesha sudah sampai di bandara sembari menelepon Riana dan mencari - cari Riana.


"Riana ayo angkat telepon mu." gumam Raesha dengan nada khawatir. Raesha pun akhirnya berhasil menemukan Riana dengan perasaan emosi bahwa wanitanya itu hendak di ganggu oleh dua orang lelaki, Raesha pun bergegas turun dari mobil mewahnya tersebut dan kemudian memarahi dua petugas tersebut.


"Hai kalian , jangan sekali-kali ganggu wanita ini jika kalian tidak ingin berurusan panjang dengan ku. Jika sekali saja kalian mengganggu wanita ini, akan ku buat hidup kalian hancur. Ingat itu!" ucap Raesha dengan nada tegas. Kedua OB tersebut pun tertunduk malu dan kemudian pergi meninggalkan Raesha dan Riana.


"Dasar kau ini, untung saja aku datang tepat waktu. Bagaimana kalau tidak, kau bisa habis di ganggu dua lelaki tadi. Tapi kiyowo juga cara tidur mu. Riana kau tidur di kantor ku saja ya, disana ada tempat tidur juga dan jaraknya tidak terlalu jauh dari bandara dan temani aku berkerja ya, setiap lembur aku selalu sendirian." gumam Raesha sembari menggendong Riana yang tertidur pulas dan membawa barang - barang Riana menuju mobilnya.


Raesha pun membawa mobilnya dengan keadaan santai dan tidak terlalu ngebut seperti biasanya. "Ugh.. dingin." ucap Riana dengan nada pelan tetapi tetap terlelap dalam dunia mimpinya.


Raesha pun memutar lagu kesukaan Riana di dalam mobilnya dengan volume kecil agar Riana semakin nyenyak tidur. "Nanti pagi kau sarapan di kantor ku saja ya Riana embul ku." ucap Raesha dengan nada gemas.


Raesha pun kemudian Sampai di kantornya , dia pun meminta salah satu OB di kantornya untuk membawakan barang Riana menuju ruang kerjanya, sementara itu dia mengendong Riana dan membawanya menuju ruang kerjanya.


"Wah cantik sekali, siapa dia pak?" Ucap OB tersebut dengan nada heran.


"Dia calon istri saya , namanya Riana." gumam Raesha dengan nada sopan.


"Calon?, Wah saya doakan semoga cepat halal ya pak. Biar cepat bisa mempunyai keturunan untuk melanjutkan perusahaan anda pak" gumam OB tersebut dengan nada bahagia.

__ADS_1


"Terima kasih doanya, oh iya saya minta besok bawakan sarapan ke ruang kerja saya ya untuk dua orang dan jangan lupa tolong bawakan barang bawaan Riana ke ruang kerja saya." pungkas Raesha kepada OB tersebut.


"Siap pak." Titah OB tersebut.


"Ya sudah saya duluan ya." gumam Raesha sembari meninggalkan OB tersebut.


Raesha membawa Riana menuju ruang kerjanya dan meletakkan Riana di sofa tidur miliknya.


"Sayang tidur yang nyenyak ya, mas tahu kamu kelelahan. Mimpi indah ya sayang."  ucap Raesha kepada Riana sembari mencium kening Riana. Riana pun sedikit merasakan ciuman dari calon suaminya tersebut dan dia pun membalasnya dengan senyuman dari tidurnya.



"Dasar embul kesayangan ku, mas rindu semua tentang mu. Cara mu membuat mas ketawa, rindu masakan yang kamu buatkan untuk mas, rindu suara tawa mu, tingkah imut mu, dan hal lain yang mas dan dirimu lakukan."  gumam Raesha dengan nada sedih dan sedikit mengeluarkan air mata.


"Permisi pak, ini barang bawaan calon istri anda." ucap OB tersebut dari balik pintu ruang kerja Raesha.


"Masuk dan taruh barang tersebut dekat sofa tidur saya." ucap Raesha kepada OB tersebut sembari menuju meja kerjanya.


"Baiklah pak." gumam OB tersebut.


"Pak saya sudah selesai, saya izin pergi ya pak." ucap OB tersebut.


"Terima kasih ya." jawab Raesha dengan nada lembut.

__ADS_1


__ADS_2