Married with CEO : Happiness

Married with CEO : Happiness
3. CEO [bag.2]


__ADS_3

Raesha pun membalas pesan kekasih pujaan hatinya itu dengan penuh senyuman dan semangat di dalam hatinya.


"Uwh:' , makan yang banyak ya dan jangan sakit perkerjaan mu itu sangat padat. Aku disini akan terus berdoa untuk diri mu. Kabar mas hari ini baik - baik saja , mas tadi juga sudah makan siang. Siap nona kecil yang manis mas akan istirahat yang cukup dan tidak akan memikirkan hal tidak penting yang membuat mas stres"



"Ini foto mas , bagaimana ? Wkwk. Mas tidak pandai untuk memfoto diri sendiri, oh iya mas lagi di ruangan baju punya mas di kantor mas"


*Message read by Riana*


"Kkkkk, mas terlihat kecil di foto itu. Bagaimana bisa mas?, Apa ketika aku jadi pramugari tinggi mas menyusut?"


"Inikan foto sayang, masih tinggi mas kok dibandingkan diri mu. Wkwkwk"


"Dasar mas, mas tidak sibuk?"


"Mas sedikit sibuk, tapi sekarang sedang istirahat"


"Ah begitu, akhir pekan mas kosong tidak?"


"Kenapa?"


"Ayo kita jalan - jalan ke kebun binatang, aku ingin melihat kembaran mas. Wkwkwk"

__ADS_1


"Baiklah wkwk, mari kita ke kebun binatang. Jangan jauh - jauh dari mas ya saat di kebun binatang"


"Asikkkkk, siap mas aku tidak akan jauh-jauh dari mas. Ya sudah mas aku ingin istirahat dulu ya, sebelum nanti sore melanjutkan rute penerbangan."


"Sip, ya sudah selamat istirahat nona manis."


"Eum, iya mas jelek wkwk."


"Dasar wkwk."


Raesha pun sangat senang bisa mengetahui kabar Riana walaupun sebentar saja, baginya Riana merupakan hal spesial yang pernah ada dalam hidupnya.


"Permisi pak Raesha , ini Steve. Bapak memanggil saya, ada apa pak?" Ucap Steve nada penuh hormat kepada Raesha dengan muka yang penuh arti tanda tanya.


"Begini, tadi ada perusahaan TFC mengajak kerja sama dengan perusahaan kita. Saya ingin kamu mematai gerak - gerik perusahaan tersebut. Karena ketika saya baca silsilah perusahaannya ada yang membuat ganjal dengan perusahaan tersebut." gumam Raesha kepada Steve sembari memberikan silsilah perusahaan TFC kepada Steve.


"Tugas kamu adalah memata - matai semua dana perusahaan mereka larinya kemana dan apakah perusahaan ini benar mengembangkan teknologi untuk masa depan." pungkas Raesha dengan nada serius.


"Baiklah pak , saya akan memantau lajur pendanaan dan misi mereka. Saya permisi dulu pak." geming Steve


Raesha pun menganggukan kepalanya dan Steve pun pergi keluar dari ruangan Raesha. Seperti biasa Raesha akan kembali sibuk dengan pekerjaannya tersebut dan melanjutkan menulis ide - ide terbarunya itu.


"Perusahaan yang aneh, bagaimana bangkit dengan cara secepat ini." gumam Steve di dalam hatinya sembari mencari perusahaan tersebut di situs media sosial dan membaca silsilah perusahaan tersebut.

__ADS_1


"Gue harus tampil cantik pokoknya, demi mendapatkan pak Raesha." ucap Vanessa dengan nada pelan sembari memainkan kamera handphonenya.



Steve yang sedang fokus tidak sengaja terpecah fokusnya dengan mendengarkan perkataan dari Vanessa "Vanessa ?, Kenapa dia bisa berbicara seperti itu. Bukan kah dia tau kalau pak Raesha mempunyai calon istri" ucap Steve dengan penuh kebingungan.


"Vanessa nanti waktu istirahat sore , bisakah saya berbicara dengan diri mu ?" Tanya Steve dengan nada serius dan penuh kebingungan.


"Boleh, tapi sebentar saja ya. Karena sekertaris seperti ku akan sibuk berkerja di bandingkan pegawai kantoran biasa seperti diri mu." ucap Vanessa dengan nada sombong dan acuh.


"Baiklah." jawab Steve dengan nada singkat.


Steve pun kembali berkerja dengan komputer kesukaannya tersebut sembari membaca dan mencatat beberapa data perkantoran TFC. "Apakah aku harus memberi tahu soal ini kepada Riana?. Tetapi jika tahu maka itu akan menghancurkan semangat dan harapan Riana. Lebih baik aku akan memberi tahu jika waktunya pas" gumam Steve di dalam hatinya.


Steve tidak ingin sahabat terbaiknya itu hancur karena orang lain itu sebabnya dia selalu melindungi Riana.


"Nessa , kau memang belum tahu kalau pak Raesha sudah mempunyai calon istri?" Ucap Steve kepada Vanessa.


"Calon?, Aku kira dia belum punya" gumam Vanessa dengan nada tidak peduli.


"Lebih baik kamu jangan ganggu hubungan pak Raesha." pungkas Steve dengan spontan.


"Lagi pula pak Raesha kan baru punya calon , dan calonnya pun belum resmi jadi istrinya. Bisa kan aku meminjam pak Raesha sebentar untuk ku jadikan mainan" gumam Vanessa.

__ADS_1


"Nessa!" Bentak Steve.


"Lihat saja , pak Raesha nanti bisa ku rebut." Ketus Vanessa sembari meninggalkan Steve.


__ADS_2