
Riana pun pergi mengunjungi mall di sekitar Kantor Raesha , sesampainya Riana disana matanya dimanjakan oleh semua barang yang Ada di mall tersebut.
"Rasanya sudah lama sekali tidak pergi me tempat seperti ini , baiklah aku akan mencari hadiah untuk mas." Ucap Riana.
Riana pun pergi mengelilingi toko - toko khusus barang cowok yang Ada di mall tersebut.
"Mas kan selalu berada di dalam ruang kerjanya dan jarang untuk berolahraga, sebaiknya aku membelikan baju olahraga. Supaya sehat juga." Gumam Riana.
Riana pun memilih - milih baju olahraga yang pas untuk Raesha sembari bertanya kepada orang yang berjualan di toko tersebut.
"Permisi , baju olahraga ini Ada yang ukurannya L tidak?" Tanya Riana.
"Ada kok mba , eh sebentar. Lo Riana kan?" Tanya petugas tersebut.
"I..iya, Kamu siapa?" Ucap Riana.
"Ini gua Effano , lo ngga inget gua?" Tanya Effano.
"Effano?, Ah anak yang waktu sma satu organisasi sama gua kan?" Tanya Riana.
"Iya , apa kabar?" Tanya Effano.
"Baik - baik aja ko, lo kerja di sini?" Tanya Riana.
"Gue pemilik toko ini, kebetulan Karena lo temen gue. Gue kasih diskon." Ucap Effano.
"Serius?, Baik banget lo. Terima kasih ya." Gumam Riana.
"Oh iya , hubungan lo sama ka Raesha bagaimana?" Tanya Effano.
__ADS_1
"Baik - baik aja ko sejauh ini, Kita saling kasih kabar." Gumam Riana.
"Cie, temen gue udah besar bentar lagi Nikah." Gumam Effano.
"Dasar." Ucap Riana.
"Lo beli olahraga buat cowok , untuk siapa?" Tanya Effano.
"Buat mas." Ucap Riana.
"Yang ini keren, gue denger - denger dia CEO kan?" Gumam Effano.
"Iya dia CEO." Ucap Riana.
"Baju yang ini cocok buat dia, keren gayanya." Ucap Effano.
"Boleh , gue mau yang ukuran L ya." Titah Riana.
"Semuanya jadi berapa Fan?" Tanya Riana.
"Totalnya Lima ratus ribu , karena lo temen gue, gue kasih diskon 50%." Ucap Effano.
"Oke terima kasih Fan, gue pergi dulu ya." Gumam Riana.
"Iya sama - sama, jangan lupa dateng lagi ya." Gumam Effano.
"Iya Fan siap." Ucap Riana.
Riana pun pergi berkunjung ke tempat lain hingga membuat Riana pun lupa waktu. "Lebih baik aku berkunjung ke toko buku sekarang." Ucap Riana. Sesampainya Riana disana , pupil matanya membesar melihat harga diskon buku yang sangat dia suka. "Please Riana , lo jangan hedon oke. Kontrol diri lo. Jauhkan lah aku dari setan pengoda iman dengan harga diskon." Gumam Riana.
__ADS_1
Tetapi setelah itu , Riana tidak bisa menahan dirinya untuk mengambil buku manis dengan tulisan "buy one get two diskon 50% all genre of book." .
Riana pun mengajak dirinya sendiri untuk berkeliling toko buku tersebut, "Bodo amat , gue mau hedon sehari." Ucap Riana. Raesha yang sedari tadi khawatir terus - menerus menelepon nomor Riana tanpa henti hingga tulisan notifikasi di layar atas handphone Riana bertulis " Raesha missed call (25)" .
"Akhirnya barang - barang yang gue pengen dapet juga." Gumam Riana sembari mengecek notif handphonenya. Di saat Riana ingin megambil handphonenya seorang cowok pun tidak sengaja menabrakan bahunya ke bahu Riana.
"Maaf, gue ga sengaja." Ucap lelaki tersebut dengan ketus.
"Ga sengaja?, Jelas - jelas tadi lo sengaja deh" jawab Riana dengan ketus.
"Lo ga paham sama apa yang gua katain?" Tanya lelaki tersebut.
"Maaf, gue ngerasa lo sengaja." Ucap Riana.
"Oh gitu ya?" Tanya lelaki tersebut sembari meninggalkan Riana.
Riana pun diam membisu dengan perasaan kesal dan emosi, "Rese benar cowok itu." Ucap Riana dengan kesal sembari pergi pulang dari mall tersebut.
"Gue masih heran sama cowok tadi, ga mungkin kalau itu ngga sengaja. Rasanya beda." Ucap Riana.
Sementara itu lelaki tersebut pun sangat acuh kepada Riana, dan pergi meninggalkan Riana tanpa mengucapkan maaf dengan tulus sedikit pun.
"Oh jadi tadi cewek Raesha, yang sangat Raesha sayangin. Boleh tuh jadi aset pertama buat ngehancurin Raesha." Ucap lelaki misterius tersebut sembari menuju ke salah satu toko di mall tersebut.
"Ini tuan data - data Riana, menurut informasi beberapa Hari lagi dia akan kembali berkerja." Ucap bapak tua.
"Dia pramugari?" Tanya lelaki misterius.
"Iya, dia akan melakukan perjalanan ke lombok dalam waktu dekat." Ucap bapak tua tersebut.
__ADS_1
"Saya ingin salah satu dari kalian Ada yang menyusup masuk menjadi petugas bandara, dan rusak bagian vital pesawat yang akan di naiki oleh Riana." Ucap lelaki misterius itu.
"Baiklah tuan." Gumam bapak tua tersebut.