Married with CEO : Happiness

Married with CEO : Happiness
16. Back to work


__ADS_3

"kamu mau beli sesuatu untuk besok?" Gumam Raesha.


"Iya mas, ada beberapa perawatan wajahku yang mau aku beli sekaligus beberapa cemilan." Ucap Riana.


"Ya sudah, hari ini Mari kita habiskan waktu bersama?" Ucap Raesha.


"Serius?,Mas tidak sibuk bekerja?" Ucap Riana.


"Tenang, mas sudah kerjakan tugas hari ini kemarin. Jadi mas ada waktu bebas." Ucap Raesha.


"Baiklah mas." Ucap Riana.


Riana dan Raesha pun kemudian pergi menuju ke pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan Riana sebelum bekerja.


"Mas aku mau nanya sesuatu." Gumam Riana.


"Iya?" Tanya Raesha.


"Selama aku bekerja, kalau aku nantinya mengalami kecelakaan bagaimana?" Gumam Riana.


"Kamu jangan berbicara seperti itu, berdoa saja semoga kamu diselamatkan." Gumam Raesha.


"Aku serius mas, apakah mas akan mencari pengganti diriku?" Gumam Riana.


"Pengganti?, Mas rasa tidak. Mas akan cari kamu dimana pun itu" ucap Raesha.


"Serius mas?, Aku cuman takut saja setelah aku pergi mas menggandeng tangan wanita lain" gumam Riana.


"Tenang, mas setia kepada mu." Guman Raesha.


"Baiklah, aku percaya mas." Gumam Riana.


"Pegang tangan mas dan lihat mata mas. Kalau sampai mas melanggar omongan mas sendiri, tegur mas jangan diam ya. Ingat mas cuma ingin menikahi mu, karena satu kecewa dari dirimu artinya mas gagal membuat mu bahagia." Ucap Raesha.


"Okey mas, aku percaya mas." Ucap Riana.


"Baiklah, sebelum kamu berangkat. Mas mau memberikan sesuatu sebagai tanda kalau kamu itu punya mas." Ucap Raesha.


"Tanda?" Gumam Riana.



Raesha pun memasangkan cincin ke jari manis sebelah kiri milik Riana.


"Ini maksudnya apa mas?" Tanya Riana.


"Artinya kamu itu milik mas." Ucap Raesha.


Riana pun terdiam dengan raut muka terharu.


"Setelah kamu membereskan kontrak pekerjaan mu, mas akan langsung menikahi mu." Ucap Raesha.


"Baiklah mas, aku akan bekerja dengan giat." Gumam Riana.


"Bagus." Gumam Raesha.


Mereka pun memutari seisi pusat perbelanjaan, hingga matahari pun berubah menjadi bulan untuk menghiasi langit.


"Jadi barang yang kamu perlukan hanya beberapa saja?" Ucap Raesha.


"Iya mas, aku hanya perlu sedikit saja." Gumam Riana.

__ADS_1


"Ya sudah, makan malam yu." Gumam Raesha.


"Dimana mas?" Tanya Riana sembari menatap mata Raesha.


"Di tempat biasa saja." Ucap Raesha.


"Bagaimana kalau hari ini aku yang masak saja, kita makan masakan ku." Ucap Riana.


"Boleh sekali, ya sudah kalau begitu mari kita pulang." Gumam Raesha.


"Iya mas." Ucap Riana.


Riana dan Raesha pun pergi pulang, kemudian masak bersama dan akhirnya menghabiskan waktu bersama.


"Sudah sampai, mas bantu bawa barangnya ya." Ucap Raesha sembari membawa barang belanjaan Riana.


"Iya mas." Gumam Riana.


"Ingat, kalau ada cowok yang menganggu mu pukul saja." Ucap Raesha.


"Iya mas." Gumam Riana.


"Kamu sudah menyiapkan barang - barang mu untuk besok?" Gumam Raesha sembari menaruh barang Riana disamping koper yang telah disiapkan Riana.


"Sudah mas." Gumam Riana sembari menyiapkan seragam pramugarinya.


"Mas laper." Ucap Raesha sembari memeluk Riana dari belakang.


"Iya mas, aku masak dulu ya." Ucap Riana sembari mengecek bahan - bahan yang berada di dalam kulkas milik Raesha.


"Iya sayang." Gumam Raesha.


Riana pun kemudian pergi memasak makanan untuk makan malam, Raesha yang menunggu Riana memasak makanan pun kemudian ketiduran.


"Iya sayang..?" Tanya Raesha.


"Ayo mas bangun, kita makan." Gumam Riana.


"Iya sayang." Gumam Raesha yang kemudian duduk dari posisi tidurnya.


"Sayang.." titah Raesha sembari menjatuhkan badannya di tubuh mungil Riana.


"Badan mas kenapa panas?, Mas sakit?" Tanya Riana.


"Mas tidak enak badan." Ucap Raesha.


"Mas makan sedikit dulu ya, nanti minum obat ya." Gumam Riana.


"Mulut mas pahit sayang." Ucap Raesha.


"Aku buatkan bubur ya mas, mas istirahat aja dulu." Ucap Riana.


"Iya sayang." Gumam Raesha.


Riana pun kemudian membuatkan bubur untuk Raesha dan menyiapkan obat demam untuk Raesha.


"Mas makan dulu ya buburnya, aku suapin ya." Gumam Riana.


"Iya sayang." Ucap Raesha.


Riana pun kemudian menyuapkan bubur untuk Raesha.

__ADS_1


"Mas aku buatkan air hangat untuk minum, nanti minum obat ya mas." Gumam Riana.


"Iya sayang, sudah habis kok." Ucap Raesha.


"Ini minum air dulu mas, habis itu minum obat mas." Titah Riana.


Raesha pun kemudian meminum obat tersebut dan pergi istirahat.


"Mas istirahat dulu ya." Ucap Raesha.


"Iya mas." Gumam Riana.


Raesha pun kemudian pergi tidur dan Riana pun pergi membereskan barang bawaannya habis itu Riana pun pergi tidur sembari memeluk Raesha agar panasnya pindah ke tubuh Riana.


Keesokan harinya, Riana bangun lebih cepat dibandingkan Raesha. Riana meninggalkan vitamin di atas meja Raesha.


"Sayang.." ucap Raesha.


"Iya mas?" Gumam Riana.


"Mas antar ke bandara ya." Ucap Raesha.


"Tidak usah mas, mas masih sakit. Aku minta jemput teman ku saja." Gumam Riana.


"Tak apa, biar asisten supir mas saja yang bawa. Mas tetap ingin mengantar mu." Ucap Raesha.


"Baiklah mas, aku menaruh vitamin di atas meja mas jangan lupa di minum ya." Gumam Riana.


"Iya sayang, mas akan minum kok." Gumam Raesha.


"Mas 2 Minggu kedepan aku ada perjalanan besar mas." Gumam Riana sembari merapihkan pakaian Pramugarinya.


"Kemana?" Tanya Raesha sembari merapihkan rambutnya.


"Ke Jepang mas." Gumam Riana.


"Wah, hati - hati ya sayang." Ucap Raesha.


"Iya mas siap." Gumam Riana.


"Ingat pesan mas, jangan telat makan." Gumam Raesha.


"Iya mas , kesayangan aku." Ucap Riana.


Riana pun mulai berjalan ke arah pintu dengan sengaja Raesha menarik lengan Riana, mendorong Riana ke atas kasur dan mulai mencium bibir lembut Riana. Riana hanya terdiam dengan perlakuan Raesha, Raesha pun tidak sengaja mengigit kecil bibir Riana dan membuat bibir Riana sedikit terbuka.


Raesha pun mulai memainkan lidahnya kedalam mulut Riana, "Mas!!" Gumam Riana sembari memukul kecil punggung Raesha.


Raesha dengan acuh membiarkan Riana memukuli punggungnya.


"Egh.." ucap Riana.



"Kenapa sayang?" Gumam Raesha dengan muka tanpa dosa sembari melepaskan ciumannya.


"Mas nyebelin!" Ucap Riana.


"Nanti kamu rindu mas, jadi maafkan mas cium kamu sebelum kamu berangkat kerja." Ucap Raesha.


"Dasar mas!" Ucap Riana.

__ADS_1


Raesha pun mengandeng tangan Riana sembari membawakan koper Riana menuju mobilnya.


__ADS_2