Married with CEO : Happiness

Married with CEO : Happiness
25. Aku kembali


__ADS_3

"Saya mau pergi dulu ke kota dimana saya dan Raesha bertemu, jika ada informasi lebih tolong beritahu saya." Gumam Riana.


"Baiklah, saya mengerti." Ucap Alex.


"Kalau begitu saya pergi." Gumam Riana sembari membawa tasnya kedalam taxi.



"Saya bantu." Gumam Alex.


Aku pun pergi kembali ke kota asal ku dan tempat diriku bersama Raesha bertemu, aku hanya ingin memberi kejutan sedikit untuk Vanessa dan Raesha. Bahwa orang yang ingin Vanessa celakai tidak lah mati.


Riana pun kemudian pergi meninggalkan kota ladang usahanya, sementara itu Alex yang terdiam menunggui taxi Riana menjauh mendapatkan telepon penting dari bawahannya.


Phone call..


"Pak saya mendapatkan informasi penting tentang Vanessa." Gumam bawahan Alex.


"Iya?apa?" Tanya Alex.


"Vanessa akan mengumumkan tanggal pernikahan mereka sekitar tanggal 22." Gumam bawahnya.


"Tanggal 22?" Gumam Alex.


"Iya, tempat pelaksanaannya di Bali." Gumam bawahan Alex.


"Oke terima kasih, tetap cari informasi lainnya." Gumam Alex.


Sementara itu kondisi perusahaan Raesha sedikit berantakan disebabkan lagi-lagi ulah Vanessa.


"Aku tidak mau ya kamu jelek pas pernikahan, kamu tuh harus senyum. Pernikahan kita 4 hari lagi." Gumam Vanessa.


"Berhentilah!, Kau bukan calon istriku dan aku tidak akan pernah menikahi mu" bentak Raesha didepan semua karyawannya.


"Lihat lah, Vanessa merebut calon suami orang. Hina!" Teriak seisi kantor Raesha.


"Diam! Lihat saja kalau aku sudah menikah akan aku pecat kalian semua" ucap Vanessa.


"Pecat?pecat saja, nanti juga calon istri sahnya datang merebut kembali apa yang telah di rebut dari mu" gumam karyawan misterius Raesha.


"Diam!" Bentak Vanessa sembari meninggalkan kantor Raesha.


Vanessa yang sedari tadi kesal dibuat Raesha, pergi meninggalkan kantor Raesha dengan emosi yang meluap - luap. Sementara itu di sisi jalan depan kantor Raesha terdapat Riana yang sedang tertawa kecil melihat Vanessa. "Salam manis dari ku Vanessa" gumam Riana.



Baiklah kalau begitu aku akan pergi ke tempat ice cream biasa aku dan Raesha pergi setelah itu aku akan berkunjung ke rumah Steve dan Mina.


"Permisi mba, saya mau beli varian vanilla." Gumam Riana.


"Iya mba, eh anda Riana kan?" Tanya gadis penjual ice cream tersebut.


"Iya, kenapa?" Tanya Riana bingung.


"ASTAGA! Model terkenal itu" gumam gadis penjual ice cream tersebut.


"Eh, tidak - tidak." Gumam Riana.


Manager perusahaan ice cream tersebut pun menghampiri Riana dan berbincang-bincang mengenai periklanan ice cream mereka.


"Baiklah saya setuju, tapi setelah saya membereskan semua kerjaan saya di kota ini ya." Gumam Riana.


"Baiklah, boleh." Gumam manager tersebut.


Riana pun kemudian pergi membawa ice creamnya menuju kediaman Steve dan Mina.


Suara bel rumah berbunyi, menandakan tamu datang. Steve dan Mina yang telah lama melangsungkan pernikahan mereka dibuat terkejut oleh kedatangan Riana.


"Sebentar, maaf siapa ya?" Tanya Mina.


"Ini aku Riana." Gumam Riana.


"ASTAGA! RIANA!" Teriak Mina dengan bahagia.


"Riana?" Tanya Steve.

__ADS_1


"Hai, apa kabar?. Wah kau sudah hamil saja ya Mina" gumam Riana.


"Jahat! Tidak datang ke pernikahan ku, yang datang hanya Raesha dan Vanessa" gumam Mina.


"Aku datang, kau ingat wanita yang memakai topi misterius. Itu aku Mina." Gumam Riana.


"Aku tidak menyadarinya, ayo masuk Riana." Gumam Mina.


"Iya Mina." Gumam Riana.


"Wah sahabat ku sudah sukses, kamu jadi seorang model ternama." Gumam Steve.


"Iya nih, aku juga demi mengumpulkan uang untuk liburan." Gumam Riana.


"Bagaimana dengan Raesha? Dengar-dengar 4 hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan." Gumam Steve.


"Kalau untuk itu sudah aku urus, aku akan merebut kembali Raesha dengan cara apapun." Gumam Riana.


"Udah kaya Fir'aun aja menghalalkan segala cara." Gumam Mina yang mengolok Riana.


"Ya tidak seperti itu juga." Gumam Riana.


"Dasar, kau sudah makan?" Tanya Steve.


"Belum, baru makan sedikit." Gumam Riana.


"Kau tahu berita tentang lelaki berinisal H?" Tanya Mina.


"H? Hendra lelaki dari Vanessa?" Tanya Riana.


"Bagaimana kau tahu?apakah dalang pembongkaran dari semua itu adalah kau?" Tanya Mina.


"Iya, aku hanya ingin balas dendam saja. Karena Raesha ku telah di ambil." Gumam Riana.


"Jadi kamu menyerang pacarnya?" Tanya Mina.


"Iya, karena ketika aku belanja di minimarket sebelum aku pergi. Aku melihat Vanessa dan lelakinya berbelanja mereka dekat dan bahkan pegangan tangan." Gumam Riana.


"Bukan kah itu keterlaluan?" Tanya Mina.


"Iya, Vanessa mengambil Raesha dari Riana untuk menghidupi lelaki simpanannya." Gumam Steve.


"Nah kali ini aku setuju." Gumam Steve.


"Iya, nanti kalian lihat berita saja. Aku akan mengungkapkan siapa pacar Hendra itu." Gumam Riana.


"Life is a struggle" begitulah orang inggris bilang bahwa hidup adalah sebuah perjuangan. Artinya dalam hidup ini harus ada sebuah usaha dari kita untuk bisa maju. Ketika seseorang sudah tidak memiliki semangat untuk maju maka bisa dipastikan orang itu akan menjadi pecundang seumur hidupnya.


Aku tidak ingin menjadi salah satu pengundangan tersebut, aku ingin Raesha kembali apapun caranya akan aku lakukan. Karena bagi ku melepas seseorang yang telah lama aku nanti itu sangat berat, cinta itu bercerita tentang aku dan kamu.


"Kamu akan tidur dimana Riana?" Tanya Steve.


"Aku akan ke apartemen ku, karena terakhir aku tinggal itu sangat berantakan. Sekalian aku ingin membereskan apartemen ku." Gumam Riana.


"Baiklah, hati-hati. Aku takut ada mata - mata Vanessa yang mengawasi apartemen mu." Gumam Steve.


"Mata-mata?" Tanya Riana.


"Ya, mata - mata itu di minta untuk menghabisi dirimu. Makanya mereka tiap hari dikirim untuk mengawasi apartemen mu." Gumam Steve.


"Sebentar, bagaimana kamu tahu?" Tanya Mina.


"Aku tahu, karena aku pernah menguping pembicaraan Vanessa dengan pesuruh bayarannya." Gumam Steve.


"Wah, terlalu bahaya kalau kamu pulang kesana apa lagi kamu sendirian. Nanti yang ada di berita kasus kematian model ternama lagi. Sudah kamu tidur saja disini, ada kamar bekas ku kamu bisa tidur disana." Gumam Mina.


"Tapi apa tidak menggangu?" Tanya Riana.


"Tidak, anggap saja rumah mu sendiri." Gumam Mina.


"Lagi pula kau bisa mengajarkan kepada bayi ku ini bahasa Inggris, supaya ketika lahir jadi bule." Gumam Steve sembari tertawa terbahak-bahak.



"Suami mu ini kenapa?" Tanya Riana.

__ADS_1


"Sudah, suami ku memang seperti ini. Tidak jelas dan tidak akan jelas, Sudah ayo kita makan malam." Gumam Mina


"Hm, awas bayi mu malu punya ayah asburd seperti Steve." Olok Riana.


"Akan ku pastikan tidak, aku akan mengarahkannya ke jalan yang lurus." gumam Mina.


"Mina tidak boleh seperti itu atau uang jajan aku potong." Gumam Steve.


"Potong lah, anak ini kekurangan gizi daging mu akan aku makan." Gumam Mina.


"Galak sekali kalian." Ucap Riana sembari tertawa geli melihat pertikaian dua insan.


Setelah mereka bertiga bercanda bersama Riana pun pamit dari rumah Steve untuk pergi mengurus sesuatu.


"Steve aku mau mengurus urusan dulu ya, seperti biasa aku dipanggil bos ku ada jadwal pemotretan yang harus aku selesaikan. Aku naik taxi saja." Gumam Riana.


"Baiklah, pulangnya aku jemput ya. Nanti aku minta izin Mina." Gumam Steve.


"Baiklah, terima kasih Steve." Ucap Riana yang kemudian pergi.


Ini saatnya aku harus membereskan segala-galanya, membersihkan Vanessa dari hidup Raesha.


Riana pun bergegas mengeluarkan foto Raesha dan menanyakan keberadaan Raesha kepada orang - orang disekitarnya.


Dari berita yang aku baca, Raesha sekitar pukul delapan malam akan ada di toko perhiasan pernikahan.


Phone call..


"Bu, kami semua berserta pihak kepolisian sudah stand by diposisi." Gumam Alex.


"Hm, baiklah saya mau menuju kesana." Gumam Riana.


"Baiklah Bu, kami sudah menyamar menjadi warga biasa." Gumam Alex.


"Terima kasih, Alex." Gumam Riana.


"Oke bu." Ucap Alex sembari menutup telepon dari Riana.


Tampak dari kejauhan Riana melihat Raesha berserta para bodyguardnya turun dari mobil. Riana pun langsung menghampiri Raesha.


Derap langkah kaki seorang wanita yang tidak asing bagi Raesha mengingatkannya kepada seseorang yang sedari dulu sangat dia cintai. Raesha menyadari bahwa mimpinya untuk bersama wanita kesukaannya itu telah kandas dikarenakan wanita yang sangat dia cintai itu mengalami kecelakaan dalam menjalani tugasnya dan dinyatakan hilang.


"Permisi mas, mas kenal dengan lelaki ini?" titah Riana kepada seorang lelaki bertubuh tinggi diantara air hujan.


"Kenal, i..itu saya sendiri. Ada apa Kamu mencari saya?" Gumam Lelaki tersebut.


"A..aku Riana mas." jawab Riana dengan nada sopan sembari mengeluarkan air mata.


"Sebentar, kamu adalah Riana. , bukankah kamu dinyatakan hilang?" Titah Lelaki tersebut dengan nada spontan sembari terkejut.


Riana pun diam membisu ketika lelaki tersebut mengatakan hal tersebut " a..aku tidak hilang aku berada di antara.." ucap Riana dengan nada terputus.


"Ayo sayang kita masuk kedalam toko perhiasan ini." Ucap seorang wanita dari belakang Raesha.


"D..dia siapa?" Tanya Riana.


"Dia calon istri mas." Gumam Raesha.


"Calon istri?bukan aku mas? Aku kesini mau bertemu mas." Gumam Riana.


"Kamu Riana? Pulang lah untuk apa kamu berharap dengan Raesha lagi. Ronny dan Robby cepat usir Riana" teriak Vanessa.


"Mas, aku merindukan mu. Aku mohon kembali lah kepada ku!" Bentak Riana menahan air matanya turun.


"M-maaf tapi ini cara mas melindungi mu." Ucap Raesha sembari memeluk Riana.


"Robby! Ronny! Kenapa kalian diam saja?" Tanya Vanessa heran.


"Maaf bu, anda kami tangkap." Ucap Robby dan Ronny.


"Hah? Kenapa!" Bentak Vanessa.


"Anda terjerat kasus atas pacar anda, menurut kesaksiannya anda ikut terlibat." Gumam mereka berdua.


Alex dan beserta pihak kepolisian pun kemudian keluar dari tempat persembunyiannya mereka dan menangkap Vanessa.

__ADS_1


"BUKAN SAYA!" teriak Vanessa.


"Anda bisa beri kesaksian di kantor nanti." Gumam Alex.


__ADS_2