
"Istirahat lah Riana , sekarang Kita sudah di Kantor ku. Luka mu tidak terlalu parah, tapi aku akan mengobatinya supaya badan mu tidak bertambah panas." Ucap Raesha.
Riana pun hanya terlelap dalam tidurnya saat Raesha berbicara. Keesokan paginya Riana pun terbangun , dia pun kemudian mencari Raesha. Karena saat itu Raesha tidak berada di ruang kerjaannya.
"Mas?" Ucap Riana.
"Mas dimana?" Tanya Riana.
Riana pun kemudian pergi keluar ruangan kerja Raesha , dan mengelilingi seisi Kantor.
"Mas?" Teriak Riana.
"Iya sayang?, Mas disini" gumam Raesha.
"Dimana mas?" Tanya Riana.
"Tepat di belakang mu." Ucap Raesha.
Riana pun kemudian membalikan badannya dan memeluk Raesha dengan erat sembari menangis.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Raesha.
"M..maafkan aku yang selalu merepotkan mas, selalu membuat mas khawatir, selalu membuat mas merindukan ku. Maafkan aku." Ucap Riana dengan nada menyesal.
"Jangan menangis, tak apa." Gumam Raesha.
Tanpa sengaja Vanessa pun melihat kejadian tersebut , membuang muka tanda tidak suka kepada Riana.
"Kenapa sih , cewek itu nempel banget sama pak Raesha. Kan gue jadi ga bisa deket sama pak Raesha. Semoga aja pas lu ngejalanin tugas sebagai pramugari, pesawat lu kecelakaan." Jeletuk Vanessa di dalam hatinya sembari meninggalkan Raesha dan Riana.
Raesha dan Riana pun pergi ke kantin yang Ada di Kantor Raesha untuk membeli beberapa sarapan.
"Tunggu sini ya." Ucap Raesha.
"Iya mas." Gumam Riana.
Kemudian Raesha pun pergi untuk memesan sesuatu sembari mencari cemilan.
"Riana?" Tanya Steve.
"Steve?" Ucap Riana.
__ADS_1
"Ku pikir , Kamu sudah berkerja jadi pramugari." Ucap Steve.
"Ah, waktu cuti ku masih ada. Ku dengar kamu punya pacar ya?" Tanya Riana.
"O..oh, iya hehe." Ucap Steve.
"Cie.., akhirnya Steve si ketua basket akhirnya punya pacar." Titah Riana.
"Dasar." Ucap Steve.
"Boleh aku tahu tentang pacar mu?" Tanya Riana.
"Tentu, sebentar ya." Gumam Steve.
Steve pun duduk di depan Riana kemudian mengeluarkan handphonenya.
"Itu pacar ku." Gumam Steve.
"Itu mina kan?" Tanya Riana.
"Kamu tahu darimana?" Gumam Steve.
"Jadi, waktu itu dia sedang membantu berkerja di cafe milik Kakaknya. Lalu aku tidak sengaja menyentuh bahunya. Mina waktu itu marah dan sebagai hukumannya aku akan mengajaknya jalan. Dari jalan - jalan itu kami akrab dan akhirnya tumbuh benih cinta." Gumam Steve.
"Anu, terlalu drama sekali." Gumam Riana sembari tertawa.
"Wkwkwk ya maaf." Ucap Steve.
"Pagi pak Raesha." Ucap Steve.
"Eh iya pagi juga, kapan munculnya?. Kok saya tidak lihat" Tanya Raesha.
"Barusan saja pak, oh iya berkas tentang perusahaan yang bapak suruh ke saya itu sudah ada pak. Tapi saya baru dapat informasinya sedikit." Ucap Steve.
"Kalau begitu lanjutkan mencari informasinya." Ucap Raesha.
"Iya pak siap!" Jawab Steve dengan nada 45 semangat kemerdekaan.
"Dasar." Ucap Riana sembari tertawa.
__ADS_1
"Pak Raesha dan Riana, saya permisi dulu ya." Gumam Steve.
"Iya." Jawab Raesha dan Riana bersamaan.
Raesha dan Riana pun kemudian sarapan dan berdiskusi kecil mengenai sesuatu.
"Mas , nanti setelah aku selesai cuti. Kenapa tidak coba buat pergi ke pet shop?" Tanya Riana.
"Untuk apa?" Gumam Raesha.
"Pasti ketika aku kembali berkerja , mas pasti akan menjadi kesepian. Coba mas adopsi kucing biar mas ada temannya gitu." Gumam Riana.
"Baiklah nanti mas akan coba." Ucap Raesha.
"Okey." Jawab Riana.
"Mas ingin minta pendapat mu, mas lamar kamu setelah kamu menyelesaikan tugas terakhir atau bulan depan?" Tanya Raesha.
"Tunggu tugas terakhir saja mas, setelah itu aku bisa fokus menjadi istri yang baik dan ibu yang perhatian." Ucap Riana.
"Baiklah , mas ingin cepat - cepat menjaga mu." Gumam Raesha.
"Dasar mas, setelah itu aku akan menunggu mas pulang bekerja di rumah." Gumam Riana.
"Benar , di tugas terakhir kamu nanti. Beri kesan yang baik ya." Ucap Raesha.
"Iya mas, aku akan beri kesan yang baik." Gumam Riana.
"Bagus, kaki mu sudah mendingan kan?" Tanya Raesha.
"Sudah mas, Luka yang kemarin sudah hampir kering." Ucap Riana.
"Mas nanti siang aku ingin pergi, boleh kan?" Tanya Riana.
"Boleh , dengan siapa?" Gumam Raesha.
"Sendiri, Ada hal yang ingin ku beli." Ucap Riana.
"Mau mas temani?" Tanya Raesha.
"Tidak usah mas, biar aku saja." Ucap Riana.
__ADS_1
"Ya sudah, hati - hati ya. Kalau ada yang aneh telepon mas." Gumam Raesha.
"Okedeh mas." Ucap Riana.