
"Baiklah Vanessa, silahkan tinggal kan aku sendiri." Gumam Raesha.
"Eum, okay." Ucap Vanessa sembari keluar dan menutup pintu ruang kerja Raesha.
Raesha yang kala itu perasaannya tercampur aduk di buat emosi karena Vanessa, terbaring lesu menghadapi kenyataan yang ia dapat.
Hidup itu pilihan bukan? Tentu aku akan menyelamatkan Riana bagaimana pun. Karena kamu aku menjadi hidup, kamu orangnya.
Breaking news..
Seorang model cantik mantan pramugari menuai banyak sekali penghargaan atas prestasinya di usia muda. Selain berbakat model satu ini pandai dalam bidang memasak.
"Bisa perkenalkan nama mu?" Ucap salah satu pembawa berita acara tersebut.
"Nama saya Riana Aurora." Jawab Riana.
"Bisa di jelaskan bagaimana diri Anda bisa menjadi model?" Tanya host tersebut.
"Awal karier saya ketika pesawat yang saya tumpangi dalam bekerja mengalami kecelakaan, untungnya saya bisa menyelamatkan nyawa penumpang dan diri saya. Itu adalah kejadian yang tidak ingin saya ingat karena disana banyak sekali puing - puing badan pesawat yang terbelah dan terpisah. Berbenturan mengenai banyak penumpang. Setelah kejadian itu, saya dibawa kerumah sakit dan dirawat secara intensif.
Lalu setelah saya behasil pulih dari masa kritis saya, saya pergi ke suatu kota dan mulai membuang memori pahit saya dengan melamar bekerja sebagai model majalah." Ucap Riana.
Raesha yang tidak sengaja melihat berita pada saat itu, tersentak terkejut melihat Riana calon istrinya tumbuh sehat dan cantik tanpa kehadiran dirinya.
"Bagaimana dengan hubungan asmara Anda? Saya dengar anda memiliki suatu hubungan dengan CEO muda yang terbilang sangat sukses?" Tanya host tersebut.
Riana hanya terdiam menerima pertanyaan seperti itu, ia sangat bingung untuk menjawabnya. Di satu sisi ia kehilangan Raesha di sisi lain ia mengharapkan Raesha kembali.
"Iya, itu dulu. Jauh sebelum masalah menimpa hubungan kami." Jawab Riana.
"Masalah apa bisa dijelaskan? Apa karena hadirnya orang ketiga?" Tanya balik host itu.
"Itu privasi saya dan saya tidak mau mengingat hal itu kembali." Jawab Riana.
"Baiklah, ini adalah pertanyaan dari fans anda. Isinya "lebih seru karier sebagai pramugari atau model?"" Gumam host tersebut.
"Untuk masalah karier menurut saya dua- duanya sangat seru, untuk Pramugari disana saya di latih dalam menangani penumpang yang sakit, menghadapi situasi yang genting dan disana saya di tuntut untuk bisa berbahasa Inggris dengan lancar dan tampil cantik. Kalau menjadi model saya di tantang untuk berpose menawan." Ucap Riana.
"Ada satu lagi pertanyaan, "Apa rencana kedepan anda?" wah sepertinya pertanyaan ini punya banyak jawaban." Ucap host tersebut.
"Rencana saya kedepannya adalah, mengumpulkan uang yang banyak , keliling dunia dan menjadi seorang bunda yang baik bagi anak - anak saya." Ucap Riana.
"Rencana yang mulia, itulah wawancara kita dengan model muda ternama. Terima kasih atas waktunya saya Roseanne pamit undur diri." Ucap host tersebut.
__ADS_1
"Ternyata impian mu masih sama, menjadi ibu yang baik untuk anak-anak mu." Gumam Raesha.
Sementara itu, Riana pun kemudian meninggalkan gedung saluran tv tersebut, dan bergegas pergi keluar. Aku harus menyingkirkan Vanessa bagaimana pun caranya, aku bohong jika bisa hidup tanpa mu. Aku masih sangat mencintai mu, aku ingin menjadi pelengkap hati mu. Sudah cukup aku mengalah atas perasaan ku ini.
Aku harus membongkar kebusukannya.
Riana kemudian bergegas pergi ke kantornya untuk menanyakan perihal Vanessa kepada atasannya.
"Permisi, pak Daniel?" Gumam Riana.
"Eh, Riana ada apa?" Tanya Daniel.
"Saya ingin bertanya mengenai sesuatu hal pak, apa diizinkan?" Gumam Riana.
"Tentu, jangan lupa ya besok kita ada pemotretan lagi." Ucap Daniel.
"Iya pak, begini pak waktu saya melamar disini saya tidak sengaja menemukan berkas mengenai Vanessa Venezuela. Hubungan perusahaan ini dulu dengan dia apa ya pak?. Maaf kalau saya lancang menanyakan tentang ini." Gumam Riana.
"Tidak apa-apa, kamu kenal dengan Vannessa?" Tanya Daniel.
"Iya pak." Gumam Riana.
"Dulu Vannessa adalah calon istri saya, saya di butakan oleh kelakuannya. Awalnya saya pikir dia wanita yang baik, sopan dan bahkan menghargai sesama. Tapi lambat laun dia hanya mengincar harta kekayaan yang saya punya. Kamu tahu buat siapa? Buat lelaki bodohnya Hendra. Dia selalu mengancam diri saya, agar mau menuruti apa yang dia inginkan.
Tapi akhirnya saya bisa melepasnya, saya bertemu dengan Minnie wanita sekaligus pelengkap hati saya makanya saya menikahinya. Dia mampu melepaskan belenggu dari Vanessa, yang harus kamu tahu dia sangat berbahaya. Ini berkasnya, kalau boleh tahu kenapa kamu menanyakan tentang dia?" Gumam Daniel heran.
Saya sangat mencintai calon suami saya, saya tidak ingin melepasnya." Gumam Riana.
"Biar saya tebak calon suami mu itu CEO terkenal, Raesha?" Gumam Daniel.
"Iya, bagaimana bapak tahu?" Ucap Riana.
"Dia teman sebisnis saya, dia lelaki yang baik. Baiklah saya akan membantu kamu mendapatkan kembali Raesha. Tapi yang saya ingin sampaikan, Jika kamu sangat menyayanginya kejar lah ia dan lindungi dia. Pasti dia membutuhkan mu. Untuk urusan pemotretan besok bisa saya urusi, sekarang kejarlah Raesha." Gumam Daniel.
"Terima kasih pak." Ucap Riana yang tersadar bahwa apa yang ia lakukan selama ini adalah salah dan berlari keluar ruangan.
Aku harus mengejar Raesha, bagaimana pun dia adalah mas ku. Lelaki yang aku tunggu selama lima tahun untuk dapat hidup bersama dalam satu atap. Maafkan aku mas, aku selama ini salah meninggalkan mu bersama wanita ular tersebut. Mulai sekarang aku akan berjanji kepada mu, aku akan tetap berada di samping mu sampai kapan Aku tidak akan pernah menjauh lagi dari dirimu.

Riana pun mencari tiket pesawat untuk menyelamatkan Raesha. Riana berharap Raesha dan Vanessa belum menikah.
"Halo, maaf apa ada Alex?" Tanya Riana.
"Iya, saya sendiri. Ada apa?" Tanya balik Alex.
"Saya ingin bertemu dengan mu, siang hari ini pukul 12.00 tidak lewat dari itu di taman kampus international London university." Gumam Riana.
__ADS_1
"Baiklah." Gumam Alex.
Riana mulai menyusun rencana untuk membalas perbuatan Vanessa kepadanya. Aku dulu memang terlihat lemah Dimata mu namun sekarang aku sangat berbahaya.
Raesha yang tertidur tidak sengaja terbangun oleh suara Vanessa yang menganggu pendengarannya.
"Nanti malam kita lihat baju untuk pernikahan lalu cincin. Aku mau pernikahan ini di percepat jadi Minggu depan." Ucap Vanessa.
"Minggu depan?, Kenapa kau ingin cepat - cepat?" Gumam Raesha.
"Aku tidak ingin seseorang menganggu rencana ku." Gumam Vanessa sembari meninggalkan Raesha.
Sial, wanita itu semakin lama semakin mencekik diriku. Riana kumohon kembali lah, aku membutuhkan mu.
12.00 pm.
"Kamu Riana?" Tanya Alex.
"Iya." Jawab Riana.
"Ada apa kamu memanggil saya?" Tanya Alex.
"Saya ingin memberi tugas kepada mu, ini bacalah." Gumam Riana.
Alex pun membaca berkas - berkas yang diberikan Riana kepadanya.
"Vanessa Venezuela? Apa yang kau inginkan?" Tanya Alex.
"Kau tahu Raesha? CEO muda yang terkenal itu?" Gumam Riana.
"Ya, saya tahu. Dia adalah CEO favorit saya." Gumam Alex.
"Tolong gagalkan rencana pernikahan Vanessa dengan Raesha, Raesha itu merupakan calon suami saya dan saya sudah bertunangan dengan dia. Kamu cari perihal mengenai Hendra selaku pacar dari Vanessa, yang kedua Vanessa merupakan orang penting dalam perusahaan Raesha cari informasi dari tempat dia bekerja dulu dan buatlah citra Vanessa rusak dimana - mana dan yang ketiga buntuti Vaness pergi. Setelah banyak informasi yang kamu dapatkan kasih tahu saya." Gumam Riana.
"Hm, boleh juga pekerjaan ini menantang." Gumam Alex.
"Ini bayarannya, saya ingin Vanessa hancur seperti dia menghancurkan saya." Ucap Riana.
"Baiklah, permintaan mu adalah tugas untuk ku. Tenang saja Vanessa akan hancur." Gumam Alex.
"Baiklah saya percaya pada mu." Gumam Riana.
"Baiklah." Gumam Alex.
"Senang berbisnis dengan mu, terima kasih." Gumam Riana sembari meninggalkan Alex.
Wanita licik tapi bodoh ya itu cocok untuk mu Vanessa, kau memang bodoh. Lihat saja usaha mu untuk merebut Raesha akan hancur.
__ADS_1
Alex kemudian menjalankan misinya bersama teman - temannya yang lain, Riana yang menonton semuanya rencananya mulai bangkit kembali untuk mendengarkan kabar Vanessa.