Married with CEO : Happiness

Married with CEO : Happiness
24. Persiapan atau kegagalan?


__ADS_3

"Ayo, kita pergi sekarang." Gumam Vanessa.


"Sekarang?" Gumam Raesha.


"Iya, aku udah ketemu tempat gaun pengantin yang bagus." Gumam Vanessa.


"Oke." Gumam Raesha.


Raesha dan Vanessa kemudian bergegas menuju toko pakaian pernikahan. Seharusnya ini menjadi hari dimana aku dan Riana yang melihatnya.


Sementara itu Riana yang tengah sibuk berangkat menuju kota dimana ia dan Raesha bertemu di kejutkan dengan berita bahwa Raesha dan Vanessa akan segera menikah.


Breaking news..


Seorang CEO muda dan kaya Raesha dikabarkan akan segera menikahi wanita yang selama ini hubungannya di rahasiakan. Terlihat pada siang hari tadi CEO tersebut kedapatan mendatangi toko pakaian pernikahan. Belum di ketahui secara pasti siapa wanita yang akan di nikahinya dari informasi yang kami dapat wanita tersebut merupakan Sekertaris dari perusahaannya sendiri.


Jadi wanita itu mulai bermain cepat ya, hebat sekali dia. Lihat saja aku akan membongkar lelaki simpanan mu Hendra.



"Permisi apakah saya dibolehkan masuk?" Tanya Alex.


"Silahkan." Gumam Riana.


"Ini lelaki yang kau cari, Hendra pacar dari Vanessa." Gumam Alex.


"Hai Hendra, senang bertemu dengan mu." Ucap Riana.


"Siapa kalian? Apa hubungan kalian dengan Vanessa!" Gumam Hendra.


"Siapa kami itu tidak penting, apakah kau yang menyuruh Vanessa untuk menikahi Raesha?" Gumam Riana sembari menyalakan rekaman suara diam-diam.


"Kenapa kalian ingin tahu?" Gumam Hendra.


"Jawab saja atau kau mati sekarang dan tidak bisa melihat Vanessa lagi!" Bentak Alex.


"Baiklah, Aku memang menyuruhnya untuk mendapatkan harta dari pria kaya. Setelah itu aku menyuruh Vanessa agar membunuhnya setelah menikah tujuannya agar harta warisan tersebut jatuh ke tangan Vanessa." Gumam Hendra.


"Kenapa kau tidak bekerja?" Gumam Riana.


"Aku bekerja, ya memaksa wanita perawan untuk melayani bos - bos besar. Aku menculik mereka dari keluarganya, tentu saja aku sudah di bayar keluarganya sendiri." Gumam Hendra.

__ADS_1


"Lalu kenapa kau menjadikan Vanessa sebagai pion untuk kekayaan mu?" Gumam Riana.


"Karena Vanessa wanita yang bodoh, itu sebabnya aku menyuruhnya. Setelah harta warisannya jatuh ke Vanessa aku akan menikahinya." Gumam Hendra.


"Berarti Vanessa cinta mati dengan mu?" Tanya Riana.


"Iya, tentu." Gumam Hendra.


"Lalu setelah menikahinya apa yang akan kau lakukan kepada Vanessa?" Gumam Riana.


"Aku akan membuat hidupnya seperti di neraka." Gumam Hendra.


"Tapi aku melihat Vanessa pun mengambil semacam cip dari perusahaan sebelumnya, untuk apa itu?" Gumam Riana.


"Kami gunakan itu untuk meretas data - data perusahaan dan mengetahui titik lemah perusahaan tersebut. Setelah itu data tersebut kami jual kepada perusahaan tinggi." Ucap Hendra.


"Untuk apa?" Tanya Riana.


"Untuk membuat perusahaan yang cipnya kami curi menjadi redup." Gumam Hendra.


Tanpa sadar Hendra berbicara seperti itu, Riana telah menyiapkan mata - mata dari pihak kepolisian untuk menguntit Hendra dan Vanessa.


"Bukan kah itu jahat?, Kau bisa di penjara" gumam Riana.


"Angkat tangan mu Hendra!, Kami telah mengeledah rumah mu dan kami menemukan bukti juga disini. Bawa dia ke kepolisian." Gumam Salah satu polisi tersebut.


"Apa!?, Kau menjebak ku?" Gumam Hendra.


"Iya, jika kalian satu langkah dari ku maka aku harus 2 langkah dari kalian. Aku percaya an eye for an eye." Gumam Riana.


"Maksudnya!" Bentak Hendra.


"Mata balas mata, jika kamu menyakiti ku atau yang berhubungan dengan ku, maka aku akan menyakiti mu sama seperti kamu menyakiti ku." Gumam Riana.


"Sialan!, Aku tidak bersalah!" Teriak Hendra kepada polisi tersebut.


"Ah, sudah tidak usah ngelak. Nanti saja kamu beri kesaksian di kantor Polisi." Gumam salah satu polisi tersebut yang membawa Hendra pergi.


"Terima kasih ya sudah membantu pihak kepolisian menangkap buronan itu, dia sudah lama menjadi buronan kami." Gumam salah satu polisi tersebut.


"Iya sama - sama pak." Gumam Riana.

__ADS_1


"Saya tahu pasti berat untuk kamu, kami akan mencari wanitanya. Saya mohon bersabar lah." Gumam pihak kepolisian tersebut.


"Iya." Gumam Riana.


"Baiklah, setelah saya tahu dimana tempat mereka berada. Saya akan kabari." Gumam kepolisian itu.


"Terima kasih pak." Gumam Riana.


Ketika Vanessa dan Raesha sedang berada di toko pakaian, tidak sengaja toko pakaian tersebut menyetel channel tv dengan berita mengenai Hendra yang membuat Vanessa berdegup gugup.


Breaking news..


Peretas akun dengan berinisial H yang selama ini di resahkan oleh para perusahaan tinggi telah ditangkap, modusnya di duga untuk menikahi wanita yang ia cintai. Di temukan beberapa barang bukti seperti Cip data perusahaan, flashdisk, data - data perusahaan dalan bentuk kertas dan bukti rekaman suara. Pihak kepolisian masih menyelidikinya.


H? Apakah dia Hendra pacar dari Vanessa? Jadi selama ini dia juga mencuri data perusahaan untuk menjatuhkan perusahaan lawan?. Kurang aja!


"Sialan, bagaimana dia bisa ditangkap!" Gumam Vanessa dalam hatinya.


Phone message...


Hi Vanessa, pacar mu Hendra sudah aku bocorkan kejahatannya kepada publik sekarang aku tinggal menunggu waktu yang tepat untuk bermain dengan dirimu yang keji itu.


Ini pesan dari siapa?Astaga! Bahaya. Aku harus melindungi segalanya, karena aku telah berada di ujung perjuangan ku untuk mendapatkan harta seorang CEO kaya.


Vanessa pun bergegas untuk menemui para pesuruh bayarannya untuk menggagalkan aksi seseorang yang ingin menghancurkan nya.


"Sebentar aku pergi keluar dulu." Gumam Vanessa.


"Baiklah." Ucap Raesha.


Riana aku harap kamu segera kembali agar pernikahan ini tidak terjadi, aku sudah pusing dibuat Vanessa dengan taktik permainannya.


"Alex sepertinya target melakukan pergerakan yang aneh." Gumam salah satu tim Alex yang berada pada toko pakaian pernikahan tersebut.


"Baiklah terus awasi pergerakannya dan dengan siapa ia menelepon. Jangan buat yang menyuruh kita kecewa." Gumam Alex.


Salah satu dari pesuruh Alex pun tidak sengaja menabrakkan diri ke Vanessa dan menempelkan perekam suara sangat kecil pada tubuh Vanessa.


"Maaf mba, saya tidak sengaja." Gumam orang tersebut.


"Makanya jalan pakai mata dan kaki!" Bentak Vanessa.

__ADS_1


Pria aneh ckck, tapi boleh juga kalau di lihat - lihat. Astaga! Aku kan sudah mendapatkan CEO ternama.



__ADS_2