
Apakah ini alamatnya? rumah ini kosong dan seperti sudah lama tidak ditempati. Sebaiknya aku masuk dan mengeceknya lalu setelah mendapatkan informasi aku pergi.
Pintunya tidak terkunci, aku harus menemukan informasi mengenai Jackson. Jika memang benar ia adalah adik Riana, aku harus bisa menemukannya dan menanyakan perihal mengenai Vanessa dan maksud tulisan tersebut.
Raesha pun mencoba mencari informasi mengenai keluarga Riana yang selama ini Riana sembunyikan.
"Apakah ini perusahaan pacar kakak ku?, sebaiknya aku masuk dan menitipkan surat kepada sekertarisnya." gumam Jackson dengan pakaian samarannya.
Aku harus bisa membalaskan dendam ayah sekaligus menyelamatkan kakak ku, aku tahu dari tragedi delapan tahun yang lalu bahwa aku salah meninggalkan kakak sendiri. Mungkin kakak tidak akan ingat dengan diriku, karena kakak mempunyai masalah pada daya ingatnya. Tapi sudah kewajiban ku menjaganya. Jackson pun membulatkan tekadnya untuk memberi surat tersebut.
"Permisi disini ada pak Raeshanya?" tanya Jackson
"Tidak ada, pak Jackson sedang pergi keluar. Saya sekertaris barunya. ada apa ya?" tanya Sekertaris tersebut.
"Ah ini, tolong kasih surat ini kepada pak Raesha. Saya ingin pak Raesha tahu perihal surat tersebut." gumam Jackson.
"Baiklah atas nama siapa?" gumam Sekertaris Raesha.
"Son, atas nama Son." gumam Jackson.
"Baiklah, akan saya sampaikan." gumam Sekertaris itu.
"Terima kasih." jawab Jackson yang kemudian pergi dari perusahaan Raesha.
Baiklah sekarang aku harus pergi ke apartemen kakak setelah sampai disana aku akan mengambil kotak kecil berisi informasi mengenai Vanessa dan suaminya. Hanya itu barang bukti untuk menaklukkan Vanessa dan suaminya, akhirnya aku akan menjebak mereka seperti tikus yang terperangkap.
Dua hari yang lalu..
"Pak Jackson, kakak anda Riana di culik oleh Vanessa dan suaminya. Rencananya mereka akan menggunakan kakak anda sebagai pion untuk menjebak calon suaminya setelah calon suaminya terjebak, Riana akan di bunuh." gumam mata-mata Jackson.
"Apa!? lalu setelah itu?" tanya Jackson.
"Mereka akan menjual kakak anda kepada CEO yang berminat. Mereka menjualnya dengan harga tinggi." jawab mata-mata Jackson.
"Saya ingin tahu siapa calon suami kakak ku, bisa kau jelaskan?" tanya Jackson.
"Dia adalah Pak Raesha, CEO muda yang sedang naik daun karena teknologi perusahaannya. Yang saya tahu Vanessa dulu bekerja di perusahaan pak Raesha sebagai sekertaris. Vanessa yang meracuni pak Raesha saat tragedi pesawat waktu itu yang dimana pak Raesha ingin mengejar kakak anda tapi dihalangi oleh Vanessa.
__ADS_1
Motifnya bukan hanya harta Raesha tapi membalas dendam kepada Riana, ia ingin Riana merasakan hal setimpal." jawab mata-mata Jackson.
"Ternyata wanita ****** itu berani, baiklah saya minta anda memesan kakak saya dengan harga tinggi dan bilang atas nama Sam. Setelah itu jika ditanya lokasi bilang saja berada di negara Amerika, aku tahu markas mereka ada disana. Setelah itu kita jebak mereka disana, jika kabur mereka akan lari ke tempat tersebut." jawab Jackson.
"Lalu anda akan melakukan apa pada mereka?" gumam mata-mata tersebut.
"Aku akan membalas perbuatan mereka seperti halnya mereka lakukan kepada kakak ku." gumam Jackson.
"Baiklah pak, perintah anda adalah sebuah tugas untuk saya." gumam mata-mata itu.
Aku tidak menemukan petunjuk apapun disini, sudah banyak berkas yang hilang. Sudah hampir semua tempat aku cek tidak ada satupun yang menjawab rasa penasaran ku. Raesha bergeming diam sembari mengerutkan alisnya yang pusing mencari sebuah informasi mengenai Jackson.
Phone call
"Halo pak Raesha, bapak ada dimana?"
"Saya sedang ada disuatu tempat, kenapa?"
"Ada yang menitipkan surat untuk bapak, dari seorang pria bernama Son."
"Iya pak, surat ini sangat penting. Bapak harus cepat kembali."
"Baiklah saya akan kembali sekarang."
Raesha tanpa berpikir panjang, kembali kedalam mobilnya dan menancapkan gas Mobilnya menuju perusahaannya tersebut.
"Ada apa Karina?" tanya Raesha.
"Ini pak, surat tersebut." gumam Karina.
"Baiklah, terima kasih." gumam Raesha sembari membawa surat tersebut kedalam ruangannya.
Son?Apakah ini ada hubungannya dengan Jackson adik Riana tersebut? atau surat lain yang berhubungan dengan penculikan Riana. Ayolah berpikir tenang!! Semoga Riana baik-baik saja. Raesha pun membuka dan membaca isi surat tersebut.
Hallo, Pak Raesha.
Pasti selama ini bapak mencari-cari informasi mengenai saya karena surat yang anda dapatkan tiba-tiba, perkenalkan nama saya Jackson. Saya adalah adik laki-laki dari kakak saya Riana, saya mendengar bahwa bapak adalah calon suaminya. Saya senang mendengar kabar bahwa bapak adalah orang yang baik dan bertanggung jawab. Selama ini saya mengawasi kakak saya secara diam-diam. Saya pikir saya telah salah meninggalkan kakak saya sendiri oleh karena itu terlintas di benak saya untuk mengawasi kakak saya sebagai rasa penyesalan.
Kakak saya memiliki ingatan yang buruk saat remaja dia hampir melupakan saya hingga berkali-kali tapi sekarang semenjak bapak ada disampingnya dia mudah mengingat sesuatu.
__ADS_1
Saya sangat bersyukur, tapi tidak lama setelah itu.
Muncul berita di televisi bahwa kakak saya diculik, saya tahu bahwa yang menculik adalah Vanessa dan Suaminya. Saya kenal dengan mereka karena mereka sangat dendam dengan keluarga kami. Vanessa ingin sekali menggunakan kecantikan kakak untuk mendapatkan uang ia tidak segan untuk menggunakan berbagai macam cara.
Sebetulnya alasan saya meninggalkannya karena ingin menyelamatkannya dari kejauhan, ternyata ekspetasi saya terlalu tinggi sehingga membunuh kenyataan yang seharusnya saya jalani.
Jika bapak ingin bertemu dengan saya, besok pukul 08.30am di cafe biasa bapak dan Kakak saya bertemu. Saya tunggu.
Dari Jackson.
Ternyata benar ini mengenai Jackson, bahkan Jackson sendiri yang menulisnya. Aku tidak menyangka bahwa kejadiannya akan sangat rumit seperti ini. Ternyata memang sudah sangat lama Vanessa dan Suaminya meneror kehidupan Riana dan keluarganya.
Kapan semua ini berakhir? Apa jangan-jangan selama ini mereka buronan polisi?.
"Vanessa.." ketus Riana sembari memegang dinding dingin yang lusuh.
"Hmm?" jawab Vanessa.
"Memang sebetulnya apa yang kau inginkan dari mendiang ayah ku?" tanya Riana.
"Sebetulnya, aku menginginkan ayah mu untuk menjadi milik ku. Tapi karena dia mencintai wanita lain yaitu ibu kandung mu, hati ku hancur dan ingin membalaskan dendam ku. Pas setelahnya dimana aku sakit hati, aku bertemu dengan suami ku yang juga dendam dengan ayah mu karena masalah perusahaan." jawab Vanessa.
"Hanya karena cinta?" tanya Riana.
"Cinta ini beda, tujuan ku selain menjadi suami dari ayah mu. Aku ingin menguasai harta ayah mu, tapi kenapa hal itu selalu gagal." gumam Vanessa.
"Bukan kah, ayah mu ingin dirimu menjadi seorang pramugari? kenapa berakhir dengan menjual wanita-wanita?" tanya Riana.
"Aku tidak ingin. Bagaimana kau tahu tentang itu?" tanya Vanessa.
"Semasa aku menjadi pramugari, aku bertemu pria tua yang menceritakan tentang Vanessa. Dia ingin anaknya menjadi pramugari." gumam Riana.
"Berhentilah!!, ayah ku sudah meninggal. Aku sengaja mencelakakan pesawat yang kau tugasi waktu itu agar ayah ku meninggal!" bentak Vanessa.
"Aku tidak menyayangi dan menyukai ayah ku, aku menyingkirkan apapun yang tidak aku suka dengan mudah. Begitu juga menyingkirkan mu." gumam Vanessa.
**Note:
Maaf atas keterlambatan untuk update cerita ini, Kemarin aku sebagai author dari novel married with CEO : Happiness sedang sakit☹️. Maaf ya sudah buat kalian menunggu, aku tau menunggu itu ga enak:(. Semoga kalian tetap setia untuk baca ❤️❤️❤️**.
__ADS_1