Married with CEO : Happiness

Married with CEO : Happiness
18. Hal aneh mulai terjadi


__ADS_3

"Lihat saja Raesha gue bakal serang sisi terlemah lo." pungkas lelaki jahat tersebut.


Riana tidak menyadari bahwa akan ada bencana besar yang menyerangnya. Rasa dari balas dendam , kebencian dan amarah yang akhirnya membuat Riana menjadi korbannya. Wanita yang sama sekali tidak tahu menau mengenai konflik antara Raesha dan lelaki misterius ini berakhir menjadi yang paling menderita.


....


"Aku mencintainya, menjaganya? Sudah menjadi tanggung jawab ku. Satu saja luka padanya maka sama aja aku gagal dalam melindunginya." - Raesha.


...


Flashback on..


"Jadi selama ini lo yang menggelapkan dana." ketus Raesha.


"G-gue bisa jelasin, sha." ucap lelaki misterius tersebut.


"Jelasin apa?" gumam Raesha.


"Gue memang yang menggelapkan dana perusahaan ini, itu karena gua benci lo yang harus jadi CEOnya." jawab lelaki tersebut.


"Gua kira, lo selalu ngedukung gua. Ternyata lo punya niat busuk, lo yang menggelapkan dana dan akhirnya nuduh gua." ketus Raesha.


"Iya, gua lakuin itu karena gua benci sama lo." ketus lelaki tersebut.


"Keluar lo sekarang, gua muak lihat muka lo." titah Raesha marah.


"Oke, lihat aja nanti hal terlemah yang lo punya bakal gua serang dan di saat itu lo bakal bingung harus selamatin siapa!" ucap lelaki tersebut.


"Hal terlemah?" tanya Raesha.


"Iya, suatu saat nanti bakal ada wanita yang paling menderita. Cewek itu Riana!" ucap lelaki tersebut.


Sontak Raesha pun terdiam dengan raut wajah lesu dan pucat. Dia langsung memikirkan nasib Riana. Wanita yang selama ini selalu dia jaga harus berakhir menderita. Sejak saat itu Raesha selalu menjaga Riana dari kejauhan dan selalu menyuruh seseorang untuk memantau Riana agar tetap aman.


Flashback off..


Tak lama setelah itu, dari luar jendela terlempar sebuah kertas yang di dalamnya terdapat sebuah tulisan berwarna merah dengan tulisan "Riana."


"Ini siapa yang nulis?" gumam Raesha sembari melihat ke arah luar jendela. Seling beberapa menit kemudian muncul notifikasi pesan pada layar handphone Raesha.


"Riana akan mati, bersiaplah untuk menghadapi hari kepedihan mu!' ucap isi pesan tersebut pada layar handphone Raesha.


"Ini siapa, beraninya!" ucap Raesha.


Phone call..


Bunyi notifikasi handphone Raesha karena telepon masuk dari Riana.


"Mas mas!"


"Ada apa Riana?"


"Aku mau cerita"


"Cerita apa sayang?"


"Tadi mas, ada orang aneh bertubuh tinggi. Dia memakai topi hitam dan berjaz hitam, tadi orang tersebut ingin menikam ku, mas. Untung saja ada petugas keamanan yang membantu menyelamatkan ku."


"Kamu tidak luka kan?"


"Tidak mas, tapi aku merasa tidak nyaman saja."


"Tenang, kamu aman ko. Mas janji itu!"

__ADS_1


"Hmm, oke mas."


"Yaudah, kalau ada apa-apa kabari mas lagi ya."


"Iya mas siap!"


"Yaudah mas tutup ya teleponnya."


"Iya mas"


Raesha pun mematikan teleponnya dengan Riana "Gawad, kalau kaya begini posisinya ini sudah bahaya." Ketus Raesha. Pada akhirnya Raesha membayar body guard bayarannya untuk mengikuti Riana kemanapun dia berada.


Langkah kaki Raesha memenuhi seisi kantor membuat para pegawai yang bekerja di perusahaannya tunduk kepadanya sepanjang dia berjalan.


"Vanessa tolong handle sebentar urusan kantor, saya ada perlu." Ketus Raesha.


"I..iya pak." Ucap Vanessa.


"Baiklah saya tinggal dulu, jika ada yang menanyakan saya. Bilang saja sekitar jam 5 sore saya akan kembali." Gumam Raesha.


"Baiklah pak." Ucap Vanessa.


Raesha menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sembari membunyikan klason mobilnya dengan tanda agar mobil lain menyingkir.


Phone call ..


"Halo, saya ada perlu dengan kalian."


"Permisi ini siapa?"


"Saya Raesha."


"Pak Raesha?, Ada apa pak?"


"Saya ingin menugaskan hal penting, bisakah saya bertemu kalian?"


"Dimana?"


"Seperti biasa pak."


"Ok, saya menuju kesana."


"Siap pak, kami tunggu."


Raesha pun mematikan teleponnya dan menginjak pedal gasnya dengan kelajuan cepat.


"Permisi?" Ucap Raesha dengan tegas.


"Iya pak?" Tanya bodyguard tersebut.


"Saya ingin melakukan kerja sama dengan kalian." Gumam Raesha.


"Kerja sama dalam hal apa pak?" Ucap bodyguard tersebut.


"Kalian bisa jaga perempuan ini?" Tanya Raesha.


"Bisa pak" ucap bodyguard itu.


"Baiklah, soal bayaran tidak usah khawatir." Gumam Raesha.


"Kapan saya bisa mulai bekerja pak?" Tanya bodyguard itu.


"Mulai besok sudah mulai, dia ada di penerbangan flower airlines , rute penerbangan ke Lombok." Ucap Raesha.

__ADS_1


"Baiklah pak, kira - kira boeing berapa?" Tanya bodyguard itu.


"Untuk itu akan saya tanyakan besok." Ucap Raesha sembari mengeluarkan jadwal penerbangan Riana.


"Bapak ingin kita bekerja seperti apa?" Titah bodyguard itu.


"Saya hanya minta kalian untuk melindunginya, tetapi tidak menguntit dia bekerja. Cukup pastikan saja penumpang didalam pesawat tersebut baik - baik saja." Titah Raesha.



"Baiklah pak, saya siap." Gumam bodyguard itu.


"Untuk masalah bayaran tenang saja." Gumam Raesha.


"Baiklah pak, terima kasih." Ucap bodyguard tersebut sembari mengantar Raesha keluar ruangan.


"Sama - sama." Gumam Raesha.


Setelah Raesha berbincang dengan bodyguard andalannya, dia pun kemudian pergi pulang menuju kantor kembali. Sesampainya di tengah jalan dia di berhentikan oleh seseorang berpakaian hitam tinggi yang meleparkan batu ke arah jendela Raesha.


"Hey!, Ada masalah hidup apa!" Ketus Raesha sembari mengambil batu yang terbungkus oleh kertas.


"Ini apa lagi ya baunya sedikit amis?" Ucap Raesha sembari membuka kertas tersebut dengan hati - hati.


"Riana akan mati!"


"Ini siapa!, Kurang ngajar!" Ketus Raesha sembari kembali kedalam mobilnya dan membawa mobilnya dengan kelajuan cepat menuju kantornya.


"Mas, terbiasa ya tanpa kehadiran aku!" - Riana.


Raesha dengan tidak sengaja berhenti di bahu jalan sembari menahan emosinya "Tolong ya! , Udah cukup gua hampir kehilangan Riana untuk sekali saja, jangan sampai di ulang lagi!" Ucap Raesha sembari menahan air matanya.


Flasback on..


(Phone call)


"Mas kita ketemuan ya, kan mas mau kuliah. Aku ingin melihat muka mas sebelum mas pergi jauh gapapa?"


"Boleh, nanti mas ke sekolah kamu ya. Habis kamu pulang sekolah aja."


"Tapi aku ada kegiatan les mas, gapapa nunggu sebentar?"


"Gapapa kok, nanti mas tunggu di depan sekolah aja ya."


"Oke mas, makasih mau meluangkan waktu untuk ketemu aku mas."


"Iya sama sama, gapapa kok mas ngerti kenapa kamu minta hal kaya gini."


"Oke mas, aku tutup ya teleponnya."


"Iya sayang, semangat."


"Mas juga!"


Sore harinya Riana , setelah selesai les Riana bergegas  bertemu dengan Raesha manusia favoritnya tersebut.


"Riana!" Gumam Raesha sembari menyebrang jalan.


Riana tidak sengaja melihat dari arah kanan Raesha ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, dengan sigap Riana kemudian berlari ke arah Raesha dan mendorong Raesha ke tepi jalan.


Brug..


"Riana!" Teriak Raesha memenuhi jalanan di depan sekolah Riana sembari melihat Riana tekejut dan menghampirinya.

__ADS_1


Flashback off..


"Tolong aku tidak ingin, kejadian itu terulang kembali. Kali ini aku harus melindungi Riana!" Ketus Raesha.


__ADS_2