Married with CEO : Happiness

Married with CEO : Happiness
8. Reuni dengan Steve?


__ADS_3

"Mas, sudah selesai. Bagaimana pakaian ku cantik tidak?" Tanya Riana.



"Aku nyaman dengan pakaian seperti ini, lucu kan?" Tanya Riana.


Raesha pun memalingkan fokusnya pada komputer menuju Riana, Raesha pun terkejut karena Riana yang dia pikir selalu berpenampilan polos bisa secantik itu dengan style yang berbeda.


"Kamu cantik sayang, Mas suka." Gumam Raesha sembari berjalan memeluk Riana.


"Mas ini hobi memeluk ku ya." ucap Riana.


"Hehe, suka - suka mas. Sebentar ya mas panggilkan sekertaris mas." gumam Raesha.


Riana pun menganggukan kepalanya dan berjalan menunju jendela sembari melihat pemandangan.


"Sudah mas panggil ya , tunggu sebentar ya." Ucap Raesha.


"Mas?, Aku ingin bertanya" gumam Riana.


"Mau tanya apa?" Jawab Raesha.


"Mas tidak bosan berkerja disini hingga larut malam?" Gumam Riana.


"Tidak , yang mas lakukan ini demi menghalalkan mu." Titah Raesha.


"Hmm, baiklah mas." Ucap Riana sembari tersenyum.


Sekertaris Raesha pun kemudian tiba di ruangan kerja Raesha. ketika memasuki ruangan kerja Raesha, Vanessa terlihat terkejut kemudian timbul rasa bertanya yang ingin dia lontarkan kepada atasannya tersebut.


"Permisi pak , wanita itu siapa?" Tanya Vanessa.


"Dia?, Dia adalah calon istri saya. Perkenalkan namanya Riana" ucap Raesha.


"Saya Riana." Gumam Riana.


"Saya Vanessa." ucap Vanessa sembari tersenyum.


"Vanessa , bisakah kamu menemani Riana untuk berkeliling perusahaan ini?" Tanya Raesha.


"Tentu saja bisa pak." Celoteh Vanessa.


"Riana bersikap baiklah kepada pegawai kantor disini ya" ucap Raesha.


"Baiklah mas." jawab Riana.

__ADS_1


Vanessa pun kemudian mengajak Riana berkeliling perusahaan sembari menjelaskan divisi - divisi yang berada di perusahaan Raesha beserta kategori -kategori untuk berbagai pegawai.


"Disini ada sebutan "pegawai terbaik" itu di pegang oleh Steve Shelton. Dia merupakan pegawai yang sangat berkerja keras kepada perusahaan ini dan selalu menjadi tangan kanan pak Raesha" gumam Vanessa.


"Steve?" Tanya Riana.


"Iya , Steve namanya" ucap Vanessa.


"Bisa antar saya untuk menemui Steve?" Tanya Riana.


"Tentu, mari ikut saya" celoteh Vanessa.


Vanessa sebenarnya sangat kesal kepada Riana , sedari tadi dia menahan rasa kesalnya. "Jadi ini calon istrinya pak Raesha, biasa saja orangnya. Terlihat gendut di bagian pipi dan anehnya kenapa pak Raesha punya selera yang rendah. Ckck." Gumam Vanessa di dalam hatinya.


"Ini tempat pegawai seperti Steve berkerja, dan meja kerjanya berada dua langkah dari pintu ini" gumam Vanessa.


"Terima kasih" ucap Riana.


"Kalau begitu saya tinggal sebentar ya Bu" ucap Vanessa.


"Ah, jangan panggil saya Bu. Panggil saja saya Riana." Ucap Riana.


"Tidak sopan bagi saya , jika memanggil anda dengan sebutan nama." ucap Vanessa.


"Tidak apa-apa." celoteh Riana.


Vanessa pun kemudian pergi meninggalkan Riana di ruangan tempat Steve dan teamwork nya berkerja. Riana pun kemudian mendatangi Steve yang sedang fokus pada layar komputernya.


"Hai Steve!" Ucap Riana.


"Hai juga Riana." Jawab Steve sembari menengok ke arah Riana dan kemudian fokus kembali kepada layar komputernya.


"Steve kamu sombong ya." Titah Riana.


"Sebentar itu Riana?" Gumam Steve di dalam hatinya. Steve kemudian memalingkan wajahnya dari layar komputernya dan kemudian menyapa kembali Riana.


"Riana? Apa kabar?" Tanya Steve.


"Aku baik - baik saja, bagaimana dengan diri mu?" Ucap Riana.


"Aku juga baik - baik saja. Apa yang sedang kamu lakukan disini?" Tanya Steve.


"Aku sedang berlibur di kantor Mas" jawab Riana.


"Berlibur?" Tanya Steve.

__ADS_1


"Iya, berlibur." Jawab Riana.


"Berlibur dari apa?" Celoteh Steve.


"Perkerjaan ku" jawab Riana.


"Kau ingin menceritakan tentang perkerjaan mu tidak?, Aku traktir kopi deh" ucap Steve.


"Bukan kah kamu sibuk?" Tanya Riana.


"Sudah selesai kok tadi" jawab Steve.


"Baiklah, jangan traktir kopi. Bagaimana dengan susu saja?" gumam Riana.


"Baiklah." Ucap Steve.


Riana dan Steve pun pergi keluar kantor Raesha dan mencari susu di minimarket dekat kantor Raesha.


"Jadi perkerjaan ku adalah sebagai pramugari, aku sudah beberapa kali melakukan rute penerbangan. Dan aku mendapatkan waktu istirahat selama 3 hari. Alasan ku mengambil Pramugari karena bagiku ini perkerjaan yang cocok dengan bakat ku." Celoteh Riana.


"Kenapa kamu tidak memberi tahu yang lain?" Tanya Steve.


"Tidak, aku tidak ingin siapapun tahu perkerjaan ku" ucap Riana.


"Baiklah, pasti kamu jago bahasa Inggris kan?" Tanya Steve.


"Ah, biasa saja." Ucap Riana sembari tertawa kecil.


"Kamu tidak sedang sakit kan?, Yang aku tahu kerja menjadi pramugari itu sibuk" ucap Steve.


"Ah, tidak." Jawab Riana.


"Baiklah, ini susu yang kamu beli." Ucap Steve.


"Terima kasih, bagaimana kamu bisa bekerja di Perusahaan mas?. Setahu ku perusahaan mas itu sangat sulit untuk melamar kerja disana" ucap Riana.


"Sama - sama, aku bisa diterima bukan karena nilai akademik ku. Tetapi waktu itu aku tidak sengaja menolong pak Raesha dari orang yang ingin mencelakainya dan mulai saat itu aku di terima menjadi pegawai di perusahaan pak Raesha." Jawab Steve.


"Menyelakai?" Tanya Riana.


"Beberapa tahun yang lalu, sekitar dua tahun yang lalu. Ada orang aneh berbaju hitam yang lari ingin menyelakai pak Raesha, untung saja aku berhasil menangkap orang tersebut dan ternyata dia adalah pasien yang kabur dari rumah sakit jiwa" ucap Steve.


Riana yang mendengar omongan Steve pun kemudian tertawa sembari memukul lengan Steve.


"Ya ampun , calon suami ku kasihan sekali." Gumam Riana.

__ADS_1


"Heh!, itu calon suami mu. Satu langkah aku terlambat melayang nanti nyawanya" gumam. Steve heran.


__ADS_2