Mawar Tak Bermahkota

Mawar Tak Bermahkota
Kelulusan


__ADS_3

Sebulan telah berlalu, Dannis telah berangkat ke Kalimantan untuk ikut bersama pamannya. Jujur Emily sungguh merasa sangat kehilangan. Sosok yang begitu peduli, perhatian, dan sangat menyayanginya dan mengisi hari-hari nya itu sudah jauh darinya. Namun mereka masih bisa menelpon dari jarak jauh dengan hanya mendengar suaranya saja, karena itu permintaan Dannis.


Emily merasa inilah yang terbaik buatnya dan Dannis. Mungkin ini yang dikatakan cinta tak harus memiliki.


Emily menghela nafasnya panjang, ia termenung mengenang kebersamaan nya bersama Dannis mulai dari mereka bertemu dan sampai akhirnya terpisah lagi seperti sekarang.


"*Semua kata rindumu semakin


membuatku tak berdaya*


Menahan rasa ingin jumpa


*Percayalah padaku aku pun rindu kamu,


ku akan pulang


Melepas semua kerinduan yang terpendam*.


Bella menyanyi dengan suara khasnya yang cempreng, dan berhasil membuyarkan lamunan Emily.


Spontan saja Emily langsung berteriak meminta Bella berhenti menyanyi.


"Bel, berhenti aduh sakit tau nggak telinga gue dengerin Lo nyanyi." Teriak Emily sedangkan Bella terus saja bernyanyi untuk menjahilinya.


Vina yang melihat adegan kedua sahabatnya itu terkekeh sampai jongkok menahan perutnya yang sakit. Tiga sekawan itu saling menjahili, saling menggulat, hingga akhirnya saling berpelukan.


"Udah si Ly, jangan melamun terus, nanti si Dannis malah nggak fokus disana." ledek Vina.


"Yang ngelamunin itu siapa, gue nggak ngelamunin dia kok. Lo berdua aja pada sok tahu." jawab Emily manyun.


"Iya ,iya deh kalau begitu kita ke kantin yuk cari makan. Lapar banget gue, dari tadi cacingnya pada demo di perut gue ." Ucap Bella.


"Emmmm, Dasar tukang makan, ya udah ayok." ketus Emily.


Mereka kemudian berjalan menuju kantin dan memilih menu yang mereka inginkan.

__ADS_1


Emily memesan mie goreng dan satu es teller, Bella pesan mie rebus lengkap dengan telor serta satu cup es cappucino, dan Vina memesan satu mie Tek Tek dengan sosis bakar di atasnya serta satu buah es teh manis. Seperti biasa mereka bertiga saling bertukar mencicipi menu masing-masing.


Hari ini adalah hari bebas bagi mereka, semua ujian akhir telah terlewati dan sekarang masih menunggu pengumuman kelulusan saja. Dan hari ini papan pengumuman akan dipajang ditengah-tengah lapangan.


"Ly, gimana sudah ada pengumuman kelulusan belum di universitas tempat Lo daftar. Kalo gue Alhamdulillah sudah ke terima, dan Bella juga udah ke terima sebagai calon nakes."


Emily membulatkan matanya mendengarkan Bella akan menjadi calon nakes, lalu tertawa dengan nada sedikit mengejek.


"Serius Bella mau jadi nakes ? nggak keburu mati duluan noh si pasien."


"Serius lah, besok kalo Lo pada sakit biar gue yang urus." Sambung Bella.


"Kalau gue seharusnya sudah langsung bisa keterima tanpa tes. Tapi gue belum tau juga, soalnya gue belum nge cek Email. Tapi entah kenapa aku punya firasat kurang enak, tapi semoga saja lancar ya, aku bisa ikut bareng kalian di Yogya" Emily.


"Aammiin, Dan semoga apa yang menjadi cita-cita kita bertiga tercapai ya". harapan mereka bertiga.


...***...


Dilapangan basket tampak dua orang petugas OSIS sedang menggotong sebuah papan pengumuman untuk diletakkan di tengah-tengah lapangan. Seluruh murid kelas XII pun langsung menyerbu untuk melihat isi papan tersebut. Kecuali Emily dan teman-teman nya, mereka malas sekali untuk berdesak-desakan dan lebih baik menunggu saja supaya sepi.


"Kayaknya udah nggak deh, Bel. Mungkin dia udah nggak peduli lagi soalnya kan Dannis udah nggak ada disini, Masak iya dia mau nyusul Dannis kesana. Dia itu ngedeketin Dannis mungkin hanya ingin bersaing aja sama gue, bukan karena beneran suka. Tapi entahlah gue juga nggak mau ambil pusing." jawab Emily dengan malas.


"Ya seharusnya sih udah nggak ya, kalo dia masih cari gara-gara aja gue beri juga tu dia." Ketus Vina sambil memamerkan kepalan tinjunya.


"Berawal dari apa sih tu orang ngejahilin Lo Ly ? tanya Bella mengintimidasi.


"Gue juga nggak tau tepatnya karena apa, yang jelas waktu itu gue pernah ketemuan sama Dannis ngajak Dia. Dan dia terus terkagum-kagum nggak berhenti-henti muji Dannis. Yah gue polos juga percaya sepenuhnya sama dia. Setelah itu beberapa bulan kemudian Dannis nggak ada hubungin gue, nggak ada kabar dan tiba-tiba aja kirimin gue surat putus. lalu setelah nya gue denger mereka jadian. Ya udahlah ya, nggak usah di bahas lagi males banget gue ngingetin itu."


"Semacam pengkhianatan gitu ya, dianya yang nusuk dari belakang malah dianya yang dendam sama elo, dasar aneh ." Vina mendengus kesal.


"Ya begitulah, tapi untungnya gue tetep bisa punya sahabat seperti kalian, yang selalu ada buat gue. terimakasih banyak ya, best friend forever."


"Ehmmm, aku terhura."Bella merajuk memeluk Emily.


"Terharu bel, bukan terhura."

__ADS_1


"Iye maap, gue bercanda dodol." Bella terkekeh sendiri mendengar ucapannya. Dan terdengar semakin riuh dengan kekehan ketawanya Emily dan Vina.


"Lapangan sudah lumayan sepi, saatnya untuk kita lihat hasil kita." Seru Bella.


Saat mereka berlari untuk ke tengah lapangan, Ada yang menyenggol Emily sehingga dirinya terpelanting dan meringis kesakitan.


"Ups, sorry nggak sengaja." Ucap Delisa tampak dengan sengaja.


Vina dan Bella sangat marah melihat kelakuan Delisa tersebut, Bella Reflek mendorong kasar Delisa hingga terjadi pertengkaran hebat di antara mereka.


"Woi...Lo sengaja ya nabrak Emily. Lo jadi orang suka banget ngajak ribut ya." Teriak Bella dengan sangat marah.


Sementara Vina membantu Emily berdiri. Emily berusaha melerai pertengkaran Bella dan Delisa.


"Udah, jangan ribut malu sama yang lainnya." teriak Emily.


Akhirnya Bella dan Delisa yang sudah bertengkar heboh saling menjambak kerudung itu pun berhasil di lerai.


"Sudahlah bel, nggak perlu kita tuh membalas. Kita diam bukan berarti kalah tapi lebih tepatnya kita ngalah, Bel. Nggak penting juga kita ngurusin orang macam Delisa, kalau kita kepancing sama dia, apa bedanya kita sama dia."


Bella merasa agak tenang mendengar ucapan Emily, "Tapi Lo nggak kenapa-kenapa kan Ly ?" tanya nya.


"Iya gue nggak kenapa-kenapa, sudah ayo kita lihat hasil pengumuman."


Mereka pun melanjutkan berjalan ke tengah lapangan dan melihat hasil ujian mereka. Wajah kegembiraan terpancar di wajah mereka.


"Alhamdulillah kita semua lulus, dengan Nilai yang bagus." Emily terharu melihat hasilnya sendiri dan temannya.


"Alhamdulillah, walaupun nggak dapat peringkat pertama dan ketiga setidaknya kita lulus dengan nilai bagus. Dan kita bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan." Ucap Vina.


"Kita makan-makan yuk nanti untuk merayakan kelulusan kita." Vina memberikan ide.


"Boleh, Yuhuuuu ...ayok kita makan-makan." tegas Bella.


"Huuuu...dasar tukang makan." Ucap Emily dan Vina bebarengan ngeledek Bella.

__ADS_1


__ADS_2