
Emily tampak anggun sekali malam ini, ia sedikit di dandani oleh Vina dengan sentuhan make up yang flawwes agar terlihat berbeda saat bertemu dengan Aksa.
Vina sangat mengerti kalau kakak angkatnya itu benar-benar jatuh cinta oleh pesona sahabatnya itu. Vina merasa sosok Aksa yang dewasa sangat cocok untuk mengayomi Emily.
" Lo cantik banget malam ini Ly. " ucap Bella kagum.
" Jangan gitu, gue jadi malu." pipinya mulai merah merona.
"Gitu aja Lo udah malu, belum lagi nanti kalau dipuji sama kak Aksa. bisa terbang kali Lo nanti" ucap Vina terkekeh melihat kepolosan Emily.
Setelah mereka selesai bersiap-siap akhirnya mereka berangkat ke tempat yang sudah mereka janjikan. Namun di tengah perjalanan mobil yang mereka kendarai itu mogok dengan tiba-tiba. Untungnya saja mogoknya di tempat keramaian.
Vina berusaha terus mencoba menghidupkan mesin tapi hasilnya tetap nihil. mobil tetap tidak bisa menyala. Mereka bertiga tampak cemas sekali, pasalnya tidak ada satu pun yang mengerti dengan mesin. Mereka hanya tau caranya mengendarai saja. Kemudian Vina berinisiatif untuk menelpon seseorang.
" Kak, aduh kak mobil kita mogok ini di jalan. Kita semua nggak ada yang paham lagi soal mesin mobil. Gimana dong kak ini ?" tanya Vina sedikit panik.
" Kalian tenang ya, sekarang posisi kalian dimana ?biar aku susul kesana." jawab seseorang yang ditelpon Vina.
" Kita udah Deket kok dari cafe, mungkin sekitar 100km lagi." ucap Vina.
" Oke Kakak kesana nyusul kalian ya." jawab pria itu langsung bergegas mengambil mobil di parkiran dan langsung menyusul ketiga anak gadis itu.
Setelah menghubungi seseorang Vina merasa lega dan kemudian menyampaikan nya kepada kedua sahabatnya itu.
" Telpon siapa Vin ?" tanya Emily
" Gue telpon kak Aksa, sekarang dia sedang menuju kesini nyusul kita."
" Emmm, terus udah berangkat kesini kak Aksanya ?." tanya Bella lagi
"Sudah Bella, Masya' Allah belom bersihin telinga Lo ya ? sengit Vina.
Bella hanya sedikit memanyunkan bibirnya saja tanpa menjawab . Sedangkan Emily hanya bisa menahan untuk tidak tertawa melihat kelakuan kedua sahabatnya tersebut.
Tak butuh waktu lama, sekitar lima belas menit pria itu sampai. Aksa keluar dari mobil dan menghampiri ketiga gadis itu. Pesona Aksa yang sangat tampan itu membuat semuanya sedikit terpesona.
" Kadang gue suka iri sama Emily, kenapa sih cowok yang ngedeketin dia tu handsome semua." ujar Bella pelan sambil berbisik ke Vina.
__ADS_1
" Ssst, punya orang tu. makanya Lo usaha juga dong biar dapet yang ganteng juga. secara Lo aja yang masih jomblo di antara kita bertiga." ledek Vina.Tentu saja Bella kesal dengan ucapan Vina.
"Assalamu'alaikum, kalian bertiga aman ? maaf ya nunggu agak lama. Apanya yang rusak ?" tanya Aksa sambil memeriksa mesin mobil itu.
" Oh ini sih mah gam..-" Aksa berhenti bicara karena melihat Vina yg melotot ke arahnya.
"Gam, apa kak ?" tanya Emily.
"Maksudnya aku nggak bisa memperbaiki nya, harus panggil mekanik." jawab Aksa gelagapan.
" Yah terus gimana dong,nggak jadi makan deh kita." rengek Bella berpura-pura.
Vina langsung menyenggol lengan Bella yang berada di sampingnya itu untuk diam.
" Ya sudah begini saja.Emily, Lo berangkat lebih dulu sama kak Aksa. terus nanti kalau waktunya cukup gue sama Bella nyusul soalnya gue harus nunggu mobil ini sampai mekanik datang. Kalau Bella tentu nemenin gue dong, nggak mungkin gue sendirian disini." Ujar Vina tersenyum agak meringis ke Emily berharap sahabatnya menyetujui idenya itu. Tak lupa juga tangannya menyenggol tangan Bella memberi kode.
" Iya bener Ly, kan kasian kak Aksa pasti juga udah booking dan pesen makanan disana biar nggak mubazir. Kan kata elo nggak boleh sering mubazirin makanan. Bener nggak kak Aksa ?." Ujar Bella menimpali ucapan Vina dan melempar pertanyaan ke Aksa.
"hmmm.." Aksa yang bingung menaikkan satu alisnya. Dan memahami kode yang diberikan Vina. Karena Vina terus mengerdipkan matanya.
" Sepertinya ini hanya ide mereka saja untuk membiarkan Emily pergi sendiri denganku." gumam Aksa di dalam hatinya.
Emily hanya mengangguk pelan, meskipun dirinya kurang berkenan meninggalkan kedua sahabatnya itu. Tapi Ia juga tidak enak dengan Aksa jika membatalkan dinner mereka.
"Baiklah, tapi beneran ya kalian nggak apa-apa ditinggal ?, setelah selesai segera menyusul ya." Ucap Emily.
" iyaa tuan putri, siap!!!" jawab Bella dan Vina kompak.
" Ya udah ayo berangkat." ucap Aksa yang mempersilahkan Emily masuk ke dalam mobilnya dan membukakan pintu mobilnya.
Perlakuan Aksa kepadanya membuat hati Emily tersentuh. Aksa tidak hanya membukakan pintu mobilnya saja melainkan Aksa juga melindungi kepala Emily dengan telapak tangannya saat masuk ke dalam mobil agar tidak terbentur.
"Kak Aksa sweet banget."bisik Emily.
Lalu Aksa memintanya untuk memasang seat belt dan segera berpamitan dengan kedua orang yang sudah membantunya dinner dengan Emily.
" Duluan ya." ucap Aksa sembari mengacungkan jempol kepada keduanya.
__ADS_1
" Iya hati-hati, happy ya." teriak Bella yang melihat laju mobil Aksa.
Mobil itu pun melaju dengan kencangnya, kedua gadis itu berlompat girang karena rencana mereka berhasil.
" Akhirnya, berhasil juga rencana kita ya, untung aja si Emily nggak curiga. Maafin kita ya bebs, kita lakuin ini semua supaya Lo move on." Ucap Vina
"Terus kita kemana ni ?" Tanya Bella.
" Kita jalan-jalan ke Malioboro yuk, jalan-jalan melihat situasi malam hari disana. katanya disana tu indah banget kalau lagi malam hari." Ide Vina
" Boleh juga tuh, ayo gaskeun." Ujar Bella semangat.
Bella dan Vina memang sengaja membuat rencana sebelum mereka berangkat untuk menemui Aksa.
Karena Vina sudah merasa kalau Emily enggan pergi menemui Aksa. Kalaupun pergi pasti harus bersama mereka.
flashback on
Vina tak tinggal diam, bagaimana pun rencana nya untuk menyatukan Emily dengan Aksa harus berhasil. Ide nya pun muncul dan langsung menghampiri Bella ke kamarnya.
" Bell, gue masuk ya." Ucap Vina sedikit berbisik melalui via telpon
" iya masuk aja, gue lagi BAB nih." Ucap Bella lalu memutuskan sambungan telponnya.
"eh gila ni anak jorok banget, ke kamar mandi bawa hp." Vina bergidik jijik dengan tingkah sahabatnya itu.
Vina kemudian masuk dan menunggu Bella, setelah Bella selesai mereka menyusun strategi. Nanti pada saat di tengah perjalanan mobil mereka akan mogok secara tiba-tiba . Mereka melakukannya karena yakin pasti Emily akan percaya saja karena selain Emily tidak bisa menyetir, Emily juga tidak paham dengan permobilan.
"Lo yakin ini berhasil Vin, dan Lo yakin kak Aksa baik buat Emily." Tanya Bella.
"Gue yakin Bel, dan Lo tenang aja gue nggak bakalan bikin celaka sahabat gue sendiri. gue sangat yakin kak Aksa adalah yang terbaik buat Emily." Gumam Vina sambil menghembuskan nafasnya.
" Ya sudah, gue ikut Lo. semoga nanti malam ide kita berhasil ya."
mereka berdua saling berjabat tangan dan merasa sudah tidak sabar untuk menjalankan misinya.
flashback off
__ADS_1
"Sumpah gue lega banget, bel rencana kita berhasil. Dan akan lebih bahagia lagi jika mereka bisa sampai jadian." Harap Vina.
" Ya kita doakan saja yang terbaik buat Emily." Jawab Bella dengan wajah penuh harapan