
" Kamu ?"
Ucap orang itu saat melihat sosok manis yang duduk di meja makan tersebut.
Ia mencoba melihat lebih dekat lagi memastikan kalau yang dirinya lihat itu nyata. "Iya bener, kalau tidak salah kamu Emily Putri Zahrana kan ?" tanya nya sambil menunjuk ke arah yang dimaksud.
Emily yang sedang menikmati lezatnya gudeg Jogja itu pun, dibuat termangu oleh orang itu.
"siapa ya, apa aku mengenalnya ? kenapa aku nggak inget sama sekali ya." batin Emily
Alisnya mengerut sempurna hanya untuk mengingat siapa orang yang ada di depannya sekarang.
Sontak saja Toni, Vina, dan yang lainnya juga terpaku heran melihat reaksi kedua orang itu. Keduanya mempunyai reaksi yang berbanding terbalik. Satunya sok kenal, yang satunya seperti berusaha untuk mengingat.
"Kamu Kenal dengan Emily, Sa ?." tanya Toni heran.
"Iya kek, saya mengenalnya, Tapi sepertinya aemily yang tidak mengenal saya karena waktu itu kita bertemu hanya sebentar. jawab Aksa.
Ucapan pria itu tak lepas dari pandangan Emily, gadis itu terus berusaha mengingat pria di depannya itu.
"Kamu serius nggak kenal dengan kak Aksa, Ly. Dia ini adalah anak dari partner kerja kakek yang sudah di anggap cucu kandung sama kakek, dia juga pernah main ke Surabaya berapa bulan lalu dan menginap di rumahku." Jelas Vina.
"Beneran kamu nggak ingat sama anak ini, Ly ?." tanya Toni kepada Emily yang masih tampak seperti orang berpikir.
"Mungkin kita pernah ketemu, dan kenal. Tapi Lily masih belum ingat kek. Maaf sebelumnya kak Aksa, mungkin Lily lupa,kita pernah bertemu dimana ya ?"tanya Emily.
Aksa tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan Emily kepadanya.
"Next, kamu pasti akan mengingatnya. nanti kalau aku ingatkan khawatir nya kamu tidak ingat juga kan aku jadi tambah malu dibilang sok kenal." ucap Aksa dengan menatap Emily penuh arti.
"Biasalah Emily, banyak lupanya dia mah kebanyakan belajar, kak." goda Vina.
"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi, aku merasa seperti mimpi. Dulu aku sangat ingin kenal lebih dekat denganmu, namun itu tidak kesampaian. Dan sekarang ini aku bisa melihat mu dari dekat bahkan bisa berhadapan langsung denganmu." Gumam Aksa di dalam hati.
"Ya sudah nanti saja diingetin lagi, kamu mau sekalian ikut makan siang disini, Sa ? tanya Toni yang membuyarkan Lamunan Aksa.
"Tidak kek, terimakasih banyak. Aku sudah makan tadi sebelum berangkat kesini." Jawab Aksa.
"Ya sudah kalau begitu kamu bisa tunggu di ruang kerja kakek, kakek selesaikan makan dulu nanti kakek menyusul." perintah kakek yang langsung diiyakan oleh Aksa.
" Baik kek, Aksa duluan. Vina, Emily, aku duluan ya."
"Oke kak." tanpa sengaja Vina memperhatikan sorot mata Aksa yang mengarah kepada Emily seakan menyiratkan sesuatu.
Aksa langsung menuju ruang kerja kakek, Namun dari kejauhan ia mencuri pandang ke arah Emily.
Saat akan menuju ke ruang kerja Toni, Aksa tidak sengaja berpapasan dengan Bella, Bella yang mempunyai sifat centil itu pun menyapanya dengan sebuah senyuman yang kemudian dibalas dengan senyuman juga oleh Aksa.
Bella kemudian berlari dengan cepat ke ruang makan. Dan langsung berbisik ke Vina. " Vin, yang barusan naik ke atas itu siapa ? ganteng banget Vin."
__ADS_1
Vina yang mendengar pujian itu tersedak kuah soto yang sedang ia makan.
"Di...a...kak Ak..sa." jawab Vina sambil batuk.
" Bella kamu sudah selesai ? ayo langsung silahkan duduk dan nikmati menu siangnya." Pinta Toni.
"Iya kek, terimakasih kek. Kelihatan menunya enak semua ini, bikin perut semakin keroncongan." jawab Bella cengengesan.
"Iya ini sengaja dibuat supaya kalian enak makannya. Berhubung kakek sudah selesai makannya, kakek tinggal duluan ya, ada kerjaan sedikit. Kalian silahkan nikmati, makan yang kenyang ya."
"Siap, kek." jawab mereka kompak.
Toni lalu pergi meninggalkan ruang makan. Kini hanya ada Emily, Vina ,dan Bella saja yang masih menikmati santapan siang.
"Elo mandi, apa tidur di kamar mandi Bel, lama banget. Nggak baik Lo lama-lama di kamar mandi." Ujar Emily.
"Gue gerah banget Ly, kebetulan air disini adem, ya udah gue nikmatin dulu lah. Ngomong-ngomong menu nya enak-enak banget ya. Gue makan dulu ah." Bella mengelap basah bibirnya yang kering.
...***...
Selesai makan siang tadi Vina dan Bella langsung pergi ke kamar mereka masing-masing. Lain halnya dengan Emily, dia masih termenung mengingat tentang pria yang ditemuinya tadi. Pria itu sepertinya benar-benar mengganggu pikirannya.
Karena wajah itu seperti tidak asing baginya, Emily berusaha mengingat dimana dia pernah bertemu dengan Aksa. Emily termenung sendirian di balkon yang dibawahnya terhampar pemandangan hijau yang indah.
"Tidak usah dipikirkan sampai seperti itu, nanti juga kamu akan ingat siapa aku." Suara itu mengagetkan Emily.
"Sudah, Oh ya. Kamu capek nggak. Kalau nggak, mau nemenin aku jalan ?." tanya Aksa.
"Boleh juga, siapa tau nanti aku bisa mengingat siapa pria ini, dan sekalian juga aku bisa menelusuri kota ini.Ka Aksa orang kepercayaan kakek, jadi pastinya dia orang baik, dan nggak mungkin aneh-aneh." bisiknya dalam hati.
"Emm, aku izin dulu sebentar sama kakek ya."
"Oke".
...***...
Tak butuh waktu lama untuk Emily bersiap-siap pergi bersama Aksa setelah mendapatkan izin dari kakek Toni. Jujur saja, sebenarnya dia sudah tidak sabar ingin melihat sekeliling kota Jogja. Kalau nunggu sahabatnya pasti lama.
"Kamu kuliah dimana Ly ?" Aksa membuka pembicaraan.
" Rencananya aku masuk di UBM ( Nama samaran) kak, cuma katanya sih nanti ada tes lagi walaupun kita sudah terdaftar masuk sebagai mahasiswa disana, ya semoga aja aku bisa lulus tes itu."
"Tes apa lagi, kalau kita sudah jelas masuk kenapa harus di tes lagi ?" Aksa mengerutkan alisnya heran.
"Entahlah kak, aku juga nggak tau kenapa. katanya sih itu tes untuk mengetahui pribadi mahasiswa tersebut".
"Emmmm....Oh ya kamu mau aku tunjukkan kampusnya nggak, apa kamu sudah pernah kesana sebelumnya ?."tanya Aksa.
"Sudah kak, kemarin sama keluarga aku. Tapi cuma sebentar."jawab Emily.
__ADS_1
"Kalau begitu bagaimana kalau kita kesana, setelah dari sana baru kita pergi ke tempat lainnya." usul Aksa.
"Iya kak boleh, dengan senang hati." jawab Emily.
"*E*ntah kenapa dari kemarin-kemarin perasaan ku tidak enak mengenai masuk universitas ini, tapi berusaha aku tepis semoga ini hanya perasaan ku saja."
Dalam hitungan menit, Akhirnya mereka sampai ke tujuan. Sebuah Universitas terkenal nan megah dan merupakan salah satu universitas sejarah. Aksa menuntun Emily untuk masuk ke dalam gedung itu dan ingin mengajaknya mengelilingi kampus itu sampai Emily puas.
Emily berdiri terpukau di depan sebuah gedung bertuliskan Fakultas Manajemen dan bisnis, ia memandangi seluruh bangunan gedung itu. Bangunan yang banyak mencetak sejarah orang-orang sukses terlahir dari sini.
Di dalam hatinya Emily berjanji pada dirinya sendiri dia akan benar-benar meraih mimpi nya disini, ini adalah awal dan sekaligus pembuktian dia bisa meraih semuanya dan bisa menjadi orang sukses.
Jika mengingat cibiran pedas masa lalunya, Ingin sekali ia membungkam mulut-mulut sinis yang begitu pedas, kalau diibaratkan boncabe mungkin yang level maksimum tingkat kepedasannya di hati.
Lain dengan Emily yang begitu terpukau, lain pula dengan Aksa. Aksa duduk di depan mobilnya dengan matanya yang tidak bisa berhenti menatap gadis yang kini ada di depannya, Serasa ia seperti mimpi saja berada sedekat itu.
"Dulu aku juga ingin bisa kuliah disini Ly, tapi nggak jadi." Aksa memulai obrolan hangat untuk memecah kesunyian itu.
Emily pun tersadar dari lamunannya karena mendengar ucapan Aksa. Ia melihat ke belakang dan berjalan menghampiri Aksa, kemudian duduk di sampingnya.
"Oh ya, terus kenapa sekarang nggak ?".Tanya Emily.
"Nggak jadi karena telat daftar kelamaan ngambil keputusan."
"kenapa bisa begitu ?"tanya Emily heran.
"Jadi 4th lalu , waktu pendaftaran kampus disini aku pergi liburan ke Surabaya dirumah saudara mama, karena aku pikir pendaftaran nya masih lama. Dan waktu di Surabaya, aku itu di ajak jalan-jalan melihat keindahan kota Surabaya. Waktu itu aku lari pagi di sebuah taman, dan saat itu aku melihat seorang gadis cantik. Jujur saja waktu itu aku seperti jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku sangat penasaran sekali dengannya, Lalu aku memutuskan untuk kuliah disana karena ingin mengenal gadis itu. Tapi ternyata nggak dapat izin dari orang tuaku, saking lamanya mengambil keputusan akhirnya telat deh daftar di kampus ini.
Emily menyimak serius cerita Aksa, hingga akhirnya ia ingat dimana ia bertemu dengan Aksa.
"Ya ampun kak Aksa, aku ingat sekarang dimana kita pernah ketemu. Kakak yang waktu itu nabrak aku pas lagi jogging di taman seruni itu kan, terus kakak bantuin aku berdiri. lalu kakak minta kenalan, karena waktu itu aku keburu dipanggil sama temenku aku hanya mengenalkan namaku sambil berlari, iya kan ??? Emily tersenyum semringah karena berhasil mengingat pertemuan mereka.
Aksa terkekeh melihat ekspresi Emily yang kini sudah mengingatnya. Ia menatap lekat gadis itu.
"Jadi kamu udah ingat sama aku sekarang ? tanya Aksa.
"Iya kak ,aku ingat. Maaf ya kak waktu itu aku nggak sempat balas jabat tangan kakak dan tidak sempat bertanya nama kakak. Jadinya aku sedikit bingung tadi."
"Iya nggak apa-apa, kamu sudah ingat dimana kita ketemu saja aku sudah senang." ujar Aksa.
Dengan Suasana sekarang Aksa merasa ada celah untuk ia bisa dekat dengan gadis yang dulu sempat ia kagumi.
"Keliling kampus udah, kalau begitu kita jalan lagi yuk." ajak Aksa.
Emily tidak berkata apa-apa, Emily hanya mengangguk pelan. Dan kemudian masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah dibuka kan oleh Aksa.
"Aku ingin mengenalmu lebih dekat Emily Putri Zahrana". Batin Aksa
"Ternyata kamu laki-laki yang pernah ku kagumi waktu itu kak, laki-laki yang ingin aku cari tahu jati dirinya. Namun ditertawakan oleh Bella dan Vina karena aku sama sekali tidak bisa mencari informasi tentangmu. Apa semua ini juga merupakan rencana Tuhan untuk diriku mengawali cerita baru sebagai penyemangat untuk memulai sebuah impian baru."
__ADS_1