
Hari itu Vina benar-benar ingin mendatangi Aksa, dia ingin berbincang berdua membicarakan tentang hal yang kemarin dia bahas dengan Emily.
Vina mendial salah satu kontak yang tertera di ponsel nya. "Tut...Tut...Tut..." suara denting panggilan berbunyi. Sebagai tanda menunggu panggilan tersebut di jawab.
"Halo, Assalamu'alaikum..? ada apa Vin, tumben nelpon aku pagi-pagi gini ?.sambut Aksa di seberang sana.
"Wa'alaikumsalam, iya halo kak. Kak aku bisa ketemu sama kakak bentar aja nggak ? ada yang mau aku bahas." Tanya Vina.
"Emmmm, kalau sekarang nggak bisa Vin. Kakak lagi ada kerjaan, siang aja ya sekalian kita makan siang bareng.gimana mau nggak ?Aksa berbicara dengan jari jemari nya yang terus cekatan mengetik pada keyboard komputernya.
"Iya deh kak boleh, tapi hanya berdua ya tanpa siapapun. Soalnya ada yang aku mau bahas tentang Emily kak." Tegas Vina.
"Iya bawel, punya adik bawel banget. Udah dulu ya tak lanjutkan kerja dulu supaya siang nanti kakak bisa selesai tepat waktu." Aksa langsung menutup panggilan tanpa persetujuan dari Vina.
Vina yang belum selesai bicara itu pun merasa kesal, karena Aksa mematikan penggilan nya begitu saja.
" Uh dasar, kalau ada mau nya aja baru baik banget." Sungut Vina geram, dan langsung memasukkan ponsel nya ke dalam tas miliknya.
...🍃🍃🍃...
Bella hari ini sedang ingin membeli beberapa keperluan dirinya di sebuah mall, hari ini tidak ada yang bisa menemani nya. Emily ada jadwal ujian sedangkan Vina beralasan ada acara dadakan siang ini.
"Coba aja bisa pergi bareng Emily dan Vina, pastinya lebih seru kan. Kalau sendiri begini kan gue jadi boring banget rasanya." Gerutu Bella sambil terus berjalan menuju supermarket yang menjadi tujuan nya.
Saat Bella akan memasuki pintu utama supermarket tersebut tiba-tiba saja ada seorang pria yang akan keluar dari pintu tersebut dengan terburu-buru hingga menabrak Bella yang akan masuk.
" Bruuukkkkk" tabrakan di antara keduanya tak Terelakkan lagi. Bella terpelanting jatuh tepat di atas pria tersebut. Tanpa sengaja wajah mereka berdua saling beradu pandang, sama-sama terkesima dalam beberapa detik, hingga akhirnya keduanya sadar.
__ADS_1
"Astaghfirullah," ucap Bella dan langsung mengambil posisi berdiri.
Pria itu pun langsung dengan sigap berdiri juga dan meminta maaf kepada Bella. " Ma...Maaf..maaf tadi saya buru-buru, anda baik-baik saja kan ? tanya pria tersebut.
"Iya nggak apa-apa,tapi Lain kali kalau jalan hati-hati dong kak !" Ucap Bella dengan nada yang sedikit kesal.
" Iya maaf banget,kamu nggak kenapa-kenapa kan ,kalau ada yg sakit ayo saya antar ke rumah sakit aja untuk di obati." pinta pria itu.
"Oh nggak saya baik-baik saja, kalau begitu maaf saya permisi mau ke dalam !." Bella pergi tanpa melihat pria itu sedikit pun, walaupun jujur dalam hatinya merasa sedikit gugup karena pria tersebut terlihat sangat tampan dan manis, apalagi Bella melihatnya dengan begitu dekat.Bella jadi bimbang mau beristighfar atau mau mengagumi kejadian tadi.
Pria tersebut hendak menghentikan Bella, namun Bella sudah menghilang dari pandangannya begitu cepat.
Saat ia sedang mengambil barang-barang nya yang berjatuhan ia melihat sebuah benda yg kemungkinan itu adalah milik perempuan yang ia tabrak tadi itu.
...🍃🍃🍃...
"its oke kak, aku juga baru aja nyampek disini !!".Kakak mau pesen makanan ? pesen aja dulu." Vina berucap tanpa melihat Aksa sama sekali, tangannya sibuk bermain ponsel miliknya. Sampai tidak menyadari kalau tingkahnya di perhatikan oleh Aksa.
"Woy, hmmmm malah sibuk sendiri !. kakak nggak punya waktu banyak ya, tadi katanya mau ngomongin sesuatu, nanti keburu habis waktu makan siangnya." Ucap Aksa dengan begitu kesal,Namun Vina malah memasang wajah cemberut karena ponselnya direbut oleh Aksa.
" Ya sabar dulu kenapa kak, itu aku lagi balas chat pacarku kak. Katanya itu, liburan besok nggak bisa pulang karena ada hal yg harus dia urus katanya kak." Ucap Vina dengan wajah memelas.
"Hmmm terus kamu percaya gitu aja ?Coba kamu fikir, semua kegiatan sudah diliburkan, Sibuk apa coba. Yang begitu jangan langsung dipercaya, selidiki dulu kebenarannya." Aksa berdecak ketus.
" Nggak mungkin banget lah kak dia mau aneh-aneh. Aku percaya banget sama pacarku. Oh ya kak, aku itu ngajak kakak kesini untuk bahas tentang ketakutan Emily sewaktu di kampus kemarin, yang katanya dia merasa ada yang mengikutinya." Jelas Vina.
" Emmm, masalah itu. Ya Emily memang sempat cerita waktu itu,. Dia merasa seperti ada yang mengikutinya belakangan ini."
__ADS_1
" Terus kenapa kakak santai banget sih, emang kakak nggak ngerasa ada yang ngikutin juga waktu jalan sama Emily ?"tanya Vina heran dengan sikap Aksa.
" Ya kerasa sih sebenarnya,cuma aku lebih ke santai aja supaya nggak menambah ketakutan Emily, Vin. Selagi orang itu nggak macem-macem dengan Emily aku nggak turun tangan langsung. Tapi akan aku pastikan penjagaan ku terhadap Emily nggak main-main Vin." Aksa terlihat tegas dengan ucapannya, itu bisa Vina lihat dari cara bicara dan pandangan matanya.
"Okelah kalau memang seperti itu, kalau kakak berani jamin aku lega. Tapi kira-kira siapa ya kak, aku hanya sedikit takut saja kalau semua ini ada hubungannya dengan mantannya Emily , soalnya sekarang kan mantannya sudah bebas dari penjara."
Dengan santainya Vina melontarkan kalimat tersebut yang membuat Aksa tersedak ketika sedang meminum jus jeruk miliknya.
"Uhuk...uhuk...uhuk...uhuk." Aksa benar-benar tak bisa mengontrol rasa perih campur gatal di tenggorokan nya.
"Kenapa kak ? maaf ya. Ini minum air putih dulu kak, Nggak mau hati-hati, kak." Ucap Vina tanpa ada perasaan bersalah.
" Tadi kami bilang apa Vin, mantan Emily sudah bebas dari penjara ?" Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Aksa yang membuat Vina sadar akan ucapan nya yang sudah keceplosan.
"aduh Vina, bodoh banget sih Lo. Kenapa pakai keceplosan segala sih ! kan Emily sudah pesan jangan ngomong ke kak Aksa, kan katanya kalau kak Aksa tau, Emily nggak diperbolehkan pulang ke Surabaya." gerutu Vina di dalam hati.
" Vina ,Aku tanya sekali lagi ! apa benar yang kamu katakan tadi itu Vina ? kalau iya kenapa Emily nggak cerita sama kakak ?" Tegas Aksa, wajahnya sudah menampakkan kekesalan.
"Aaa...Aanu kak, gitu.., sebenarnya Emily mau ngomong tapi nunggu time yang tepat kak." Ucap Vina ragu-ragu yang merasa khawatir akan terjadi keributan antara Aksa dan Emily.
" Ya sudah, Kakak permisi dulu. Ini uang untuk bayar semua makanan nya. Kakak mau melanjutkan pekerjaan kakak dulu." Aksa memberikan beberapa lembar uang kepada Vina dan langsung hendak beranjak pergi namun dihentikan oleh Vina.
" Tunggu bentar Kak, dengerin dulu lah. Nanti kalau ketemu sama Emily jangan bilang ya kalau kakak udah denger semuanya dari aku ya. Aku takut Emily salah paham." Vina menundukkan kepala ,dirinya benar-benar merasa sangat bersalah.
"Hmmm, kamu tenang saja." Hanya sedikit ucapan yang keluar dari mulut Aksa.Dia pun pergi meninggalkan Vina untuk segera kembali ke kantor.
Namun ucapan Vina tersebut terngiang-ngiang di telinganya dan mengganggu pikirannya. Dia sedikit merasa kecewa kenapa hal besar seperti ini di sembunyikan oleh Emily dari dirinya.
__ADS_1
...💞💞💞...