
Aksa dan Emily akhirnya sampai di pelataran rumah. Emily merasa sedikit lega karena sudah merasa aman. Mereka berdua masuk ke dalam rumah dan disambut dengan pria paruh baya, siapa lagi kalau bukan kakek Toni sang pemilik rumah.
Aksa dan Emily mengucapkan salam dan mencium punggung tangan Toni dengan hormat.
"Emily, Kamu sakit, wajahmu pucat sekali nak...?" Tanya Toni.
" Em anu kek, anu...itu...." Emily bingung mau menjelaskan, karena Ia benar-benar merasa cemas.
" Itu kek, tadi di kampus pa Emily mau nyamperin aku ke mobil dia hampir di kejar anjing, makanya masih ketakutan sampai disini. Iya Kan sayang ?" tutur Aksa menutupi ketakutan yang di alami Emily.
" Benar itu Emily, ?" Tanya Toni dengan nada yang sedikit menyelidik.
" Iya kek, Lily hanya sedikit shock saja. Kalau begitu Lily permisi ke kamar dulu ya kek." ucap Emily lalu melihat Aksa yang kemudian dibalas anggukan, seakan Aksa sudah mengerti maksud kekasihnya itu.
Emily berjalan perlahan menuju ke kamar nya , Aksa terus menatap punggung wanita yang dicintainya itu. Seakan ingin meluk dan menemaninya.
"Aksa, kalau begitu ayo duduk dulu sini, kamu mau minum apa, biar kakek minta pelayan membuatkan untukmu ?
"Maaf kek, mungkin lain waktu saja ya kek. Kebetulan setelah ini Aksa masih ada meeting di kantor kek." Kata Aksa.
" Oh, ya sudah kalau begitu kamu hati-hati di jalan ya. Titip salam buat papa dan mama kamu ya."
" Baik kek, Insya Allah nanti Aksa sampaikan kek. Aksa pamit dulu ya kek, Assalamu'alaikum." ucap Aksa seraya menggapai tangan Toni untuk berpamitan.
" Wa'alaikumsalam, hati-hati di jalan nak." ucap Toni.
"Iya kek." Sahut Aksa semnari berjalan menuju pelataran depan rumah. Aksa langsung masuk ke dalam mobil dan melaju kencang meninggalkan rumah itu.
...🍃🍃🍃...
Vina dan Bella tiba juga dirumah setelah hampir setengah hari berkeliling mall untuk membeli semua keperluan harian mereka.
Setelah meletakkan semuanya di dalam kamar masing-masing keduanya menuju ke kamar Mandi untuk membersihkan diri dari baru asap kendaraan.
__ADS_1
Vina yang lebih dulu selesai segera menuju ke kamar Emily, dia ingin tahu kenapa tadi tiba-tiba saja sahabatnya itu memberitahunya jika sudah pulang lebih dahulu.
"Tok...tok...tok.." suara ketukan pintu terdengar. " Ly, Lo ada di dalam ?" tanya Vina.
Emily yang baru saja bisa terlelap kemudian terbangun karena mendengar suara pintu kamar nya diketuk seseorang." Ya tunggu sebentar Vin," teriak Emily.
Emily kemudian dengan malas turun dari tempat tidurnya dan menuju ke arah pintu untuk membukanya.
Setelah pintu dibuka tampak wajah Vina yang cengengesan." Ada apa Vin, nggak tau orang lagi istirahat apa ya." ketus Emily.
"Ya maaf non, gue kan nggak tau kalau Lo lagi tidur cantik ! Eh by the way Lo kenapa tadi tiba-tiba aja pamit pulang duluan ?."
"Nggak apa-apa kebetulan aja tadi kak Aksa udah datang jemput gue." Emily duduk di pinggir tempat tidurnya, dan menjawab Vina sekenanya saja.
"Oh...begitu..,"
"Ly, ada yang mau gue omongin sih sebenarnya sama Lo, tapi janji dulu sama gue Lo nggak bakalan pingsan lagi seperti kemarin waktu nyokap Lo telepon.!!" Vina menyodorkan jadi kelingkingnya kepada Emily.
"Emmmm, gue janji." Emily pun mengaitkan hari kelingkingnya ke jadi Vina sebagai tanda setuju jika dirinya tidak akan pingsan.
" Woi, malah bengong ! tadi katanya mau cerita. gimana sih Lo Vin !" Emily menepuk pipi Vina sekaligus membuyarkan lamunannya.
"Emmm, Lo inget nggak waktu Lo terima telepon dari nyokap Lo kalau si Devan udah bebas dadi penjara dan waktu itu juga lo pingsan ?" Vina mencoba membuka cerita dengan hati-hati.
" Iya gue inget, Kenapa emangnya ?" Emily bertanya dengan cuek
" Jadi pas Lo pingsan ada 3 orang yang telepon Lo, Ly."
" 3 orang itu siapa aja ?" tanya Emily dengan masih sangat cuek, Ia mengambil permen di dalam toples.
" 3 orang itu, nyokap Lo, kak Aksa, dan..." Vina menggantung ceritanya.
" Vin, Lo kalau nggak niat cerita mending nggak usah cerita deh dadi pada cerita tapi setengah-setengah gitu."ketus Emily.
__ADS_1
"idih sensi amat Lo,gue takut aja kalau Lo tau, bakalan syok lagi tau !!!" Vina mencubit lengan Emily.
"iya ,ya gue tau Lo pasti bakalan bilang kalau yang telepon gue itu Devan kan ??" Emily menebak kelanjutan cerita Vina dan berhasil membuat Vina terkejut.
" Iya bener banget, kenapa Lo bisa tau duluan, Ly ?." Tanya Vina heran.
" Iya siapa lagi yang bikin gue histeris kalau bukan pas bahas dia, tapi gue sekarang udah nggak perduli lagi lah Vin."
Vina langsung memeluk Emily dan menepuk punggungnya sebagai tanda menguatkan sahabatnya.
" Sekarang itu malah yang gue pikirkan gimana nanti pas gue pulang, Kak Aksa juga katanya mau ikut."
Wajah Vina seketika terlihat sumringah bahagia. " Ya biarin aja kak Aksa ikut, kan enak Lo kemana-mana ada yg jagain." ucap Vina.
"Vina, Lo tau sendiri kan gue dulu menjauh dari Dannis karena nggak mau dia di celakai sama orang suruhan Devan. Terus nanti kalau mereka tau sama kak Aksa, apa nggak mungkin mereka bakalan bikin celaka kak Aksa ?" Wajah Emily terlihat murung.
" Ly, coba Lo pikir sekarang, kita ini bukan hidup di dunia sinetron atau FTV say. Ya kali mereka berani membuat kak Aksa celaka, pasti nya mereka itu bakalan mikir berapa kali untuk masuk penjara Ly." ucap Vina seraya mencoba membuat tenang.
Emily seperti merenungkan ucapan Vina." Udahlah Ly, itu hanya ancaman agar Lo nggak bisa move on dan nggak bisa terima orang lain, dan otomatis kan dia yang masuk lagi di hidup Lo." sambung Vina.
" Iya juga ya Vin, kenapa gue bodoh banget ya. Lagian kak Aksa juga pandai bela diri ya, Insya Aallah dia bisa melindungi diri." Ucap Emily sedikit merasa lega.
" Lo dengerin rencana gue ya, nanti pas Lo pulang, biarin aja kak Aksa ikut tapi nanti Lo buat kesepakatan sama kak Aksa untuk menyembunyikan status kalian ke semua orang kecuali keluarga Lo."
" Emmm, boleh juga rencana Lo Vin, nanti bakal gue rundingkan lagi lah sama kak Aksa gimana ngaturnya agar lebih perfect. Terimakasih ya Vin, Lo emang sahabat gue yang paling pengertian."
" Sama-sama Ly, gue akan bahagia kalau Lo bahagia." senyum lega ditaampakkan oleh Vina.
"Tapi Vin, tadi itu di kampus gue merasa ada yang ngikutin gue tau. Dan aku rasa kak Aksa juga pasti merasakan cuma disembunyikan saja sama dia agar gue nggak tambah takut."ucap Emily.
" Oh ya, ah itu mungkin perasaan lo aja Ly..."Vina tetap berusaha tenang dan berpikir akan menanyakan hal tersebut kepada Aksa aja.
...💞💞💞...
__ADS_1
Hai kakak readers semuanya mohon maaf ya author lama banget hiatus nya, karena ada sesuatu hal yang harus othor selesaikan di dunia nyata. Mohon dukungan ya selalu ya kak.