Mawar Tak Bermahkota

Mawar Tak Bermahkota
Tempat tinggal baru


__ADS_3

Setelah satu bulan kemarin Emily pergi mensurvei tempat bersama saat liburan keluarga. Belum ada tempat yang di sukai oleh papa nya. Karena Roy harus benar-benar memastikan tempat itu aman, dan nyaman untuk putrinya.


Hingga akhirnya, Vina datang kerumah Emily dan menawarkan tempat yang pas yaitu rumah kakeknya. Dan Roy pun langsung menyetujuinya dan memberikan pesan kepada putrinya agar jangan sampai merepotkan sang empunya rumah.


Dan hari ini Emily, Vina, Bella telah sampai di Yogyakarta. Mereka semua sepakat melanjutkan study di kota yang sama, di universitas yang sama tapi beda fakultas. Emily Masuk di fakultas ekonomi manajemen, Vina di fakultas FKIP mengambil jurusan bahasa indonesia, sedangkan Bella tetap dengan cita-cita nya yaitu di fakultas kebidanan dan keperawatan.


Dan mulai hari ini juga mereka bertiga tinggal dirumah kakeknya Vina , Yang kebetulan sang kakek tinggal seorang diri dengan beberapa asisten rumah tangganya. Dengan keadaan seperti itu orangtua mereka merasa lebih aman dan tidak was-was walaupun anak-anak mereka jauh dari mereka.


Walaupun sudah berumur setengah abad Lebih, kakek nya Vina masih sangat terlihat muda dan sehat jadi bisa mengawasi mereka dengan sangat baik.


...***...


Setibanya di rumah itu mereka disambut senang oleh Toni, kakek nya Vina itu bernama Toni. Sekarang dirinya tidak akan merasa kesepian lagi dengan kehadiran mereka bertiga.


"Assalamu'alaikum, kakek." Vina mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam, eh cucu-cucu kakek sudah pada datang. Ayo mari masuk!, silahkan duduk, jangan sungkan-sungkan ya kalau perlu apa-apa tinggal tanya saja sama asisten rumah tangga disini. Anggap saja dirumah sendiri." Toni mempersilahkan ketiga anak itu."


" Terimakasih banyak kek." ucap ketiganya.


"Jam berapa kalian berangkat dari Surabaya." Sambung Toni.


"Jam 08.00 pagi kek, tadi ada kendala sedikit di jalan waktu naik taksi kesini, Jadinya agak sedikit terlambat." Vina menuturkan.


"Oh iya, kakek belum tahu nama kalian berdua. Siapa nama kalian ? tanya Toni.


" Nama saya Emily Putri Zahrana kek, kakek bisa panggil Lily saja. Karena kalau dirumah atau sama orang terdekat biasanya di panggil LiLy, kek." Senyum Emily memperkenalkan dirinya.


"Kalau kamu siapa namanya," tunjuk Toni kepada Bella.


"Saya Nisa Salsabila kek, tapi panggil saja saya Bella. Karena itu nama panggilan saya dari kecil." Bella tersenyum juga.


Toni tersenyum mengangguk, sedikit ada kelegaan dalam hatinya. karena seperti nya anak-anak yang akan dia jaga adalah anak-anak yang baik dan tidak neko-neko."


"Ya sudah selamat datang semuanya, cucu kakek yang cantik-cantik. Kalian silahkan istirahat dulu, pergi ke kamar yang sudah disediakan. pastinya kalian lelah sekali setelah menempuh perjalanan jauh."


"Bi Ona, kesini Sebentar." perintah Toni kepada salah satu asisten rumah tangganya itu.


Asisten yang dipanggil oleh sang majikan pun datang menghampiri.

__ADS_1


"Njeh tuan, ada yang bisa saya bantu ?"


"Bi Ona, tolong antarkan mereka ke atas ke kamar mereka. Setelah itu, tolong sekalian kamu siapkan makan siang buat kita semua nanti ya. ini sudah mau masuk waktu Dzuhur."


" Baik tuan, Mari semuanya ikut bibi." Ajak bi Ona.


Ketika bi Ona akan membawa tas mereka, mereka langsung menariknya kembali. Mereka tidak mau merepotkan apalagi sampai menyusahkan bi Ona.


"Nggak apa-apa bi, biar kita bawa sendiri saja kopernya. Berat, kasian bibi." Kata Emily.


"Nggak apa-apa non, sudah tugas bibi." Bi Ona memaksa.


" Nggak usah bi, memang ini tugas bibi, Tapi kalau kita kerjakan sendiri kan pekerjaan bibi jadi lebih ringan." Sambung Bella yang membuat Toni dan Ona tersenyum bangga dengan ketiga anak itu.


"Kalian memang anak-anak yang baik, semoga kalian betah disini, dan bisa belajar dengan nyaman." Senyum Toni.


"Amiinnnn, kakek baik sekali. Kami pasti sangat betah disini kek." Jawab Vina semangat.


Mereka bertiga kemudian di antar oleh bi Ona ke lantai atas, kebetulan disana ada 3 kamar yang kosong saling bersebelahan. Kamar itu sudah dibersihkan dan di tata sangat Rapi oleh para asisten rumah tangga yang bertugas.


"Wah Vin, rumah kakekmu besar sekali ya. Halaman belakangnya luas sekali ada kolam renangnya juga." Ucap Bella dengan penuh kekaguman, ia melihat semua pemandangan itu hanya dari kaca ruangan tersebut. Lantai atas rumah itu hampir sekelilingnya berdindingkan kaca. Jadi cukup nyaman jika melihat suasana pagi hanya dari sana.


"Wah iya Lo, beneran keren banget pemandangan nya. Cocok banget ni buat nyegerin mata pas bangun pagi-pagi." Emily menimpali.


"Non, ini kunci kamarnya. Non dan teman-teman nya non bisa pilih kamar mana yang mau di tempati. Ada yang bisa bibi bantu lagi non ?" Ucapan bi Ona menyela obrolan mereka.


" Tidak usah bi, nanti biar kami yang membereskan sisanya. Terimakasih banyak ya bi." ucap Vina.


"Sama-sama non, kalau begitu bibi permisi dulu ya non, mau menyeleseikan tugas yang lainnya." pamit Ona.


"Iya bi silahkan," kata mereka berbarengan.


Asisten rumah tangga itu pun berlalu pergi meninggalkan mereka, dan mereka bertiga memilih kamar yang mau mereka tempati.


Mereka mengatur barang-barang mereka sendiri. Setelah semua selesai mereka membersihkan tubuh mereka yang sudah bau polusi sepanjang perjalanan tadi, setelah merasa bersih mereka turun ke bawah untuk makan siang bersama.


"Eh Ly udah selesai, ayo bareng ke bawah. Si Bella mana ?" kata Vina.


"Udah Vin, air nya seger banget ya. Badan rasanya langsung fresh banget. Nggak tau juga, mungkin dia masih di kamar mandi ." Sahut Emily.

__ADS_1


Emily dan Vina kemudian mengetuk pintu kamar Bella, karena tak kunjung ada yang menjawab mereka langsung masuk ke dalam. Kebetulan pintu kamar tidak dikunci oleh Bella.


"Bella, Lo belom selesai." Teriak Vina.


" Belom , Vin. Duluan aja. gue masih betah lama-lama berendem disini." Teriak suara Bella dari dalam kamar mandi."


" Ya udah, gue sama Emily duluan ya." ucap Vina langsung berlalu pergi bersama Emily.


"Dasar tu anak ada-ada aja, betah banget di kamar mandi."Emily terkekeh dengan tingkah sahabatnya yang satu itu.


" Ya maklum lah Ly, rumah baru dan suasana baru. Biarin aja dia menikmatinya. Udah yuk buruan kebawah, nggak enak sama kakek nungguin kita lama."


Saat sampai di ruang makan, benar saja sang kakek sudah menunggu terlebih dahulu di meja yang sudah disiapkan beberapa menu khas Yogyakarta.


"Kek ."sapa Vina.


" Hai sayang, sudah lebih seger habis mandi ?" tanya Toni.


"Sudah kek, mereka berdua kagum kek. katanya air disini dingin enak banget seger katanya." ucap Vina cekikikan.


Toni tertawa mendengar penuturan cucunya itu." Kalian bisa saja, ayo sekarang silahkan makan, Monggo Emily jangan sungkan-sungkan. Kakek sengaja meminta bi Ona untuk masak makanan khas Yogyakarta Lo."


"Iya kek, terimakasih." Wajah Emily bersemu merah karena masih agak sedikit malu dengan si empunya rumah.


" Loh si Bella mana, nggak ikut makan bareng ?" Tanya Toni.


" Si Bella masih mandi kek, anak itu memang agak-agak kek." mereka tergelak mendengar ucapan Vina.


Saat mereka sedang asyik makan, terdengar seseorang mengetuk pintu ruang utama. Dan orang tersebut langsung di persilahkan untuk masuk.


"Assalamu'alaikum kek, pagi kek, bagaimana kabarnya ?"sapa orang itu.


"Wa'alaikumsalam." Jawab mereka serempak.


"Kamu...?" ucap orang itu saat melihat sosok manis yang duduk di meja makan.


🌼🌼🌼🌼


Hai kakak readers...mohon maaf ya kemarin nggak up karena ada acara, hari ini akan up lebih.

__ADS_1


Mohon dukungan like, Love, dan bunga ya kak, kopi juga nggak apa-apa. Agar author lebih semangat menulis.


Terimakasih 🌹❤️❤️❤️


__ADS_2