
selamat membaca 📖
.
.
.
Angin sepoi-sepoi berhembus lembut, meliuk-liuk semilir menghantarkan udara segar di pagi hari. Matahari seperti nya masih sedikit malu untuk menampakkan dirinya.
Di dalam sebuah ruangan bernuansa serba biru lengkap dengan hiasan taburan bintang, dengan furniture warna serba putih. Tampak seorang gadis cantik sedang melamun di depan meja riasnya.
Pantulan cermin itu menampakkan wajah manis, mata Belo indah dengan pupil kecoklatan serta bulu mata panjang nan melengkung, hidung mancung kecil, bibir tipis mungil berwarna pink, dengan wajah oval berkulit putih.
"Ly, kamu tidak perlu takut !Orangtua, adik, sahabat, dan banyak lagi orang yang sayang sama kamu.
Mereka selalu ada buatmu, Perkara jodoh nggak usah kamu khawatirkan. Bukankah Allah telah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan ? pasti nanti akan ada orang yang menerimamu apa adanya Ly. Ingin jodoh yang baik maka jadilah orang yang baik. Mulai sekarang jadilah yang terbaik versi dirimu sendiri dan orang-orang yang menyayangimu, Jadikan hinaan dan cacian itu sebagai cambuk buatmu. Ayo Emily, kamu bisa...!!! Stop jadi orang lemah, merasa iba boleh tapi jangan mudah lagi untuk dimanfaatkan, yang salah tetap harus menanggung akibatnya."
Emily memberikan semangat pada dirinya sendiri, dia lelah menjadi orang yang lemah.
Emily sedikit memoles wajahnya, memberikan sedikit sentuhan warna soft natural pada bibirnya, Ia merubah penampilan nya.
Sedikit lebih fresh dibanding biasanya.
"Selesai.. Semangat..Emily."
senyum terukir di bibir manis itu.
Emily mengambil tas nya dan segera memakai sepatu. Ia berlari menuruni setiap anak tangga dengan hati penuh sukacita.
"Assalamu'alaikum, Good morning semua." Emily menyapa semua penghuni rumah yang sedang menikmati sarapan pagi.
Dila, Roy, Alvin dan ART nya yakni bi Mira dibuat terperangah oleh penampilan Emily.
Semua tiba-tiba mematung terpesona dengan penampilannya yang sedikit berbeda.
"Kenapa,pada bengong sih !, Aneh ya atau jelek ?." tanya Emily sedikit merasa kurang percaya diri.
"Nggak neng, Cantik banget...bibi sampai pangling neng liatnya." kata bi Mira.
"Ah bibi bikin aku malu saja." Wajah Emily sedikit merona karena malu.
" Iya sayang, kamu terlihat lebih fresh, tambah cantik. Semangat sekali kelihatannya anak papa." ucap Roy.
"Iya dong pa, kan memang harus begini."
__ADS_1
"Kamu mau roti pakai selai apa nak." tanya Dila.
"Nggak usah ma terimakasih, Biar aku aja ya ma, kayak anak kecil aja makan masih di ambilin." ucap Emily sembari melempar senyum melihat mamanya.
"Ya sudah kamu ambil sendiri, yang kenyang supaya lebih konsentrasi belajarnya, jangan lupa minum susunya ya."
"Siap mamaku tersayang."
Saat sedang asyik menikmati sarapan paginya, tiba-tiba Alvin bertanya.
"Kak katanya kemarin Lo dapat surat kiriman dari ..."
Belum sempat Alvin melanjutkan pertanyaannya Emily keburu menendang kaki Alvin hingga sang empunya sedikit meringis kesakitan.
"Auh...kak sakit tau..." keluh Alvin.
Emily mengerjapkan mata memberikan kode kepada adiknya.
Namun Roy dan Dila terlanjur mendengarnya dan mencurigainya.
Roy berhenti menyuapkan roti ke dalam mulutnya. Roy mengernyitkan dahinya, dan menatap Emily dengan tajam.
" Surat apa nak ?" tanya Roy kepada Emily dengan sedikit menyelidik.
"Ehm...iya anu pa, kemarin LiLy dapat surat kiriman dari Devan pa. Kemarin dia nitip ke temen sekelas Lily. Dia mengancam Lily agar mau merayu papa agar mencabut laporan itu, Jika tidak maka temen satu sekolah LiLy akan mengetahui semuanya dan akan mempermalukan Lily."
Roy memukul meja dengan kerasnya dan mengepal erat jari jemari tangannya.
Semua yang berada disitu terkejut bukan kepalang, Dila yang berada di sebelahnya segera menenangkan suaminya. Takut darah tinggi Roy kambuh lagi.
"Pa....Kamu yang tenang, jangan marah-marah, nanti tensi mu naik lagi pa."
Dila berusaha menenangkan Roy dan mengambilkannya segelas air.
Setelah minum, Roy sedikit tenang dan menatap kembali putrinya.
"Terus kamu gimana nak, kamu kenapa tidak cerita sama papa." Roy berkata dengan lirih khawatir dengan putrinya.
"Jangan khawatir pa, aku baik-baik saja, aku bisa mengatasinya sendiri. Aku tidak takut pa, kenapa juga aku takut kalau aku tidak salah. Kan papa sendiri yang bilang ke aku, jangan takut kalau kita tidak salah."
Roy tersenyum lega mendengar perkataan putrinya itu. Dia hanya takut hati Emily melemah karena ancaman itu.
Dia tau bagaimana hati putrinya itu, tapi ia bisa melihat ketenangan dan ketegaran dalam diri putrinya yang sekarang.
"Syukurlah, tapi kamu harus tetep hati-hati ya nak. Kalau ada apa-apa jangan takut untuk bicara sama papa lagi."
__ADS_1
"Iya pa, LiLy nggak akan sembunyikan apapun lagi dari papa."
"Bagus sayang, Dan kamu Alvin jaga kakakmu di sekolah ya."
"Siap Komandan" Teriak Alvin cengengesan sehingga membuat semua orang tertawa lepas.
"Kalau begitu segera habiskan sarapannya dan ayo segera berangkat, nanti pada telat." ucap Dila.
Mereka akhirnya menyudahi sarapan bersama.
Emily, Alvin, dan Roy pun berangkat bersama. Hanya tinggal Dila dan Mira yang masih membereskan meja makan.
"Bu, sepertinya neng Emily lebih tegar ya bu, sudah seperti dulu lagi namun terlihat lebih energik dan bersemangat." kata Mira.
" Iya bi Alhamdulillah, Saya juga senang melihat nya bi. Semoga saja dia bisa menjadi orang yang sukses. Walaupun banyak rintangan yang ia hadapi." harap Dila.
"Aaamiin...Semoga neng Emily dijauhkan dari orang-orang jahat lagi Bu."
...***...
Mobil silver melaju kencang menuju sekolah SMA 4 KARYA BANGSA.
Tidak butuh waktu lama mobil itu sampai pada tujuan nya. Alvin segera berpamitan dan turun lebih dulu dari mobil, Alvin kemudian berlari karena buru-buru ada kegiatan yang harus segera dia kerjakan.
Sedangkan Emily, dia ditahan dulu sebentar oleh papanya. Dan tak lupa Roy memberi pesan kembali agar berhati-hati. Setelah itu Emily turun dari mobil.
Vina dan Bella yang sudah setia menunggu Emily di depan gerbang dibuat pangling dengan penampilan Emily.
"WOW...AMAZING...SO.. BEAUTIFUL bebs..." Bella berdecak kagum melihat kecantikan Lily.
"Bel, itu Emily kita kah ?" sambung Vina.
Emily kemudian berjalan mendekati keduanya. dan menepuk tangan mereka untuk membuyarkan lamunan sahabat-sahabat nya.
"Eh sada-sadar, pagi-pagi udah bengong, kesambet apaan kalian."
"Kita kesambet makhluk manis yang turun dari mobil silver tadi." Kata Bella memuji Emily.
Kata-kata Bella membuat mereka tertawa bersama.
"Bisa aja kamu Bel, jadi malu aku ."
"Nggak usah malu, sumpah kamu cantik banget,berubah banget Ly. Seneng banget kita melihat perubahan kamu. Kita pikir kamu bakalan depresi lagi setelah dapat surat kemarin itu." Vina memeluk Emily dengan erat.
" In syaa Allah nggak, aku nggak boleh lemah, harus kuat, semua takdir baik ada di tangan Allah, Bukan pada orang lain. LiLy yang dulu udah terkubur bersama masa lalu, Lily yang sekarang ada untuk melanjutkan hidup dan meraih cita-citanya kembali."
__ADS_1
"Ah Lily...." Mereka bertiga saling berpelukan dan melanjutkan berjalan menuju ke dalam kelas mereka.
Mereka siap menerima pelajaran hari ini.