Mawar Tak Bermahkota

Mawar Tak Bermahkota
Lebih dekat


__ADS_3

Aksa dan Emily tiba dirumah pada pukul 07.00 malam, Emily di ajak menyusuri seluk beluk kota pelajar tersebut. Sampai di depan pintu utama Emily langsung di sambut dengan Vina dan Bella dengan seringaian wajah sinis serta sorot mata yang tajam.


" Assalamu'alaikum, " ucap Aksa dan Emily.


"Wa'alaikumsalam," jawab Bella ketus.


"Kalian kenapa, kenapa wajah kalian mirip zombie semua. Belum pada makan ya." Kelaka Aksa.


"Ah, kak Aksa nggak adil ni. Kenapa hanya Emily saja yang di ajak jalan, kita berdua nggak ?" ucap Vina dengan bibir yang manyun.


"Bukan gitu, tadi siang kan kalian berdua tidur, mau di bangunkan juga kasian mungkin kalian capek. Ya udah kakak ngajak Emily saja." Kata Aksa seraya mengerdipkan matanya memberi kode kepada Emily.


"Iya, kalian kalau udah tidur kan kayak kebo susah dibanguni. Ya udah kita tinggal saja, Ini gue bawain kalian cilok, katanya kak Aksa ini cilok paling enak di Jogja. Ayo kita makan bareng." Sambung Emily.


"Baiklah karena sudah membawa cilok ,kalian terselamatkan." Bella langsung mengambil cilok yang ada di tangan Emily.


"Tapi lain kali kalo jalan-jalan nggak ngajak kita lagi, awas ya." Bella berpura-pura marah.


Bella dan Vina sebenarnya tidak marah sungguhan, tapi mereka hanya akting saja, sebenarnya mereka sangat senang sekali Emily sudah mau jalan dengan pria lain. itu artinya sahabat nya itu sudah belajar membuka hati lagi.


Bella berjalan membawa cilok ke meja makan, Sedangkan Emily mengambil beberapa mangkok dan sendok serta mengaturnya di atas meja.


" Sini bel, tak bantuin buka." Emily mengambil cilok dari tangan Bella dan segera membuka bungkus cilok lalu memasukkan nya ke dalam mangkok.


"Vina sama kak Aksa tadi nggak ikut masuk Ly ?" tanya Bella.


"Nggak, sepertinya mereka nunggu diluar, di pinggir kolam. Ya sudah ciloknya kita bawa kesana saja ."Jawab Emily.


"Makan di pinggir kolam malam hari, enak juga tu kayaknya. Ly, Gimana kalau kita bikin minuman juga."


"Boleh ide bagus ."


Tingkah mereka di dapur tak luput dari pandangan bi Ona, bi Ona tersenyum-senyum sendiri melihatnya, bi Ona lalu menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Nona-nona cantik lagi apa ?" Sapa bi Ona dengan lemah lembut. Selain cekatan dalam bekerja asisten rumah tangga Toni ini juga sangat lembut jika berbicara, membuat orang lain enggan untuk berperilaku tidak sopan kepadanya. Entah sudah berapa lama dirinya bekerja disana.


"Ini bi mau makan cilok dan sekalian bikin minumannya." Jawab Emily dengan suara yang tak kalah lembut.


"Mau bibi bantu,bnon." Wanita itu menawarkan bantuan.


"Tidak usah bi, nanti kami merepotkan bibi." jawab kedua gadis yang takut membuat bi Ona bertambah berat pekerjaan nya sejak ada mereka disana.


"Tidak Apa-apa non, bibi malah sering bingung mau mengerjakan apa, karena pekerjaan lainnya sudah banyak dikerjakan oleh asisten lain yang lebih muda. Bibi disini sebagai kepala asisten yang hanya mengawasi pekerjaan lainnya saja, dengan sesekali membantu mereka." jelas wanita paruh baya itu.


"Berarti sudah cukup lama ya bibi kerja disini." tanya Bella sambil membantu mengambil gelas yang akan dibuat wadah teh oleh bi Ona.


" Lumayan non, dari ibunya non Vina remaja,." kata bi Ona.


Emily dan Bella dibuat tercengang kagum mendengar perkataan bi Ona.


" Wah berarti bibi cocok menerima penghargaan sebagai Asisten rumah tangga yang baik dan terlama." Ucap Bella yang perkataan nya menghasilkan gelak tawa.


" Nggak usah bi, biar kita saja yang bawa, terimakasih banyak udah dibantu bi." ucap Bella dan Emily dengan seulas senyum kemudian pergi meninggalkan bi Ona.


...***...


Sementara itu di pinggir kolam ,Aksa dan Vina saling bercerita tentang pengalaman mereka, Vina juga bercerita tentang kisahnya dengan sang pacar. Dan sesekali Aksa mengorek sedikit tentang kisah Emily.


"Jadi kamu sudah punya pacar, Jarak jauh dong berarti sekarang ya."Tanya Aksa kepada Vina yang lagi bermain air di pinggiran kolam.


"Iya kak, mau bagaimana lagi. Tempat kami mencari ilmunya berbeda." Jawab Vina dengan menaikkan kedua bahunya tanpa ada semangat.


"Kalau Emily dan Bella sudah punya juga ?" Aksa sengaja menanyakan keduanya agar tidak terlalu ketahuan jika dirinya sedang menggali informasi tentang Emily.


"Kalau Bella sih aku rasa dia belum ada ya pikiran untuk pacaran, dia belum mau terikat hubungan apapun selama dia masih belajar, mikirin pelajaran aja dia ruwet apalagi ditambah dengan percintaan katanya." Vina tersenyum sendiri mengingat perkataan Sahabat nya itu.


"Lalu kalau Emily bagaimana, sudah punya atau belum ? Aksa merasa kali ini pasti dia bisa mendapat informasi penting dari Vina.

__ADS_1


"Kalau Emily-," Vina sengaja memberikan jeda begitu lama untuk meneruskan ceritanya, karena dia paham kalau Aksa sedang mencari tahu tentang Emily."


"Kalau Emily -, Rahasia dong kepo aja Lo kak, jangan bilang kamu suka ya sama Emily ?" Vina terkekeh-kekeh melihat ekspresi Aksa yang wajahnya sedikit memerah karena digoda olehnya.


"Nggak, Kakak cuma ingin tahu saja. Takutnya kan nanti kalau dia udah punya,terus kakak ajak jalan, eh ada yang marah kan nggak lucu Vin." Dusta Aksa.


"Ah dasar, ngeles aja Lo kak.!" Vina masih terus menggoda Aksa hingga mereka tidak menyadari dari arah pintu terdengar langkah kaki 2 orang yang sedang berjalan menuju ke kolam tempat mereka bersenda gurau.


"Widiih seru banget Lo ya disini, bagus. Lo kata kita ini pembantu ya bikinin minum dan nyiapin makan buat Lo gitu.! ketus Bella sambil mentoyor kepala Vina.


"Bella, Sembarangan aja Lo mau noyor kepala gue ." Vina yang sedikit tidak terima ingin mentoyor balik kepala Bella namun Bella berlari menghindari Vina.


Aksa yang melihat mereka berdua asyik dengan candaannya itu beralih pandangan kepada Emily. Itu kesempatan dirinya untuk mengenal lebih dekat seorang Emily. Aksa berjalan menghampiri Emily yang tampak ingin menikmati lezatnya cilok tersebut lebih dulu tanpa menunggu teman-teman nya. Baru akan memasukkan cilok kedalam mulutnya, Aksa mendekati Emily dan berdehem.


"Ehm, sendirian aja ni makannya. Kakak nggak ditawarin ?"ucap Aksa.


"Kalau kakak mau, kakak tinggal ambil aja punya kakak. Tinggal makan aja udah Lily buka bungkusnya." Jawab LiLy dengan nada cuek.


" Nggak mau kebanyakan, kakak minta punya kamu aja sedikit. Bolehkan ? tapi suapin ya supaya tangan kakak nggak kotor." modus Aksa.


"ehem, ehem, ehem, modus, modus itu namanya." ketus Bella.


" Kak, kalau mau romantis-romatisan jangan disini ya. Harap hormati status kejombloan aku ." sambung Bella sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan mengacuhkan wajah.


" Apaan sih Bella, siapa juga yang romantis-romatisan. Gue bukan roman picisan kali ya. Kak Aksa tu cuma mau minta di suapin doang karena dia merasa sudah kenyang dan hanya ingin mencicipi aja." jawab Emily polos.


"Emily....." Bella dan Vina berseru langsung menepuk kepala mereka.


" Ampun deh gue punya sahabat polos banget."gumam Bella


Keseruan itu berlanjut hingga tak terasa malam pun semakin larut. Aksa berpamitan untuk pulang, Tapi sebelum pulang Aksa membisikkan sesuatu kepada Vina.


" Bantu kakak untuk lebih dekat lagi dengan Emily."

__ADS_1


__ADS_2