
" Kakak ,tunggu tapi..." belum sempat Emily mengejar Aksa dan bernegosiasi. Ia terpaku melihat seseorang dibalik pepohonan rindang persis di sebelah Aksa berdiri.
Emily penasaran dengan sosok yang berdiri di belakang pohon di sebelah Aksa berdiri. Dia berjalan untuk mendekati pohon itu dan melihat siapa seseorang yang berdiri disana.
Aksa yang awalnya membelakangi Emily berbalik dan tak melihat sosok kekasihnya di tempatnya , Aksa bingung kemana perginya Emily namun ia melihat ke arah samping ternyata Emily sedang menuju ke arah sebuah pohon.
Saat sedikit lagi Emily berhasil melihat siapa dibalik pohon, Aksa dengan sikap tengilnya malah berinisiatif mengikuti dari belakang dan menepuk pundak Emily dengan keras.
"Doaaarrr...mau ngapain kamu !!" ucap Aksa cengengesan tanpa merasa bersalah.
"Uuuuuaawah, Astaghfirullah Kakak....!!!" Emily berteriak kencang.
Emily memukul Aksa menghilangkan rasa kesalnya sekaligus kecewa. Padahal sedikit lagi dia berhasil mengetahui siapa orang dibalik pohon itu, yang ia yakini orang tersebut tengah mengikuti gerak geriknya.
Aksa yang melihat Emily sangat kesal karena merasa dikerjain habis-habisan olehnya itu dengan segera meminta maaf dan berniat mengajak Emily untuk pulang bersama.
Emily yang sangat lelah dan berpikir ingin cepat sampai rumah pun menyetujui ajakan Aksa dan mengurungkan niatnya untuk menemui Vina namun tetap mengirim pesan kepada sahabat nya agar tidak perlu menunggu dirinya karena dirinya sudah pulang lebih dulu dengan Aksa.
Aksa dan Emily berjalan menuju tempat mobil Aksa di parkir. Emily memeluk lengan Aksa agar melangkah bersamaan. Jujur saja sekarang Emily merasa agak sedikit takut karena merasa ada yang tengah mengintai mereka berdua.
Aksa yang merasakan sesuatu berbeda dari pelukan wanita pada lengannya itu pun berhenti berjalan, karena Aksa berhenti dengan mendadak dan Emily pun sedang tidak fokus maka tubuh Emily pun menabrak Aksa yang ada di depannya. Dan Emily berhasil dibuat malu dan gelagapan secara bersamaan.
" By (Hubby), kamu kenapa sih sayang ? seperti orang yang lagi ketakutan gitu." selidik Aksa yang bisa melihat wajah pucat serta ekspresi ketakutan pada Emily.
" Aku baik-baik aja kak, aku agak sedikit pusing saja." Ucap Emily berkilah.
Namun Aksa seakan tak bisa dibohongi oleh Emily, dia yakin ada yang di sembunyikan dari Emily dari dirinya, Akan tetepai Aksa tidak berniat ingin memaksanya melainkan menunggu Emily dengan suasana hati yang lebih tenang.
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu kita segera pulang, agar kamu bisa lebih cepat beristirahat." Aksa kemudian merangkul Emily dan segera membawanya ke dalam mobil.
...💞💞💞...
Bahkan saat di dalam mobil pun Emily yang biasanya lebih cerewet sekarang berbanding terbalik, dia diam saja tanpa sepatah kata pun. Emily tampak seperti orang yang lagi cemas terlihat dengan gerak geriknya yang menggigit ujung-ujung kukunya.
Aksa yang melihat gelagat aneh itu tak bisa menahan lagi untuk menunggu kekasihnya lebih tenang, segera ia tepikan mobilnya di sisi kanan jalan, lalu berhenti. Bahkan dengan Aksa memberhentikan mobilnya itu pun Emily tetap dalam keadaan bengong dan tidak sadar jika mobil berhenti.
"Ada apa dengan Emily sebenarnya, tidak biasanya dia seperti ini." gumam Aksa.
" Sayang, sekali lagi aku tanya kamu ada apa ?kenapa dari tadi bengong terus. Kalau ada apa-apa itu cerita jangan di pendam sendiri." Ucap Aksa sambil mengelus lembut tangan Emily.
Sentuhan dan suara Aksa membuat Emily tersadar dari lamunannya. Sebelum memulai berbicara ia melempar senyum lesu ke wajah Aksa.
" Aku ingin cerita, tapi takut kamu nggak nyaman sama ceritaku kak." Aksa berdecak kesal dengan ucapan Emily.
Degh...
Mendengar ucapan Aksa yang nampak seperti orang kesal itu pun menambah kekhawatiran Emily. Entah kenapa dia tidak bisa terbuka kepada Aksa, seperti terbukanya dia dengan Dannis. Jika dengan Dannis sekecil apapun masalah dia selalu tidak tahan untuk segera bercerita.
" Apa benar yang dikatakan kak Aksa barusan itu, kalau hatiku belum sepenuhnya mencintai nya. Ah kenapa aku tiba-tiba membandingkan kak Aksa dengan mas Dannis sih !!"
Emily kesal sendiri dengan pikiran dan hatinya jika dalam keadaan bingung, entah kenapa dia memang sedari dulu jika ada masalah langsung mengingat sang mantan terindah nya itu.
" Kacau ini mah, hus-hus hilang-hilang." Emily memejamkan matanya untuk mengusir pikirannya itu.
Aksa yang melihat Emily tidak menggubris ucapannya itu pun segera merangkul kedua pundak Emily dan mengarahkan nya ke arah dirinya.
__ADS_1
" Sayang, kamu denger aku apa nggak ? aku kan sudah bilang apapun keluh kesah dan masalah yang mengganggu mu itu ceritakan sama aku. kalau kamu diem terus kayak gini aku kan juga bingung mau bagaimana." Ucap Aksa yang kali ini memasang raut wajah sendu dengan mata yang menyiratkan keseriusan dalam berucap.
Melihat Aksa yang seperti itu Emily bukannya merasa bersalah malah nyengir cengengesan. " Kakak nggak jadi marah sama aku ?" ucapnya sambil menunjuk kepalanya.
Aksa menghela nafasnya, ia lupa jika sedang berhadapan dengan wanita yang susah sekali di ajak bicara serius.
" Sejak kapan sih aku itu bisa marah sama kamu, hm..-" Aksa kali ini mencubit kedua pipi Emily. " Masya Allah calon istrinya siapa sih ini bikin gemes aja." Sambungnya.
" Awww, sakit by. Aku tadi tu cuma sedikit merasa takut. Tadi aku merasa seperti ada yang mengikuti kita. Tapi aku juga nggak tau itu hanya perasaan ku saja atau memang benar adanya." tutur Emily yang kini mulai merasa moodnya kembali.
" Kamu itu aneh-aneh aja, siapa emangnya yang mau ngikutin kita. Kita ini bukan artis ataupun orang penting yang mau diikutin sayang." Aksa berusaha menanggapi cerita Emily dengan santai, menutupi apa yang tengah ia rasakan juga. Yah Aksa juga sebenarnya merasa ada yang mengikuti mereka tadi sewaktu di kampus.
...❤️❤️❤️...
Sementara itu di kampus, ada Azmi yang berusaha mengatur nafasnya. Karena tadi hampir saja dia ketahuan oleh Emily yang sejak dari pertemuan pertamanya itu selalu sengaja dia ikuti.
Azmi mengikuti Emily karena sejak ia bertemu pertama kali dengan wanita itu hatinya merasakan getaran yang tak wajar. Wajah teduh, polos, dan friendly itu benar-benar membuat hatinya tertarik ingin mengenal lebih dekat. Walaupun sebenarnya dia juga menyadari jika sang wanita itu telah memiliki kekasih.
Tapi bagi Azmi, selagi belum ada 2 buku berwarna hijau dan merah berarti masih banyak kesempatan untuk mendapatkan nya.
" Woy Azmi, kamu sedang apa disini ?" Suara Bani membuat Azmi terkesiap.
" Sial, ngangetin aja sih Lo!!" Azmi kesal dengan kedatangan Bani yang tiba-tiba itu.
" Yee, gue t cuma nanya Lo lagi apa. Jangan bilang Lo masih ngikutin itu si makhluk manis dari kampus manajemen bisnis itu ya.! Seringai Bani menebak kebiasaan Azmi selama satu tahun belakangan ini.
" Kalau suka itu langsung di ungkapkan ,jangan di sembunyikan diam-diam menyimpan rasa yang terpendam. Nanti kalau tidak sesuai kenyataan hati Lo terpatahkan." Sambung Bani kembali.
__ADS_1
"Azmi termenung mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu, tapi dia sendiri bingung apa mungkin dia bisa memiliki wanita yang ia cintai sedangkan wanita itu sudah memiliki kekasih hati .