Mawar Tak Bermahkota

Mawar Tak Bermahkota
Kabar Buruk


__ADS_3

Setelah menerima panggilan tersebut, wajah Emily yang semula penuh kebahagiaan seketika berubah menjadi muram.


"Akankah kebahagiaan ini hanya sementara bagiku" bisik Emily yang seraya menutupi kegelisahan hatinya dengan senyum palsu untuk menutupinya dari Aksa.


Flashback on


Saat ada panggilan masuk, Emily meminta izin untuk mengangkat telponnya dulu kepada Aksa, dan tentu saja Aksa mengizinkannya.


Emily berlalu menjauh dari Aksa saat menerima telpon itu, karena bagaimanapun dirinya baru mengenal Aksa jadi tidak mungkin dia akan langsung begitu saja terbuka untuk urusan pribadinya, apalagi mengenai keluarganya.


" Hallo, assalamu'alaikum dek, apa kabar apa, tumben banget telpon kakak malam-malam gini." tanya Emily heran karena tidak biasanya Alvin menelpon nya di malam hari.


" Kak, gue mau ngabarin sesuatu tapi janji ya akan baik-baik saja setelah berita ini gue sampaikan ?".


Sebenarnya Alvin enggan untuk menyampaikan berita ini namun mau tidak mau tetap harus disampaikan karena bagaimanapun juga kakaknya harus lebih hati-hati disana, keselamatan kakaknya menjadi yang nomor satu baginya.


" Iya, aduh sejak kapan ya adik gue jadi bawel banget kayak gini ?" Ucap Emily yang masih santai menanggapi ocehan adiknya.


" Kak, kemarin aku nggak sengaja dengar kabar, kabar Buruk mengenai mantan kakak yang dipenjara itu." Ucap Alvin.


" Memangnya ada apa dengan dia dek, sudahlah jangan sebut dia mantan gue, jijik gue ngakuin kalau dia mantan gue." Emily mendengus kesal


" Jadi gini kak, Meskipun si Devan itu berada di penjara, Namun mata-mata nya tetap berkeliaran kak. Kakak mesti tetap harus hati-hati, dan takutnya lagi dia tidak akan tinggal diam jika ada seseorang yang mendekati kakak, karena dia merasa kakak itu hanya miliknya. Dia tidak akan segan-segan bikin perhitungan dengan orang yang mendekati kakak." Jelas Alvin dengan omongannya yang penuh dengan penekanan itu.


" Kamu serius dek, dapat berita dari mana dek ?" Emily mulai merasa resah, dia langsung memikirkan keselamatan Aksa.


"Iya pokoknya adalah kak aku denger, nggak penting juga kan tau dari mana kabar itu, yang penting sekarang kakak harus hati-hati." pesan Alvin.


" Iya dek, terimakasih banyak ya infonya, kakak janji akan lebih hati-hati. Malahan sekarang kakak udah ada yang jagain dek disini, tenang aja." Emily berusaha menutupi kegelisahan hatinya.

__ADS_1


"Eh-he, siapa ? Awas ya udah berani pacaran lagi, nanti kalau ketahuan sama papa langsung di panggil itu anak orang kesini !!." Alvin tergelak dengan ucapannya sendiri, karena dia hanya ingin menggoda kakaknya.


" Ya pokoknya gitu deh ! nanti Lo juga bakalan tau dek. Kalau ada kesempatan kakak kenalin besok ya. Dek, sudah dulu ya kakak sekarang masih ada di luar, lain waktu kakak sambung lagi obrolannya. Terimakasih banyak ya dek infonya, kakak kangen banget sama keluarga disana. Salam kakak buat papa dan mama ya. Wa'alaikumsalam..! Ucapnya sengaja dibalik.


" Iya sama-sama, nanti gue sampein sama papa dan mama. Eh kebalik gemblung, Assalamu'alaikum seharusnya !." Emily terkekeh mendengar adiknya berdecak kesal karenanya.


" Iya, iya pak ustadz, Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam, hati-hati kak" Panggilan itu pun terputus.


Flashback off


Wajah Emily yang awalnya berseri rona bahagia kini berubah menjadi wajah yang penuh kegelisahan, Rasanya ia ingin cepat-cepat pulang untuk menceritakan semuanya kepada kedua sahabatnya itu.


Sebelum ia kembali ke meja makan, di tempat Aksa berada ia harus merubah raut wajahnya agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi Aksa.


" Kak, sudah selesai belum ? kalau udah kita pulang yuk sudah malam, nggak enak lah numpang dirumah orang tapi pulangnya malam-malam."


" Nggak kak aku udah kenyang nanti badanku melebar semua kakak malah il feel lagi sama aku !!" Ucapnya sambil melirik ke arah Aksa, sedikit menggoda laki-laki yang kini resmi menjadi Kekasihnya.


"Body mu gendut, pipi mu tembem, tetap ku suka." Aksa menyanyi menggoda Emily .


Spontan Emily memukul lengan Aksa dengan keras yang membuat sang empunya meringis kesakitan.


" Aww, sakit sayang. kenapa kakak dipukul sih, kan kakak nyanyi apa adanya."


" Rasain, siapa suruh gombal. Iya di bibir ngomongnya terima apa adanya tapi kalau lihat cewek seksi melotot mau keluar tu mata." Ucap Emily yang kedua jarinya mengarah ke mata Aksa.


" Astaghfirullah, nggak boleh suudzon gitu sayang. Lagi pula kalau seperti itu wajar aja, itu namanya masih normal sebagai laki-laki. Kan kalau lihat pertama kali itu namanya rejeki, asal jangan sampai berkedip, kalo berkedip dilihat lagi baru dosa. makanya matanya dibuka lebar supaya nggak berkedip." Aksa tergelak mengucapkan semua itu, kata-kata nya berhasil membuat sang kekasih manyun, dan ekspresi wajah itu membuat dirinya tambah menggemaskan bagi Aksa.

__ADS_1


" Awas ya kalau ketahuan sama aku, tak colok tu mata biar sekalian nggak bisa lihat." nada Emily mengancam namun ancamannya dibalas dengan senyuman oleh Aksa.


" Duh, kekasihnya siapa sih ini bikin gemes kalau lagi ngambek kayak gini, untung belum halal kalau udah halal tak gigit kamu, Ay." Aksa terus menggoda sang kekasih sampai Emily benar-benar malu dibuatnya.


"Is kakak, udah ah bercandanya ayo buruan kita pulang sudah malam ini. Vina dan Bella pasti udah nungguin."


" Nggak bakalan, mereka tau kamu perginya sama kakak, pastinya mereka nggak akan merasa khawatir. malahan akan tersenyum gembira kalau pulangnya kita bawa oleh-oleh seperti kemarin." Ucap Aksa sambil mencolek hidung mancung milik kekasih yang kini jadi mainan candu baginya.


" Kamu tunggu disini dulu sebentar ya, Kakak mau ambil pesanan makanan untuk dibawa pulang." sambung Aksa kembali, dan Emily menatap punggung sang kekasih dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


Emily mengirim sebuah pesan kepada Vina dan Bella.


"Say, jangan tidur dulu ya tungguin gue pulang. Gue mau curhat, gue dapat kabar buruk dari Alvin barusan dan sekarang gue bener-bener lagi bingung."


Pesan berhasil terkirim dan langsung centangnya berwarna biru. Tanda kalau pesan itu langsung dibaca oleh keduanya.


Pesan balasan pun langsung diterima Emily dengan cepat dengan kata-kata yang sama namun dengan Akhir yang berbeda.


"Vina : Iya siap gue tunggu, tapi nggak hanya nunggu kabar buruk aja, gue juga mau nunggu kabar gembira ya."


Sedangkan pesan Bella


"Bella : Iya siap gue tunggu, tapi inget jangan lupa oleh-oleh nya agar ngantuk gue hilang, jadi bisa fokus dengerin cerita Lo." Bunyi pesan Bella yang disertai emoticon tertawa.


Emily hanya tersenyum simpul membaca balasan pesan sahabatnya itu, benar-benar sahabat yang unik.


Aksa sudah selesai mengambil pesanannya dan menghampiri Emily.


" Ayo sayang, sudah siap semuanya Di cek dulu barang-barang nya takut ada yang ketinggalan."

__ADS_1


"Nggak ada hubby, Ayo kita pulang" Panggilan itu masih membuat Aksa terpaku karena terkesima mendengarnya, sampai ia tetap berdiri di tempatnya. Emily menarik lengannya untuk segera meninggalkan cafe itu.


"Ay, coba ulangi lagi panggilan untukku tadi." ucap Aksa menggoda


__ADS_2