Mawar Tak Bermahkota

Mawar Tak Bermahkota
Because, love you


__ADS_3

Emily dan Aksa tiba di Manglung cafe, tempat yang sudah Aksa persiapkan untuk wanita yang membuat jantung nya berdebar saat berada di dekatnya, Yang membuat Aksa jatuh cinta saat pandangan pertama.


" Silahkan turun tuan putri, kita sudah sampai." ucap Aksa dengan sikap ala-ala pangeran di negeri dongeng.


Emily yang diperlakukan seperti itu pun tersipu malu, pipinya merona menambah cantik wajahnya. Emily keluar dari mobil dengan pintu yang sudah dibuka, tentu saja Aksa yang membukanya.


Saat akan berjalan masuk, Aksa melarangnya." Stop, jangan masuk dulu dong. Di tutup dulu matanya pakai ini" ucap Aksa sembari menunjukkan kain untuk menutup mata Emily.


Emily dengan wajah yang heran pun, bertanya." Apa ini kak , kenapa harus tutup mata segala." ucap Emily dengan senyum manis khas miliknya.


"Kan aku mau kasih surprise ke kamu, jadi harus tutup mata dulu. Permisi ya boleh kan aku bantu ikat ?".


Emily mengangguk tanda memberikan izin untuk Aksa mengikatkan kain itu ke mata nya.


" Terus kalau di tutup gini aku gimana mau jalan kak ?" tanya Emily.


"Pegangan sama aku dong tuan putri, sini pegang lenganku, atau bisa juga kamu peluk lengan ku agar lebih mudah jalannya."Jawab Aksa dengan senyum yang membuat hati Emily semakin berdebar.


Rasanya Emily tengah berada di dunia Disney land, jujur hatinya bahagia sekali. Setelah merasakan ini semua entah kenapa pikirannya sedikit mengingat kenangan nya dulu bersama sang mantan. Dulu Dannis juga sering memperlakukan dirinya seperti layaknya seorang princess.


"is..dasar kami Emily, nggak boleh seperti itu. Lagi jalan sama Kak Aksa bisa-bisanya kamu mikirin mantan kamu."monolog Emily.


Mereka berdua berjalan memasuki area cafe menuju tempat yang sudah dipesan oleh Aksa. Tempat yang sudah di desain se romantis mungkin agar apa yang ia rencanakan malam ini berhasil. Aksa merubah tempat itu menjadi sebuah tempat yang penuh dengan cahaya gemerlap bernuansa bunga Lily, bunga yang paling disukai oleh Emily.


" sudah sampai belum kak ?kenapa lama banget sih!" ujar Emily sedikit manja.


" Belom, sedikit lagi." Aksa terus menuntun Emily berjalan ke tempat tujuan.


Sebelum membuka mata, Aksa meminta para pemain musik bersiap-siap untuk mengalunkan musik ,agar suasana semakin terasa romantis.


" Alhamdulillah kita sudah sampai, sekarang boleh dibuka matanya." ucap Aksa, kini jantungnya terasa berdetak lebih kencang karena merasa khawatir jika apa yang sudah ia persiapkan tidak disukai Emily.


"satu, dua, tiga ." Kain penutup mata Emily telah dibuka. Emily membuka matanya perlahan, saat matanya terbuka sempurna Emily terperangah melihat keindahan tempat itu. Terlihat cantik dengan cahaya gemerlap serta penuh dengan bunga kesukaannya.


Aksa menggandeng tangan Emily, dan menuntutnya untuk duduk di meja. Ruangan itu kosong hanya mereka berdua, Karena tempat itu sudah Aksa booking semua secara khusus. Aksa menepuk kedua telapak tangannya mengisyaratkan sesuatu, lalu datang seorang pelayan membawa buket bunga Lily yang ia langsung persembahkan untuk sang pujaan hati.Setelah itu kembali Aksa menepuk kedua telapak tangan nya, yang kemudian datang seorang pelayan yang bertugas menuangkan minuman untuk mereka, tentunya minuman itu sangat manis tanpa alkohol sedikitpun. Aksa mengajak Emily untuk bersulang yang disambut langsung oleh Emily kemudian mereka saling meneguk minuman itu.


"Kamu sangat cantik malam ini, Ly." ucap Aksa kagum.


" Terima kasih, apa sebelum nya aku terlihat jelek kak ?tanya Emily dengan wajah lugunya yang membuat Aksa merasa semakin gemas dengannya.


"Ay, kamu itu bikin aku jadi tambah gemes aja. Lugu sekali dirimu, jika hari ini aku mendapatkan cintamu. Aku berjanji akan selalu menjagamu, mencintaimu dan menyayangi dirimu setulus hatiku."gumam Aksa dalam hati.


Aksa kembali menepuk telapak tangannya untuk mempersilahkan pemain musik mengalunkan sebuah lagu. Dan sang penyanyi itu mulai mendendangkan sebuah lagu yang mewakili perasaan Aksa terhadap Emily.


🌼Hatiku berkata,ingin katakan cinta

__ADS_1


Namun aku malu untuk mengawalinya🌼


🌼Jantungku berdebar saat kau menatapku


Jadi salah tingkah bicara sama kamu🌼


🌼Bibirku terbungkam melihat senyummu


Aku tak kuasa saat di depanmu🌼


🌼Sebenarnya aku ingin Mengungkapkan rasa


Tapi mengapa aku selalu tak bisa🌼


Bisa tahu kalau aku suka🌼


🌼Suka suka suka sama kamu


Jantungku berdebar saat kau menatapku🌼


🌼Jadi salah tingkah bicara sama kamu


Bibirku terbungkam melihat senyummu


Aku tak kuasa saat didepanmu🌼


🌼Sebenarnya aku ingin mengungkapkan rasa


Tapi mengapa aku selalu tak bisa🌼


Bisa tahu kalau aku suka


Suka suka suka sama kamu🌼


🌼Sebenarnya aku ingin mengungkapkan rasa


Tapi mengapa aku selalu tak bisa


Bagaimana caranya agar dirimu


Bisa tahu kalau aku suka🌼


🌼Suka suka suka sama kamu


Sebenarnya aku ingin mengungkapkan rasa🌼

__ADS_1


🌼Tapi mengapa aku selalu tak bisa


Bagaimana caranya agar dirimu


Bisa tahu kalau aku suka🌼


🌼Suka suka suka sama kamu


Suka sama kamu🌼


Sepanjang lagu itu didendangkan, Aksa tiba-tiba menjadi salah tingkah, karena Emily terus menerus memberikan tatapan yang tajam sambil senyum-senyum ke arahnya.


" Kamu kenapa salting seperti itu kak ? lagunya bagus ya." tanya Emily dengan tatapan yang seakan mengintrogasi.


" Nggak kenapa-kenapa, kurang nyaman aja ni sama tempat duduknya." jawab Aksa gugup.


" Ya udah kalau begitu ,kakak pindah di tempat aku aja sini."Ucap Emily sambil berdiri. Saat akan berdiri kaki Emily agak terpeleset hingga hampir jatuh, dengan sigap Aksa berdiri dan menangkap tubuh Emily. Sehingga terjadi adegan saling tatap menatap dalam sesaat.


Emily yang lebih dulu sadar dengan posisi mereka sedikit berdehem ,dan deheman itu menyadarkan Aksa untuk membantu Emily berdiri dan melepaskan pelukannya.


"Emmmm.... Ly, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu." kata Aksa seraya memegang kedua tangan sang pujaan hatinya.


"Mau bicara mengenai apa kak ?" Emily mulai merasakan hatinya benar-benar berdebar kencang kali ini.


"Kamu tau kenapa aku memberikan surprise untukmu malam ini, dan menyulap semua ini dengan sangat indahnya ?".Emily hanya menggelengkan kepalanya mengisyaratkan dirinya tidak tahu sama sekali, karena memang benar ia tidak mengerti. Yang ia tau hanya akan di ajak makan bareng dengan Aksa serta kedua sahabatnya. Tapi ternyata semua ini dibuat oleh Aksa hanya untuknya.


"Hanya untukku kak ?bukannya tadi kita akan makan bersama Bella dan Vina juga." tanya Emily heran.


" Bukan Emily, ini aku buat hanya untukmu."


"Mengapa kak, kakak seperti ini seakan-akan aku ini orang spesial saja untuk kakak. Kalau kakak seperti ini aku bisa ke ge-er-an nantinya."


Ceplos Emily dengan nada bercanda.


Aksa merasa berat ingin mengatakan rasa yang sudah memenuhi ruang di hatinya yang harus segera dikeluarkan, Bukan berat tapi sulit lebih tepatnya. Entah itu perasaan terlalu gugup atau seperti apa, Aksa sendiri sulit untuk mengutarakan nya.


" Be...cause.....- Be...cause...-"


"Because, because apa kak ?"


Aksa menatap tajam mata Emily, menangkup wajah Emily dengan tangannya. Matanya terpejam untuk mengatakannya.


"Because, Love you Emily Putri Zahrana." Ucap Aksa dengan lantang dan keras.


Emily yang mendengarnya langsung mematung, ia terkejut dengan ucapan Aksa. Dia bingung harus senang atau sedih dengan ungkapan hati Aksa itu. Di sisi lain hatinya merasa sangat bahagia bisa mendapatkan hati Aksa, Namun di sisi lain ia sedih karena takut Aksa tidak bisa menerima keadaan nya.

__ADS_1


"Kamu mau jadi pendamping hidupku, bersedia menjadi ibu dari anak-anakku kelak, Emily Putri Zahrana ?" tanya Aksa kembali.


Mata Emily berkaca-kaca mendengar hal itu, ia melepaskan tangan Aksa dari wajahnya. Dan,...


__ADS_2