
"Loh, Pak Bryan!" sapa driver itu kepada Bryan.
"Pak Danang!" sahut Bryan, melihat siapa yang menjadi driver ojek itu.
Pak Danang adalah salah satu karyawan yang juga sama-sama di rumahkan seperti Bryan. Lelaki paruh baya itu masih semangat mencari nafkah untuk keluarganya di usianya yang semakin senja, tapi sayangnya karena kondisi perusahaan yang merosot, mereka terpaksa di rumahkan. Dan sekarang Pak Danang beralih profesi menjadi driver ojek.
"Iya Pak, Bryan! Ini saya! Semenjak dipecat dari perusahaan, saya beralih profesi menjadi driver ojek di pangkalan. Karena saya juga butuh uang untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga dan juga anak-anak saya yang masih sekolah dan kuliah. Saya tidak bisa berdiam diri saja di rumah setelah rumahkan oleh perusahaan, itu sebabnya saya memutuskan untuk mencoba menjadi tukang chojek pangkalan, Pak Bryan!" jelas Pak Danang.
"Alhamdulillah, Pak Danang! Pak Danang masih bisa mendapatkan pekerjaan seperti ini, sementara saya sudah 2 minggu lebih tidak bisa kemana-mana dan juga tidak bisa melakukan apapun, karena dua minggu yang lalu saya kecelakaan," sahut Bryan.
"Innalillahi, Pak Bryan! Pantas saja kelihatannya kondisi Pak Bryan sedang tidak baik-baik saja. Lalu sekarang Pak Bryan mau ke mana? Biar saya antar!" tawar Pak Danang ingin memberikan bantuan kepada Bryan.
__ADS_1
"Apakah Pak Danang tidak mendapat informasi dari kantor, bahwa uang pesangon untuk karyawan yang di rumahkan sudah bisa diambil. Saya pikir Pak Danang sudah tahu dengan informasi itu, tadi pihak perusahaan menelpon saya untuk memberikan kabar itu, Pak!" ucap Bryan.
"Oalaah, Saya belum tahu itu, Pak Bryan. Saya juga sekarang jarang memeriksa ponsel, karena keseharian saya sudah habis untuk mencari penumpang. Tapi jika perusahaan sudah bisa mengeluarkan uang pesangon, maka itu berarti bahwa kondisi perusahaan sudah mulai membaik, Pak Bryan!" sahut Pak Danang.
"Benar, Pak Danang! saat ini kondisi perusahaan mulai kembali membaik. Akan tetapi menurut informasi yang saya dapatkan, perusahaan belum bisa merekrut karyawan baru lagi karena perusahaan masih butuh penstabilan yang lumayan cukup lama dan juga membutuhkan banyak modal yang didapatkan dari para investor yang menanamkan modalnya di perusahaan. Itu sebabnya perusahaan belum bisa merekrut karyawan baru, Pak!" terang Bryan.
"Sayang sekali ya, Pak Bryan! jika tidak mungkin pak Bryan sudah bisa kembali melamar pekerjaan di sana. Kalau saya sudah terlanjur denga nyaman dengan pekerjaan sebagai driver ojek, lagi pula usia saya sudah semakin tua. Tapi Pak Bryan masih muda dan mempunyai keahlian yang patut dibanggakan dan juga dipertahankan di perusahaan, karena Pak Bryan tahu segala sesuatu tentang teknik dan juga bagian teknologi," ucap Pak Danang.
"Itu benar sekali, Pak Bryan. Saya juga merasa senang mendengar bahwa perusahaan sudah kembali membalik dan sekarang juga perusahaan sudah bisa memberikan hak dari para karyawan yang di rumahkan, karena masih banyak diantara kita yang di rumahkan sangat membutuhkan biaya untuk kehidupan sehari-hari," balas Pak Danang.
"Benar sekali, Pak Danang! Kalau begitu ayo kita pergi ke kantor bersama-sama agar Pak Danang juga bisa menanyakan apakah uang pesangon untuk Pak Danang juga sudah bisa diambil. Tapi ketika pihak perusahaan menghubungi saya, mereka bilang kalau uang pesangon untuk semua karyawan sudah bisa diambil melalui rekening atau diambil sendiri ke kantor. Mungkin karena Pak Danang yang tidak memeriksa panggilan dari kantor, maka Pak Danang tidak mengetahui tentang informasi ini," ucap Bryan.
__ADS_1
"Bisa jadi, Pak Bryan! Kalau begitu mari kita pergi bersama-sama, Pak Bryan!" ajak Pak Danang.
Bryan mengangguk, ia sangat bahagia karena hari ini berjumpa dengan rekan kerjanya dulu. Selain akhirnya Bryan bisa berjumpa dengan seseorang yang dikenalnya, Bryan juga mendapatkan bantuan dari Pak Danang untuk mengantarkan dirinya ke kantor.
Setelah itu Pak Danang dan Bryan berangkat menuju kantor. Bryan tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur, karena hari ini ia kembali mendapatkan anugerah dari Tuhan melalui bantuan Pak Danang. Jika tidak, maka Bryan pasti akan sangat pusing, karena ia tidak mempunyai uang sepeserpun untuk naik ojek atau naik angkot menuju kantor.
*****
Sepuluh menit kemudian, Pak Danang dan Bryan sudah sampai di perusahaan tempat mereka mengadu nasib dulu. Pak Danang segera memakirkan motornya, setelah itu mereka melanjutkan langkah ke dalam kantor.
"Silahkan langsung menuju ke staf keuangan, Pak Bryan! Pak Danang! Karena sebelum mencairkan uang pesangon itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Silakan bapak-bapak langsung menanyakan persyaratannya kepada staf keuangan!" ucap HRD kantor saat Bryan menanyakan di mana ia bisa mengambil uang pesangon.
__ADS_1
Namun hati Bryan kembali was-was mendengar ucapan karyawan itu. Persyaratan apa yang harus dipenuhi agar ia bisa mencairkan uang pesangon itu? Sementara istrinya saat ini sedang menunggu dirinya di rumah sakit. Bryan sangat membutuhkan uang itu untuk menebus biaya pengobatan Zakia.