Membungkam Kejulitan Mertua

Membungkam Kejulitan Mertua
Bab 7 Apa Ada Maksud Lain?


__ADS_3

FLASHBACK ON.


"Pokoknya kamu gak akan nyesel kalau kenalan dengan sepupu mbak, Bry! Dia sangat manis dan juga penurut, pasti nanti rumah tangga kalian akan bahagia!" bujuk Clara agar Bryan mau dikenalkan dengan sepupunya.


Tapi Bryan yang sudah mantap ingin menjalin hubungan dengan Zakia tidak menghiraukan permintaan kakak iparnya itu. Cintanya pada Zakia sudah tertanam kuat, tidak bisa diganggu gugat lagi.


"Maaf, Mbak! Tapi aku tidak tertarik untuk berkenalan dengan sepupu Mbak itu karena aku sudah mempunyai wanita pilihanku sendiri mungkin sepupu Mbak akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari aku. Bukannya aku menolak permintaanmu Mbak untuk dikenalkan dengan sepupu Mbak itu tapi perasaan tidak bisa dipaksakan Mbak Hatiku sudah terpaut dengan wanita lain. Sekali lagi maaf, Mbak!" tolak Bryan sambil meminta maaf.


"Sombong banget sih kamu, Bry! Padahal wanita yang kau katakan menjadi pilihanmu itu aku lihat bukan wanita yang keren tapi lebih bisa dikatakan dia itu cewek udik. Lebih baik kamu sama sepupu mbak aja, Bry! Vita sangat pintar dan juga pandai mengurus segala hal. Vita juga punya pergaulan yang luas," terang Clara memuji sepupunya itu.


Tapi Bryan tetap tidak mau mendengarkan ucapan Clara, baginya tidak perlu wanita yang luas pergaulan, asalkan ia bahagia dengan pilihannya, itu sudah cukup.


"Clara benar, Bry! Mama juga setuju kalau kau kenalan dengan sepupu Clara, pasti Vita itu juga sama cantiknya dengan kakak iparmu ini, Bry! Aduh mama jadi gak sabar punya dua mantu cakep, pasti nanti teman-teman arisan mama akan memuji mama karena pintar cari mantu," Bu Siska ikut membujuk Bryan demi popularitasnya terangkat. Ia tidak peduli apakah anaknya itu setuju atau tidak.

__ADS_1


"Maaf, Ma! Tapi aku sudah punya jodoh pilihanku sendiri. Aku sudah nyaman dan merasa Zakia adalah jodoh pilihan Tuhan untukku, Ma! Aku tidak mau wanita lain!" tegas Bryan membuat hayalan indah ibunya punya dua mantu cantik, lenyap seketika dengan penolakan Bryan.


Wajah Bu Siska berubah masam melihat ke arah Bryan.


"Maaf, Ma! Mbak! Kalau gak ada hal penting yang mau dibicarakan lagi, aku pamit ke kamar untuk istirahat," ucap Bryan.


Tubuhnya terasa masih sangat lelah karena ia baru saja pulang dari kantor. Belum sempat dia berganti pakaian apalagi untuk bersih-bersih, ibu dan kakak iparnya sudah mengatakan hal yang membuat ia pusing.


"Mbak harap kau memikirkan tawaran mbak lagi, Bry! Gak ada wanita yang lebih cocok selain Vita untuk jadi istrimu sekaligus menjadi menantu mama! Kami juga sangat akrab, jadi nanti kalau pergi arisan dengan mama, mama bisa dipuji teman-temannya. Ini juga demi kebahagiaan mama loh, Bry!" Clara sekarang malah membawa nama mertuanya untuk menekan Bryan.


Setelah itu Bryan pamit ke kamar karena menurutnya berdebat dengan kakak ipar serta ibunya itu adalah hal yang tidak ada solusinya, karena pasti mereka nanti akan membuat ia merasa terjebak dan juga tertekan. Hati Bryan sudah mantap ingin melanjutkan hubungan dengan Zakia. Hanya Zakia yang dia mau untuk menjadi pendamping hidupnya selamanya.


Dua minggu setelah pembicaraan antara Clara dan Bryan terjadi, Bryan mendengar satu kabar yang menggemparkan dari teman-temannya dan kabar itu juga tersebar di media sosial. Bryan sangat terkejut melihat sosok yang ada di kabar yang viral itu, di sana memberitakan bahwa seorang wanita terciduk bersama beberapa orang pria di sebuah hotel dan wanita itu juga tengah dilabrak oleh wanita lain yang dikabarkan adalah istri dari salah satu pria yang bersama wanita itu. 

__ADS_1


Yang lebih mengejutkan lagi adalah wanita yang viral itu adalah Vita, sepupu yang dibanggakan Clara dua minggu lalu dan membujuk Bryan untuk berkenalan dengannya. Bryan mengetahui wajah Vita karena Clara selalu mengirimkan foto Vita ke ponselnya dan mengatakan bahwa Vita adalah wanita yang sangat seksi dan tidak ada yang bisa menandingi kecantikan Vita apalagi Zakia. Vita jauh lebih berkelas dibandingkan wanita kampungan itu, itu yang selalu dikatakan oleh Clara kepada Bryan.


Belum sampai disitu saja keterkejutan Bryan tentang kabar mengenai Vita, tapi ternyata Vita juga sudah hamil entah anak siapa dari beberapa pria yang bersamanya di hotel. Yang pasti Vita sudah mengandung bibit dari salah satu pria itu. Bryan sangat bersyukur karena ia tidak menerima tawaran Clara untuk berkenalan dengan Vita, jika tidak maka pasti sekarang ia akan menanggung malu karena perbuatan Vita yang membawa aib itu.


"Mbak sudah lihat berita viral hari ini?" tanya Bryan pada Clara yang tengah sibuk bermain ponsel.


Bryan sengaja pulang lebih awal hari ini dari kantor, karena ia tidak sabar ingin memberitahukan kabar itu kepada ibu dan juga kakak iparnya karena dua minggu yang lalu mereka sangat bersikeras untuk memperkenalkannya dengan wanita yang bernama Vita itu. Bryan juga ingin menanyakan kejelasan kepada kakak iparnya itu, karena Clara waktu itu sangat memuji-muji perilaku Vita.


"Ya ampun, Bry! Kau ini orang yang cerdas dan juga pintar, seharusnya kau tidak akan termakan oleh gosip murahan seperti itu. Jelas itu adalah perbuatan orang yang ingin menghancurkan nama baik Vita, karena Vita cukup terkenal di kalangan teman-temannya," elak Clara, ia masih membela Vita yang sudah jelas terciduk bersama beberapa orang pria sekaligus.


"Oh, ya? Benarkah itu, Mbak? Lalu kenapa Vita bisa sampai terciduk di hotel bersama beberapa orang pria dan Vita, sepupu mbak itu juga dikabarkan hamil dan belum tahu siapa ayah dari anak yang dikandung oleh Vita," sahut Bryan.


"Itu karena Vita dijebak. Vita bahkan tidak tahu kalau dirinya sudah dijebak oleh teman-temannya, karena mereka banyak yang iri kepada kecantikan Vita. Pada saat berkumpul dengan teman-temannya, Vita tidak tahu siapa yang memasukkan obat tidur ke dalam minumannya sehingga ia tidak sadarkan diri. Dan ketika ia sadar, ia sudah menemukan dirinya di hotel bersama banyak pria dan manajer hotel itu pun menganggap bahwa itu adalah kesalahan Vita. Itu karena hasutan dari orang yang tidak suka padanya, Bry!" Clara masih mencari alasan panjang lebar untuk membela sepupunya itu.

__ADS_1


"Baiklah, Mbak! Anggap saja Vita dijebak waktu itu. Lalu jika Vita memang wanita baik-baik seperti yang mbak Clara katakan, lalu kenapa dia bisa hamil duluan? Sudah tiga bulan lagi. Siapa ayah dari janin yang ia kandung, Mbak? Bukannya Vita terciduknya baru tadi malam? Atau jangan-jangan mbak punya maksud lain waktu mbak ngotot ingin menjodohkan aku dengan Vita?"


Bersambung.


__ADS_2