
Setelah selesai makan malam, Bryan dan Zakia serta keluarga baik hati itu mengobrol di ruangan tamu. Bryan memutuskan untuk menceritakan semua masalah yang mereka hadapi hari ini kepada keluarga sahabat lamanya itu.
Keluarga itu mendengarkan cerita dari Bryan dengan seksama, mereka juga sangat prihatin dengan nasib pasangan suami istri yang baru saja mereka tolong, apalagi mendengar bahwa Zakia baru saja pulang dari rumah sakit dan kondisinya juga sedang lemah karena sedang hamil muda.
"Ya Allah, Nak! Ibu tidak menyangka kalau kejadiannya ternyata seburuk itu. Untung saja tadi Bapak melihat kalian ada di teras, jika tidak ke mana kalian akan pergi malam ini, di tengah hujan yang deras seperti ini," sahut Bu Salima, istri Pak Ibrahim.
"Benar, Buk! Semoga saja orang tua Nak Bryan segera menyadari bahwa yang dilakukannya selama ini adalah keliru. Kita hanya bisa mendoakan agar ibunya Nak Bryan segera menyadari itu," ucap Pak Ibrahim.
__ADS_1
"Terima kasih, Pak! Buk! Terima kasih juga untuk Bobi dan Mbak yang sudah bersedia membantu kami malam ini. Yang dikatakan Ibuk itu memang benar, jika malam ini kalian tidak membantu kami, mungkin kami tidak tahu harus pergi kemana lagi melangkahkan kaki untuk mencari tempat persinggahan. Semoga kebaikan keluarga ini dibalas oleh Yang Maha Kuasa," ucap Bryan.
"Aamiin Ya Rabbal 'Alamin...!! Pokoknya Kalian tidak usah khawatir, sebisa mungkin kami akan membantu untuk menyelesaikan masalah yang kalian hadapi," sahut Bobi lagi.
"Terima kasih, Bob! Tapi besok kami akan secepatnya untuk mencari tempat tinggal yang baru agar tidak terlalu merepotkan, Bob! Aku juga harus secepatnya mencari pekerjaan lagi, karena uang tabungan kami juga semakin menipis," ucap Bryan dengan jujur.
"Oh ya, Nak Bobi! Bukankah di kontrakan kalian ada kamar kosong? Berhubung Nak Bryan dan Nak Zakia sedang mencari tempat tinggal, kenapa mereka tidak tinggal di kontrakan itu saja," usul Bu Salima.
__ADS_1
"Wah, Benar ya, Ma! Kenapa aku tadi tidak kepikiran sampai di sana? Yang dikatakan oleh Mama itu benar, Bru! Kebetulan kami mempunyai kontrakan sederhana yang jaraknya juga tidak jauh dari rumah. Kalau kalian ingin melihat kontrakan itu dulu, boleh! Siapa tahu kalian berkenan untuk tinggal disana, berhubung belum ada yang menanyakan tentang kontrakan dan penghuninya juga baru pindah tadi pagi. Nanti kalau ada perlengkapan yang kurang disana,bisa kita lengkapi. Daripada kalian mencari tempat tinggal lain, lebih baik kita tinggal berdekatan saja," ucap Bobi membenarkan perkataan dari ibu mertuanya.
Akhirnya Bobi menemukan cara untuk membalas kebaikan Bryan waktu masa SMA dulu kepada dirinya.
"Alhamdulillah, Bob! Tentu saja kami mau, karena kami memang membutuhkan tempat tinggal saat ini untuk memulai kembali kehidupan baru. Tidak perlu repot-repot untuk melengkapi perabotan ataupun yang lainnya, mendapat bantuan seperti ini saya sudah lebih dari cukup bagi kami. Keluarga ini bagaikan kehadiran setitik air di gersangnya tanah tandus. sama kebaikan keluarga ini tidak bisa kami balas, hanya doa dan ucapan terima kasih yang bisa kami katakan," ucap Bryan terharu, karena lagi-lagi Bobi dan juga keluarga yang membantu mereka dengan tulus.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita lihat kontrakannya sekarang! Mumpung hujan juga sudah reda," ajak Bobi kepada sahabatnya itu.
__ADS_1