Membungkam Kejulitan Mertua

Membungkam Kejulitan Mertua
Bab 37 Orang Baik Selalu Ada


__ADS_3

Bryan, Zakia dan Bapak berpakaian putih itu menoleh ke arah suara dan melihat seorang wanita paruh baya sudah berdiri di sana menatap ke arah mereka.


"Ini, Buk! Ada tamu, mereka sepertinya sedang dalam perjalanan jauh dan di tengah jalan malah kehujanan, sampai mereka ketiduran di teras rumah kita, Buk!" jawab Bapak itu.


"Ya Allah! Kalau begitu ayo kita masuk dulu ke dalam, Nak! Kasihan kalian sudah basah kuyup seperti ini. Ibu juga dari tadi mencemaskan Bapak yang belum pulang dari masjid, dan barusan Ibu mendengar ada suara di luar makanya Ibu langsung ke sini," sahut ibu yang ternyata adalah istri dari Bapak berpakaian putih itu.


Bryan dan Zakia merasa sangat bahagia karena mereka bertemu dengan orang baik seperti pasangan suami istri itu. Mereka sebenarnya tidak mau merepotkan, akan tetapi jika mereka menolak ajakan dari pasangan suami istri itu, maka mereka juga tidak akan enak hati.


"Ayo, Nak! Bawa istrimu ke dalam! Ibu juga sudah menyiapkan makan malam, kita makan malam bersama dulu setelah kalian ganti pakaian," ajak Ibu itu lagi.

__ADS_1


"Terima kasih, Buk! Pak! Kami tidak menyangka kalau kami akan menemukan orang sebaik Bapak dan Ibu," sahut Bryan mengucapkan rasa terima kasihnya.


Bryan sedikit lega, karena akhirnya mereka mendapatkan pertolongan yang tidak terduga seperti ini. Bryan juga merasa sangat bersyukur karena akhirnya istrinya bisa mendapatkan makanan dan juga bisa beristirahat sebentar.


"Tidak perlu berterima kasih seperti itu, Nak! Sebagai sesama manusia, kita harus saling tolong-menolong kepada orang yang membutuhkan, karena semua rezeki yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada kita, sebagian diantaranya ada hak orang lain. Sekarang ayo kita ke dalam, Nak!" ulang Ibu itu lagi.


Tidak menunggu ajakan berikutnya lagi, Bryan dan Zakia segera berdiri untuk ikut masuk ke dalam rumah pasangan paruh baya itu. Meski mereka merasa sedikit segan, karena pakaian mereka saat ini basah kuyup dan rumah yang akan mereka masuki itu cukup besar dan juga mewah.


Namun Bryan dan Zakia masih tidak bergeming, bukan karena mereka tidak mau menuruti ucapan dari ibu itu, akan tetapi mereka bahkan tidak punya pakaian yang kering sekarang. Zakia Masih sempat membawa barang-barangnya karena semua barang-barangnya sudah dikeluarkan oleh ibu mertua dan juga kakak iparnya, akan tetapi Bryan tidak sempat membawa pakaian sehelai benang pun, karena ibunya tidak memberikan kesempatan sama sekali kepada dirinya untuk menjelaskan semua yang ingin ia katakan.

__ADS_1


"Maaf, Buk! Pak! Tapi kami tidak mempunyai pakaian ganti, karena semua barang-barang kami sudah basah kuyup saat terkena hujan tadi," sahut Bryan akhirnya.


"Oalah, Ya Allah! Ibu sampai tidak melihat kalau semua barang-barang kalian itu basah kuyup. Kalau begitu Ibu akan pergi ke rumah putri Ibu dulu, untuk meminjamkan beberapa helai pakaian untuk kalian," ucap Ibu baik hati itu.


"Apakah kami tidak merepotkan, Buk? Ibu dan Bapak sudah berbaik hati memberikan tempat berteduh kepada kami dan sekarang Ibu juga ingin meminjamkan pakaian kepada kami. Apakah rumah putri Ibu jauh dari sini? Kalau begitu saya akan menemani Ibu ke sana, hari juga sudah malam, Buk!" kali ini Zakia yang bersuara.


namun Ibu itu menggeleng sambil tersenyum.


"Tidak, Nak! Rumah putri Ibu hanya berjarak 3 rumah saja dari rumah ini, tidak sampai 5 menit Jika Ibu sudah sampai di sana. inKebetulan hari ini juga ibu masak banyak, sekalian ibu mengajak putri dan menantu Ibu makan bersama dengan kita malam ini," jawab Ibu itu.

__ADS_1


"Ibu benar, Nak! Sekarang lebih baik kalian membersihkan diri terlebih dahulu,selagi ibu pergi ke rumah Kinara!" Bapak baik hati itu memberi pendapat.


Bryan dan Zakia lagi-lagi mengangguk, kemudian mereka segera bergegas menuju ke kamar tamu yang dikatakan oleh pasangan suami istri itu. hati keduanya merasa sangat bahagia karena mendapatkan pertolongan seperti ini disaat mereka sedang benar-benar membutuhkan bantuan. Benar kata orang, orang baik itu selalu ada dan kita pasti akan menemukannya di dalam kehidupan sehari-hari kita. Jika kita belum menemukan orang baik itu, maka berusahalah untuk menjadi salah satu diantaranya.


__ADS_2