Membungkam Kejulitan Mertua

Membungkam Kejulitan Mertua
Bab 40 Orang Baik Akan Bertemu Orang Baik


__ADS_3

"Bukan begitu, Bry! Tapi aku..." ucapan Bobi terhenti, dia masih terlihat ragu untuk menceritakan masalahnya kepada Bryan.


Bobi tahu kalau Bryan adalah orang yang sangat baik dan suka menolong orang lain, akan tetapi ia tidak mau merepotkan Bryan yang nantinya pasti akan jelas-jelas menawarkan bantuan kepada dirinya.


"Ceritakan saja, Bob! Mana tahu gue bisa membantu," ucap Bryan lagi.


Bobi jadi tidak enak hati, akhirnya ia memutuskan untuk bercerita saja kepada Bryan.


"Ya ampun, Bob! Masalah sebesar itu bisa-bisanya lo sembunyikan dari gue, padahal kita ini sudah lama berteman dan lo masih saja merasa sungkan meminta bantuan pada gue. Gue ini adalah sahabat lo, Bob! Kalau lo sedang merasa kesulitan, gue pasti akan membantu jika gue bisa," terang Bryan.


"Gue cuma gak mau merepotkan lo terus, Bry! Selama ini lo udah banyak membantu gue, apalagi di saat perekonomian orang tua gue sedang terpuruk. Lo selalu membantu dengan ikhlas dan tidak mengharapkan balasan, gue hanya merasa tidak enak karena sudah terlalu banyak merepotkan," terang Bobi.


"Gue gak merasa direpotkan sedikitpun, Bob! Karena gue membantu sahabat gue yang sedang membutuhkan. Kalau begitu tunggu di sini sebentar, gue ke ruangan guru dulu," ucap Bryan.


Bobi tidak bisa lagi mencegah, Bryan memang seperti itu jika ada orang yang membutuhkan bantuan.


Bryan sudah sampai di depan ruangan para guru, Bryan mengetuk pintu dengan sopan. Setelah dipersilahkan masuk, Bryan masuk dan langsung menuju ke ruangan guru yang bertugas mengurus keuangan sekolah.

__ADS_1


"Selamat pagi, Bu Sahida!" sapa Bryan.


"Selamat pagi, Bryan! Ada yang bisa dibantu?" tanya Bu Sahida.


kemudian Bryan menceritakan tujuannya masuk ke ruang guru tersebut dan menyerahkan beberapa lembar uang kepada Bu Sahida untuk melunasi pembayaran SPP Bobi yang sudah menunggak selama 4 bulan.


Bryan selalu mempunyai uang simpanan di dalam dompet yang diberikan oleh ayahnya dan itu tidak hambur-hamburkan oleh Bryan kepada sesuatu yang tidak penting, seperti teman-temannya yang lain. Akan tetapi Bryan lebih suka menabung uang itu dan membantu orang yang lebih membutuhkan karena itu lebih bermanfaat menurutnya.


Setelah menyelesaikan pembayaran dan mendapatkan kartu ujian untuk Bobi, Bryan segera kembali ke tempat Bobi untuk menunjukkan kartu itu kepada sahabatnya itu, agar mereka bisa sama-sama mengikuti ujian pertama hari ini.


Bobi sangat berterima kasih kepada Bryan karena Bryan sudah membantu dirinya saat dia sedang membutuhkan bantuan, jika tidak Bobi tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa lagi karena dia juga tidak terlalu banyak bergaul dengan teman-teman merekadi sekolah. Bobi lebih suka menghabiskan waktu untuk belajar dan mengulang pelajaran ketika istirahat, atau dia menghabiskan waktu di perpustakaan.


"Tapi, Bry..."


"Tapi apa lagi, Bob?" tanya Bryan.


"Jangan bercanda, Bry! Lo udah tahu kan gue gak bisa masuk tanpa kartu ujian," jawab Bobi dengan muka yang sedih.

__ADS_1


"Kata siapa lo gak punya kartu ujian? Ini..!" sahut Bryan sambil memperlihatkan kartu yang ia dapat tadi.


Wajah Bobi berbinar, ia sangat bahagia melihat itu. Akhirnya sekarang ia akan bisa mengikuti ujian, dan itu berkat bantuan sahabatnya, Bryan.


"Terima kasih banyak, Bry! Lo adalah sahabat terbaik, lo selalu ada disaat gue butuh. Gue janji, setelah keuangan keluarga gue membaik, gue akan mengganti uang lo yang sudah banyak terpakai," ucap Bobi.


"Itu tidak perlu, Bob! Gue ikhlas membantu, Kalau lo ada uang, mending ditabung saja, pasti nanti akan butuh saat kita sedang mengalami masalah. Atau suatu saat mungkin gue akan butuh bantuan lo, Bob!" sahut Bryan.


"Gue do'akan lo gak akan pernah mengalami hidup seperti gue, Bry! Cukup gue yang pernah merasakan hidup susah!" ucap Bobi lagi.


"Takdir tidak bisa kita tebak dan kita tentukan, Bob! Kita hanya bisa berusaha, namun semua keputusan tetaplah Hak Sang Pencipta," sahut Bryan.


Setelah berbincang, mereka kemudian memutuskan untuk masuk ke kelas, karena ujian akan segera di mulai.


FLASHBACK OFF.


"Wah, Jadi nah Brian ini adalah sahabat lama dari Bobby. Kebetulan sekali kita bertemu hari ini dan akhirnya kalian bisa bertemu lagi setelah sekian lama," ucap Bapak itu lagi.

__ADS_1


"Iya, Pa! aku juga sangat bersyukur karena hari ini bisa bertemu dengan Bryan lagi karena semenjak pindah dari sekolah itu aku sudah sangat Jarang bertemu dengan teman-teman di sana bahkan dengan Brian saja baru ini bertemu lagi karena orang tuaku dipindah tugaskan ke kota lain," ucap bodynya rasa sangat senang karena ia kembali bertemu dengan sahabat lama yang sudah banyak membantu dirinya itu


__ADS_2