
"Kamu Bryan, Kan?" tanya menantu bapak itu lagi.
"Bobi!" ucap Bryan tidak kalah terkejut.
Bryan juga sama terkejutnya dengan Bobby karena sudah lama ia tidak melihat sahabat lamanya itu.
"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Bapak itu heran melihat menantunya dan juga pria yang baru saja ditolongnya itu saling mengenal satu sama lain.
"Tentu saja aku sangat mengenal Brian Pa Karena Brian juga adalah orang yang berpengaruh besar dalam membuatku bisa melanjutkan pendidikanku sehingga aku bisa seperti sekarang ini," jawab Bobi.
Bapak itu mengangguk, akan tetapi ia masih kurang puas dengan jawaban menantunya itu. Apa itu masih ingin mendengar penjelasan lebih dari kedua sahabat lama yang sudah sekian lama tidak bertemu itu.
__ADS_1
"Maksudnya bagaimana, Nak?" tanya Bapak itu, yang lain juga ikut penasaran dengan penjelasan dari Bobi dan Bryan.
Flashback on.
Sekitar 9 tahun yang lalu, di sudut kelas duduklah seorang siswa yang sedang melamun dengan wajah yang begitu murung. Ia sedang memikirkan tentang biaya sekolahnya yang belum dibayar selama 4 bulan. Anak itu adalah Bobi, siswa kelas 2 SMA yang berasal dari keluarga kelas menengah.
Bobi duduk termenang di sana, anak itu sangat murung karena hari ini adalah hari pertama ujian. Sementara dirinya belum juga membayar uang SPP yang menunggak selama 4 bulan, sekaligus uang ujiannya kala itu dibayar senilai Rp200.000.
Tapi langkah Bryan terhenti saat ia melihat Bobi duduk di sudut kelas dengan wajah yang sangat murung. Bryan lalu mendekati Bobi untuk menanyakan apa yang terjadi dengan temannya itu. Bobi dikenal dengan orang yang pendiam dan juga tidak banyak bicara dengan siapapun, kecuali itu hal yang sangat penting. Saat jam istirahat juga Bobi lebih memilih untuk berdiam diri di kelas atau menghabiskan waktu di perpustakaan, daripada berbaur dengan teman-temannya ataupun menghabiskan waktu di kantin.
Bobi Bukannya tidak mau bergaul dengan mereka ataupun menghabiskan waktu bersama teman-temannya, akan tetapi kondisi keuangan keluarganya yang saat ini sedang buruk, membuat Bobi merasa kalau dia tidak pantas bergaul dengan teman-temannya yang berasal dari kalangan atas
__ADS_1
"Kenapa lo duduk di sini, Bob?" tanya Bryan membuat Bobi terkejut seketika karena melihat Bryan sudah berdiri di depannya.
"Gak apa-apa, Bry!" jawab Bobi berusaha menyembunyikan semua perasaan sedihnya.
Aan tetapi sebagai seorang teman, Bryan sangat mengenal Bobi dengan baik dan Bryna juga tahu bahwa sahabatnya itu saat ini sedang mengalami masalah besar.
"Kita teman, Bob!" Kalau ada masalah, lo bisa cerita sama gue, mana tahu aku bisa membantu," ucap Bryan.
Bobi masih saja diam, dia ingin sekali memberitahu kepada Bryan bahwa saat ini ia sedang membutuhkan pertolonga. Akan tetapi Bobi terlalu takut untuk menceritakan kepada orang lain dengan masalah yang sedang ia hadapi. Apalagi itu adalah masalah keuangan, tentu saja itu sangat sensitif.
"Santai aja, Bob! Gue cuma ingin membantu kalau lo sedang mengalami masalah, bukan karena ingin ikut campur urusan lo," ucap Bryan lagi.
__ADS_1
"Bukan begitu, Bry! Tapi..."