Membungkam Kejulitan Mertua

Membungkam Kejulitan Mertua
Bab 44 Rezeki Tidak Akan Kemana


__ADS_3

Yang lainnya juga tampak sangat penasaran dengan kabar baik yang dikatakan oleh Bobi.


"Ini kabar baik untuk kita semua dan juga untuk tamu istimewa kita malam ini," jawab Bobi.


"Tamu kita, Mas? Artinya Mbak Zakia dan juga Mas Bryan?" tanya Kinara lagi.


"Benar sekali, Dek! Ini kabar baik untuk mereka juga," jawab Bobi semakin membuat semua yang ada di ruangan itu tampak semakin penasaran.

__ADS_1


"Kabar baik apa itu, Mas? Ayo ceritakan, Mas!" ucap Kinara.


"Begini, Dek! Tadi Mas menelpon ke kantor untuk menanyakan apakah di kantor saat ini sedang membutuhkan karyawan baru atau tidak? Dan kabar baiknya adalah saat ini bagian HRD sedang membutuhkan karyawan tambahan. Jadi Mas berfikir kalau Bryan bisa menempati posisi itu, karena saat ini Bryan juga sedang mencari pekerjaan. Daripada Bryan mencari pekerjaan ke sana kemari, lebih baik Bryan bergabung di perusahaan kita saja," terang Bobi membuat wajah semua orang yang ada di ruangan itu tampak sumringah.


"Be-benarkah itu, Bob? Apakah aku benar-benar diterima bekerja di perusahaanmu?" ulang Bryan bertanya, ia masih merasa bahwa semua pertolongan yang mereka dapatkan malam ini adalah sebuah mimpi.


"Benar, Bryan! Tadi saat kita sedang memeriksa keadaan rumah kontrakan, aku menelpon ke kantor untuk menanyakan hal itu kepada staf HRD, apakah masih bisa menambah karyawan baru. Kebetulan staf HRD yang sekarang itu adalah wanita dan sedang mengandung 7 bulan jadi dia juga meminta kiringan kepada perusahaan dan sebentar lagi akan mengambil cutinya, Jadi kau bisa menggantikan Mbak Kaila dan menempati posisi sebelum kepala HRD. Apakah kau bersedia, Bry?" tanya Bobi setelah menjelaskan semuanya kepada Bryan.

__ADS_1


"Itu sama sekali tidak masalah, Bry! karena staf HRD itu kebanyakan pekerjaannya hanya mengurus bagian karyawan saja, sangat jarang untuk dikerahkan ke bagian lapangan. Jadi kau bisa bekerja di kantor melalui komputer saja," terang Bobi membuat Bryan semakin merasa bahagia.


"Alhamdulillah, Ya Allah! sekali lagi terima kasih untuk semua kebaikan yang sudah kalian berikan kepada kami malam ini. Aku tidak bisa membayangkan jika tidak bertemu dengan kalian, mungkin saat ini kami masih berjalan tidak tentu arah di jalanan," ucap Bryan.


"Sama-sama, Bro! Itu sudah rezeki kalian untuk bertemu kami dan aku juga bisa membantu sahabat lamaku yang berperan besar membuat aku hingga seperti sekarang ini. jika dulu kau tidak membantu membayar uang Ujianku maka mungkin saat ini aku tidak akan bisa Mendirikan perusahaan karena aku putus sekolah tapi karena kebaikanmu dulu membuatku semakin yakin bahwa jika kita ada keinginan maka kita akan mendapatkan Jalan Terbaik begitu juga yang kalian alami saat ini masalah yang datang kepada kalian itu adalah sebagai bentuk ujian dan juga untuk memperlihatkan kekuasaan sang pemberi rezeki kepada kita," terang Bobi.


"Nak Bobi benar sekali Nak Bryan! Sekarang sudah hampir larut malam, lebih baik kena Bryan dan juga Nak Zakia segala istirahat karena tadi sudah sempat kehujanan. Nak Zakia juga sedang hamil muda, kasihan kalau dia tidak mendapatkan istirahat yang cukup," ucap mertua Bobi memperingatkan.

__ADS_1


"Yang dikatakan Mama itu benar, Bry! sekarang kita semua istirahat dulu dan besok kita melanjutkan perbincangan lagi, sambil bercerita tentang masa sekolah dulu," ucap Bobi.


Bryan mengangguk, sebenarnya dari tadi ia juga sudah sangat lelah, Zakia juga sudah tampak sangat pucat. Setelah itu mereka semua memutuskan untuk istirahat. Zakia dan Bryan merasa hari ini adalah hari yang penuh keajaiban, karena mereka mendapatkan pertolongan bertubi-tubi dari keluarga baik hati itu. Kehidupan baru mereka sudah dimulai.


__ADS_2