Membungkam Kejulitan Mertua

Membungkam Kejulitan Mertua
Bab 8 Hasutan Clara


__ADS_3

Bryan kesal melihat kakak iparnya itu hanya diam saja ketika ia sedang butuh jawaban. Jika yang ada dalam pikirannya itu benar, maka Bryan tentu akan sangat kecewa pada kakak iparnya itu.


"Jawab, Mbak! Kenapa mbak diam saja?" ulang Bryan bertanya.


"Kan udah mbak bilang kalau Vita itu dijebak! Gak mungkin Vita akan berbuat seburuk itu, Bry! Vita adalah gadis yang sangat baik. Mbak sudah mengenalnya dari kecil dan kami adalah sepupu dekat." Clara masih membela sepupunya itu.


"Oh ya? Tapi aku tidak percaya, Mbak! Karena di berita itu jelas-jelas mengatakan kalau Vita itu sudah hamil 3 bulan dan belum diketahui siapa ayah biologis dari janin yang dikandungnya. Jangan-jangan Mbak mau menjodohkanku dengan Vita agar Vita mendapat pengakuan dariku tentang kehamilannya dan malah menuduhku yang menodainya? Apa itu benar, Mbak?" tanya Bryan dengan wajah serius.


Bryan butuh jawaban yang jujur dari kakak iparnya itu, karena kakak iparnya itu hampir saja menjerumuskan hidupnya jika sampai Bryan menerima tawaran itu dua minggu yang lalu.


"Ada apa sih ribut-ribut? Kenapa kau membentak kakak iparmu seperti itu, Bryan? Siapa yang mengajarimu tidak sopan seperti itu?" tanya Bu Siska yang keluar dari kamar dengan wajah kusut karena baru banyak tidur, jika ia berpenampilan seperti itu maka tidak ada jiwa sosialita yang terpancar di sana.


"Tau tuh, Ma! Bryan udah marah-marah gak jelas aja sama aku dan menuduhku yang tidak-tidak, padahal ia baru saja pulang dari kantor. Ini pasti pengaruh dari wanita yang ia incar menjadi istrinya itu, Ma!" sahut Clara dengan cepat.


"Jangan menyangkut pautkan masalah ini dengan orang lain, Mbak! Mbak Clara Sekarang jawab saja pertanyaanku. Apa maksud Mbak ingin menjodohkanku dengan sepupu Mbak itu dua minggu yang lalu? Apa karena Mbak sudah memprediksi bahwa peristiwa tadi malam akan terjadi? Lalu Mbak Clara ingin menjadikanku sebagai kambing hitam dalam permasalahan ini!" Bryan semakin kesal karena Clara masih bisa mengelak.


"Mbak Clara benar, Bryan! Sekarang kau jauh berubah sejak mengenal wanita itu dan sikapmu juga sekarang mulai kasar terhadap Mbakmu! Memangnya ada masalah apa dan apa yang harus dijawab oleh Clara?" tanya bu Siska ikut emosi.

__ADS_1


"Mama masih ingat dengan sepupu yang mau dijodohkan Mbak Clara denganku dua minggu lalu?" tanya Bryan pada ibunya. 


"Ya! Ada apa dengan Vita emangnya?" jawab Bu Siska sambil mengajukan pertanyaan kembali.


"Ternyata wanita itu sudah hamil 3 bulan, Ma! Dan Mbak Clara ingin menjodohkan ku dengan wanita seperti itu. Apakah mama juga ingin menjodohkan aku dengan wanita yang tidak beres?" Bryan memancing jawaban ibunya, ia ingin melihat apa reaksi ibunya kali ini setelah mengetahui menantu kesayangannya ternyata ingin menjebak mereka.


Namun sekali lagi Bryan harus menelan pil pahit, karena pada kenyataannya ibunya tidak membelanya sama sekali. Bahkan Bu Siska malah semakin memarahi dirinya karena ia sudah berani mengatakan sepupu dari Clara adalah wanita yang buruk.


"Benar-benar tidak punya hati kau, Bry! Sepupu dari Clara sedang mengalami musibah, tapi kau malah ikut menuduhnya seperti ini. Seharusnya sebagai adik ipar Clara dan juga sebagai pihak keluarga ibu mertua Clara, kita harus ikut membantu keluarga Vita dalam menghadapi masalah seperti ini, bukan malah memojokkan mereka, Bryan!" tegur Bu Siska dengan keras.


Bryan melirik ke arah kakak iparnya yang saat ini sedang tersenyum penuh kemenangan.  Sekarang Bryan sudah tahu kalau Clara, kakak iparnya yang Licik itu ternyata sudah selangkah lebih awal untuk memberikan racun yang buruk kepada pikiran ibunya. Bahkan ibunya sekarang tidak mau melihat kebenaran dan juga kenyataan yang sedang terjadi.


Semua orang sudah mengetahui berita tentang Vita yang hamil diluar nikah dan belum tahu siapa yang menghamilinya, bahkan Vita ditemukan bersama dengan beberapa pria di kamar hotel, tapi ternyata kenyataan itu sama sekali tidak terpengaruh pada ibunya. Clara terlalu pandai untuk mencari cara agar ia tetap mendapatkan tempat di hati Bu Siska.


"Ma! Kejadian yang sebenarnya adalah..."


"Cukup, Bryan! Kalau kau tidak bisa membantu untuk membersihkan kembali nama baik keluarga besar, Mbak! Setidaknya kau tidak lagi membahas masalah yang membuat Mbak bersedih, karena Vita itu adalah sepupu dekat, Mbak. Mbak juga ikut terguncang dengan masalah yang dihadapi Vita, berbagai macam fitnahan diterima oleh adik sepupu Mbak itu dan sekarang fitnahan itu juga Mbak dengar dari adik ipar Mbak sendiri," ucap Clara dengan dramatis, ia berusaha mencari perhatian penuh ibu mertuanya, agar Bu Siska terus membelanya.

__ADS_1


"Tapi kan memang sepupu Mbak itu..."


"CUKUP, BRYAN! Mama sudah bilang jangan lagi membahas masalah yang bisa membuat Mbakmu bersedih. Mama sudah mengetahui semua kejadian tadi malam dari Clara, Kau tidak perlu menceritakan ulang tentang peristiwa itu, karena peristiwa itu sama sekali tidak benar. Vita memang ditemukan bersama beberapa orang pria dan dikabarkan hamil 3 bulan, tapi itu hanya fitnah dari orang yang tidak suka kepada keluarga mereka.


Jangan berpikiran sempit seperti itu dan ikut-ikutan termakan gosip murahan seperti itu, Bryan! Sekarang lebih baik kau pergi ke kamar, mandi dan tenangkan otakmu yang sudah berpikiran buruk terhadap orang lain. Mama sangat pusing dari tadi mendengar kau berteriak-teriak seperti orang stres di rumah ini. Mama sedang istirahat dan kau malah mengganggunya." Bu Siska sekarang malah menuduh Bryan yang menggangu dirinya, padahal Bryan hanya ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada ibunya.


"Sudahlah, Ma! Terserah Mama saja kalau begitu, yang penting aku sudah berusaha memberitahu Mama kejadian yang sebenarnya. Sekarang semuanya terserah mama, yang penting aku sangat bersyukur karena tidak menerima tawaran Mbak Clara untuk berkenalan dengan sepupunya itu," sahut Bryan.


Setelah itu Bryan pergi ke kamarnya dengan perasaan yang masih mendongkol sekaligus kecewa, karena ia tidak mendapatkan jawaban yang jelas atas pertanyaannya. Yang pasti Bryan sangat yakin bahwa berita viral itu adalah benar. Clara memang mempunyai maksud lain di balik niat Clara ingin menjodohkannya dengan Vita.


Mulai saat itu Bryan selalu waspada dengan kakak iparnya itu. Clara juga semakin menampakkan perlawanan kepada Bryan, salah satunya dengan cara menghasut Bu Siska untuk membenci Bryan dengan segala cara. Dan anehnya Bu Siska selalu percaya kepada Clara. 


FLASHBACK OFF.


"Hei, Pemalas! Kenapa kau malah bengong? Apa kau mencari alasan untuk bermalas-malasan lagi?"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2