Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)

Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)
Kau menyukai rumahnya?


__ADS_3

"Biar ku obati memarmu." Rega memaksa mengambil alih kompresan di tangan sepupuhnya.


"Pulanglah, suamimu mencarimu."


"Aku masih ingin menenangkan diri." harga diri dan fisik wanita itu sekarang tengah terluka, dan penyebabnya adalah dirinya sendiri, seandainya saja ia bisa menolak dan mampu menjaga mahkotanya maka kejadian ini tidak akan terjadi.


"Apa sangat sakit?" Rega bertanya saat melihat manik mata wanita di hadapanya berkaca-kaca, hatinya masih merasa bersalah jika saja ia tak merayu dan meminta Dhira untuk menyerahkan diri dengan iming-iming pernikahan mungkin semua ini tidak akan terjadi.


Rega akan menemui suami dari sepupunya ia akan memberi peringatan anak wakil presiden itu.


"Hanya sedikit perih saja," ucapnya dusta, sebenarnya rasa di wajahnya tidak sesederhana itu kebas dan panas juga ia rasakan.


Rega menatap kasihan wanita itu dan memberanikan diri untuk bertanya lebih jauh.


"Memangnya, Kau berbohong pada Keanu soal keadaanmu yang sudah tidak gadis."


Dhira menggeleng pelan. "Keanu bahkan tidak bertanya tentang ini sebelumnya," ucapnya lemah. "Dia masih mengira aku masih gadis bahkan setelah kami selesai." sambungnya dengan memalingkan wajah, sungguh ia tak sanggup megglihat mata pria di hadapannya yang membara menahan emosi, meskipun Dhira tidak tau penyebab Rega marah tapi setidaknya ia dapat menebak jika pria itu marah serta cemburu.


"Lalu dari mana Keanu mengetahuinya?"


"Karna tidak terdapat bercak darah, dan dia langsung menanyakannya padaku tentu saja aku menjawab jujur." Dhira berucap penuh rasa putuh asa.

__ADS_1


Rega hanya berdecak, serta menarik nafas berat. "Kau mencintainya?"


"Belum, tapi aku aku tengah berusaha, bukankah cinta bisa datang karna terbiasa."


"Semoga saja seperti itu." meskipun kecewa pria itu berusaha tersenyum. Rega menghentikan kompresan di pipi Dhira ia segera meletakan saputangan miliknya di sebuah wadah.


"Apa kau menyukai rumahnya?" Rega mengalihkan topik pembicaraan. "Aku mengisi rumah ini dengan properti terbaik dan paling canggih saat ini." Kenan meminta pendapat Dhira tentang rumah impiannya.


"Ya, aku sangat menyukainya, semuanya Arsitekturnya persis seperti kemauanku, tapi isi di dalamnya melebihi ekspetasiku ini terlalu mewah menurutku. Aku rasa aku tidak berhak mendapatkan ini." ucapnya sadar diri.


"Kau memiliki kewajiban untuk menerima hadiah dariku, lagi pula aku mendedikasikan rumah ini hanya untukmu. Jika kau tidak menginginkannya kau boleh menjual atau membiarkannya."


"Aku tidak akan menjualnya setidaknya, biarkan saja rumah ini menjadi tempat untukku singgah atau menenangkan diri, itupun juka kau tidak keberatan." ungkap Dhira.


"Pulanglah, istrimu pasti menunggu aku janji tidak akan pergi kemanapun." bukan tanpa alasan Dhira menyuruh Rega pulang. Ia hanya tidak ingin jika ia kembali salah paham dengan perasaannya sendiri.


"Tidak apa, aku akan tetap di sini untuk menjagamu."


"Bagai mana jika idtrimu marah.?"


"Tinggal di dengarkan, atau di tinggal pergi nanti juga diam sendiri." Rega enggan untuk meninggalkan wanitanya, ia segera mengabari tante Hani supaya tidak terlalu hawatir jika Dhira sudah ia temukan.

__ADS_1


"Jangan bilang apapun pada Mamaku tentang kejadian ini, aku tak ingin urusannya semakin rumit, besok juga aku akan pulang, atau menghubungi Keanu untuk menjemputku." Dhira mengetahui jika Rega tengah mengirimkan pesan pada keluarganya.


"Rega, bagai mana jika istrimu berpikir macam-macam?"


"Tidak masalah, istirahatlah kau jangan terlalu banyak berpikir." Rega menyeret Dhira supaya memasuki salah satu kamar di sana. Sedangkan dia hanya betbaring di atas sofa, ia memiliki alasan kenapa tidak tidur di kamar lain, itu karna ia takut Dhira pergi lagi tanpa sepengetahuannya.


Sarah sangat marah saat mengetahui Rega belum juga kembali, ia melihat GPS yang ia pasang di ponsel Rega secara diam-diam dan di sana menunjukan Rega tengah berada di suatu tempat di jalan kemboja. Karna Sarah tidak bisa menyetir ia terpaksa memesan taksi online di karnakan supirnya tengah pulang kampung.


"Mas Rega, mas Rega!" Sarah menggedor gerbang yang terkunci dari dalam, pagar yang menjulang tinggi dari sela pagar itu ia dapat mengintip jika ada dua buah mobil yang Sarah hapal betul siapa pemiliknya.


"Mas Rega ..." Teriakan itu berulang ulang dan semakin kencang, sampai Dhira yang hendak memejamkan mata mengurungkan niatnya dan segera keluar. Ia melihat Rega yang tengah tertidur pulas tanpa terganggu sedikitpun dengan teriakan Sarah yang kencang dan memekam telinga.


"Ada apa?" Setelah sampai di balik pagar Dhira bertanya tanpa berniat membuka pagar itu.


"Dimana suamiku?"


"Ada di dalam sedang tidur sepertinya ia kelelahan ..." belum selesai Dhira berkata Sarah sudah menyambar ucapan sepupunya.


"Berapa kali kau bercinta dengan suamiku jallang sampai membuatnya kelelahan." murka Sarah.


Dhira yang merasa marah asal tuduhan Sarah segera nengiakan.

__ADS_1


"Ya kami baru selesai bercinta beberapa saat lalu sebelum kau datang, sekarang kau pulang dari pada menunggu di sini semalam karna Regantara hanya akan pulang esok hari." lalu setelahnya Dhira meninggalkan sepupu wanitanya sendirian yang terus berteriak memanggil Regantara.


__ADS_2