Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)

Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)
Hanya mencintai Nadhira


__ADS_3

"Kau jahat Mas, aku akan pergi jika kau seperti ini terus." Ancamnya seraya menangis.


"Sudah lah Sarah, aku lelah jika harus terus berdebat. Lebih baik kau pergi ke kamar dan bereskan kembali pakaianmu. Aku tidak pandai membujuk percuma saja jika kau merajuk." Rega melangkahkan kakinya menuju lemari es, kemudian mengambil minuman kaleng dan meneguknya hingga tandas.


Sarah masih menangis ia masih diam di tempatnya, sebenarnya ia juga hanya menhgeretak Rega untuk pergi dari rumahnya, ia tidak berkata bersunguh-sungguh untuk meninggalkan rumah itu.


"Sarah pergi kekamar, jangan membuatku mengulangi perkataanku sebelumnya. Jika kau masih nekad pergi dari rumah ini jangan harap kau bisa kembali menjadi istriku." tekan Tega tegas.


Melihat Rega yang berkata dengan menajamkan setiap suaranya membuat nyali Sarah menciut seketika.


"Aku tau, pelayananku di atas ranjang tidak sebaik Nadhira, aku juga mengetahui jika jurus jaran goyang mantanmu itu membuatmu enggan melupakannya. Aku tidak berpengalaman dalam menyenangkan pria." Sarah seakan menjelaskan jika dirinya masih lugu dan polos di hadapan Rega. Sedangkan suaminya hanya tersenyum masam mendengarnya.


"Jangan pernah sekalipun berniat menjatuhkan Dhira di hadapanku." Rega segera berlalumenuju ruang kerjanya. Di tempat ini lah Rega selalu menenangkan diri, apa maksud dari ucapn Sarah, bukan caranya bercinta yang membuat Rega tetap menjadikan Nadhira ratu di hatinya, tapi ada hal lain, jika ada yang bertanya hal apa? Entahlah Rega juga bingung, Nadhira itu orangnya pemberontak dan pembangkang juga keras kepala, tapi entah kenapa Rega tidak bisa mengganti kedudukan wanita itu.


"Apa kata sarah tadi jurus jaran goyang? Bahkan aku selalu menyukai saat Dhira hanya pasrah di bawah kuasaku saat awal-awal bercinta." Rega mengingat bagaimana pasrahnya Dhira saat ia perlakukan tapi justru itulah yang poin yang dapat menyenangkannya. Tapi seakan tidak cukup sampai di sana akhirnya Rega mengajarkan wanita polos itu dalam memuaskan pria dewasa sepertinya.


Rega memijat batang hidungnya yang mendadak terasa berat, ia menyenderkan punggungnya serta kepala yang menengadah ke atas dengan pata terpejam.


.


Dhira sekarang tengah berada di ruangan bos barunya itu seorang duda tanpa anak, bos barunya kerdarah asia tepatnya berasal dari Korea selatan namanya adalah Jeon Vante, pria dengan mata tajam yang selalu sukses membuat Dhira panas dingin di setiap di tatap pria itu.


"Ini hadiah atas proyek yang berhasil kau dapatkan." Vante sa paan pria itu menyerahkan sebuah kunci dengan gantungan berupa seekor kuda, Nadhira mengetahui harga dari mobil itu begitu terkejut.


Mobil mewah berwarna merah merona itu sukses membuat senyum di bibir Dhira tersunggung dengan lebar.

__ADS_1


"Apa ini tidak terlalu berlebihan pak.?" Dhira merasa tidak enak hati mendapatkan hadiah semewah itu, ia tak ingin rekan kerja yang lainnya merasa cemburu atas pencapaiannya.


"Anggap saja ini sebagai hadiah pernikahanmu." Vante tersenyum dengan senyuman yang sangat menawan, seandainya saja ia masih sendiri maka bisa di pikir-pikir jika Vante termasuk pria idaman, tampan dan mapan. Astagha sejak kapan Nadhira jadi mata keranjang seperti ini.


"Seandainya kau belum menikah, aku akan melamarmu untuk kujadikan istri." meski Vante bergurau tapi berhasil membuat wajah Dhira terasa panas. Air mana air.


"Bapak bisa melamar wanita yang lebih segalanya dari saya. Saya permisi." Dhira pamit undur diri.


Saat waktu pulang Keanu benar-benar menjemput istrinya, semoga saja tindakan Dhira memaafkan Keanu adalah keputusan yang tepat.


"Sayang, bagai mana harimu?"


"Cukup menyenangkan, kau sendiri bagai mana Ke?"


"Kau ini ada ada saja."


"Sayang bagai mana jika kau berhenti bekerja?"


Hening tercipta begitu saja, hanya ada suara kendaraan yang terdengar.


"Ke, aku baru saja memulai karierku. Aku memiliki hutang yang tidak sedikit pada Mas Rega yang ku pergunakan untuk biaya pendidikanku, jika aku tidak bekerja lalu bagai mana aku melunasi uang mas Rega yang telah ku pakai. Dhira selembut mungkin menyampaikannya, ia tidak ingin Keanu kembali tersulut emosi.


"Aku yang akan melunasinya. Tabunganku cukup banyak, pasti cukup hanya untuk melunasi hutangmu pada mas Rega."


"Terimakasih Ke, tapi aku mengetahui jika mas Rega tidak akan menerima uangmu."

__ADS_1


"Aku rasa mas Rega juga akan menolak jika kau membayar uangnya." ucap Keanu seakan sudah mengenal lama sepupu istrinya.


Benar apa yang di katakan Keanu mantan kekasihnya itu tidak mungkin menerima niat baiknya, bahkan saat Dhira memberikan hadih pernikahan berupa tiket bulan madu Rega merobek tiket itu tepat di hadapannya.


.


Pertengkaran kembali terjadi di rumah yang di tinggali Rega dan istrinya, selalu saja ada hal yang dapat memicu pertengkaran antar keduanya.


"Aku hanya meminta kau berhenti menjalin hubungan dengan Dhira di belakangku." Sarah berteriak dengan suara meledak-ledak.


"Hubungan apa yang kau maksud? Aku sama sekali tidak menjalin hubungan apapun dengannya. Berhenti menuduhku Sarah." Rega tidak kalah emosi pada istrinya itu selalu saja Dhira yang terlibat di antara perdebatan mereka.


"jika tidak memiliki hubungan lalu untuk apa kau mengirimkan pesan padanya dan menanyakan keadaannya."


"Tidak ada yang salah dengan hal itu, selain Dhira sepupuku dia juga rekan kerjaku Sarah." Rega sungguh kesal pada istrinya.


"Jika kau terus menuduhku, aku akan mengabulkan tuduhanmu itu." Rega mengacungkan telunjuknya di hadapan istrinya. "Satu lagi jangan pernah mengganggu atau mengusiknya jika kau masih ingin menjadi istriku."


Setelah kepergian Rega Sarah menangis tubuhnya luruh jatuh kelantai hatinya bercerai berai, sebenarnya Sarah sangat mengetahui jika Rega hanya mencintai Nadhira, tapi kali ini dan sebelumnya Sarah akan egois ia akan mempertahankan rumah tangganya apapun yang terjadi.


Di ruang kerja Regantara.


"Dhira. Kau benar aku tidak bahagia dengan pernikahanku, doamu juga di kabulkan tuhan nyatanya aku tidak pernah merasa tenang dengan kehidupanku, setiap detik yang ku jalani tidak pernah lepas dari bayangan dirimu. Seandainya saja aku bisa memukul mundur waktu aku ingin memperbaiki semuanya. Aku tidak mengingkari janjiku karna waktu belum berakhir hanya saja takdir sedang mempermainkan kisah kita. Seandainya malm itu tidak terjadi."


Rega menangis dalam diamnya, jika Sarah merasa tidak bahagia dengan pernikahannya apa lagi Rega, pria itu harusnya bisa memperjuangkan Dhira bukan malah menikahi wanita lain di saat cintanya masih dengan orang yang sama. Udara terasa panas ia menambah suhu pendingin ruangan yang tidak berpengaruh sama sekali. Ternyata yang panas bukan hawa atau udara melainkan dirinya. Diri yang tidak bisa memiliki orang yang di cintainya.

__ADS_1


__ADS_2